Pengikut

Selasa, 19 Maret 2013

Jadi Pembantu di Dorm EXO-K, What?! [Chapter 2]

ffpembokat
Author: Mingi Kumiko
Cast:
- Choi Baek Hee (OC)
- All member EXO-K (esp. Kai)
Genre : Brothership, romance, dll.
 Chapter 1
ヽ(*´∀`)ノヾ(´^ω^)ノ♪


“Dia itu unik sekali ya..” kata Baekhyun.
“Dia, dia siapa, Choi Baek Hee, kau menyukainya, ya?” balas Chanyeol.
Ani, aku hanya bilang seperti itu. Sangat tak meyakinkan jika dia dari kalangan keluarga miskin. Kau perhatikan tidak, sih penampilannya walau pun bajunya compang-camping seperti itu?” kata Baekhyun.
“Memangnya bagaimana?” sambar Suho.
“Lihat rambutnya, seperti habis di smoothing, kukunya seperti dikikir dengan teratur, kulitnya putih susu, bibirnya merah muda. Lalu, marganya Choi pula.” terang Baekhyun.
“Memang kenapa jika marganya Choi?” tanya Sehun masih tak mengerti.
“Kau tak tahu Sehunie, Choi itu terkenal sebagai marga orang kaya!” jelas D.O.
Mwo, contohnya?” tanya Sehun.
“Choi Siwon, Choi Sulli, Choi Minho, dll.” Jawab D.O.
“Hmmm.. benar juga. Pasti Oh itu marganya orang keren. Ya kan, hyung?” tanya Sehun pada Suho.
“Marganya orang keren itu marga Kim tau! Kim Tae Hee, Kim Joon Myun, Kim Tae Yeon, Kim Kurniawan (lho?), dan lainnya.” Ujar  Suho percaya diri.
“Terus saja kalian memperdebatkan marga!” ejek Chanyeol.
“Hehehe..” Sehun dan Suho terkekeh bersamaan.
“Aku tak menyangka Kai bisa bersikap sekurang ajar itu.” kata Baekhyun.
“Bagaimana jika kita jodohkan dia dengan Baekhee?” saran D.O. Berhubung Kai sedang tidak ada di ruang yang mereka tempati jadi mereka bebas mencibir Kai.
“Ide yang bagus!” kata semua anggota serempak.
ヽ(*´∀`)ノヾ(´^ω^)ノ♪
Kini sudah jam 4 pagi. Suho tiba-tiba saja terbangun karena ada rasa mengganjal dalam perutnya akibat tadi malam ia terlalu banyak makan masakan Baekhee yang menurutnya benar-benar enak. Setelah debut bersama EXO-K, Suho memang jarang memakan masakan rumah seperti yang dimasak Baekhee kemarin sehingga ia melahap makanan dengan semangat.
Ia membuka pintu kamarnya yang ia huni bersama Sehun. Betapa kagetnya ia melihat seorang gadis yang tidur dengan lelap di karpet tipis yang bisa dibayangkan betapa dinginnya. Itu adalah Baekhee. Karena tak satu anggota pun memberi tahu dimana ia harus tidur, jadi ia pikir ia tak disediakan kamar dan membuatnya memilih tidur di karpet depan televisi.
Suho segera menghampirinya. Ia kasian pada Baekhee jika harus tidur di karpet setipis itu. Ia lupa memberi tahukan jika kamar untuk Baekhee sudah di sediakan.
“Baekhee-ya, Baekhee-ya, Bangunlah!” kata Suho sambil menggoyang-goyangkan lengan Baekhee. Seketika Baekhee terbangun karena ada yang mengganggu tidurnya yang baru saja lelap. Karena sebenarnya dari tadi Baekhee sibuk berperang dengan nyamuk.
“Iya, Suho-ssi..” balas Baekhee dengan mata yang agak berkedip-kedip tanda masih mengantuk.
“Jangan panggil aku seperti itu, panggil aku Suho oppa. Kau kenapa tidur disini?” tanya Suho.
“Karena aku tidak punya kamar.” jawab Baekhee.
“Siapa bilang, kami sudah menyediakan kamar untukmu. Di dekat dapur.” ujar Suho.
“Hmmm, dasar.. kenapa tidak bilang daritadi, kalau begitu kan aku tidak perlu repot-repot membeli lotion anti nyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk.”
“Kau beli dimana, kurasa di sekitar sini tidak ada toko.”
“Aku beli di komplek perumahan sebrang.”
“Astaga.. itu sangatlah jauh. Lalu bagaimana kau bisa keluar? Pintunya kan aku kunci.”
“Nggak tuh, pintunya terbuka malah. Mungkin itu juga yang menyebabkan banyak sekali nyamuk.”
Mwo?! Pintu terbuka. Siapa yang keluar sampai malam-malam begini?” tanya Suho dengan nada panik dan Baekhee pun hanya mengangkat bahu.
“Ya sudah, kau tidur di kamarmu sana. Nanti kau kedinginan lalu sakit lagi..”  saran Suho.
Suho pun bergegas menuju kamar mandi, tujuan awalnya. Setelah dari kamar mandi Suho teringat perkataan Baekhee yang mengatakan pintu terbuka. Segera Suho menuju ruang depan untuk memeriksa pintu. Ia memegang gagang pintu. Ternyata benar, pintunya tidak terkunci padahal ia ingat betul tadi malam ia sudah mengunci pintunya.
Siapa yang keluar malam-malam tanpa menutupnya lagi. Tidak mungkin Sehun, karena sudah jelas dia masih sekamar denganku. pikir Suho.
Apa jangan-jangan Kai? Yang membawa kunci dorm ini hanya aku dan dia. Suho mulai membatin curiga. Ia pun memutuskan memanggil semua anggota EXO-K yang kini sedang tertidur, dengan cara itu dia bisa tahu siapa yang keluar dari dorm.
Dengan cepat kini semua anggota pun berkumpul di ruang tengah.
Hoooaaammm.. ada apa sih, malam-malam begini membangunkan kita, hyung?” tanya Baekhyun dengan mata berkedap-kedip sambil menguap. Suho pun mengabsen semua anggota yang harusnya 6 kenapa hanya ada 5.
“Mana Kai?” tanya Suho pada D.O.
“Nggak tahu, hyung. Tadi saat aku bangun dia sudah tidak ada di kasur. Aku kira sudah kemari.”
“Kemana anak itu?” gumam Suho.
“Jangan-jangan dia ke club malam lagi.” Sambar Sehun.
“Jangan menuduh yang aneh-aneh, Sehun-ah! Dia kan sudah janji tak melakukan hal itu lagi.”
“Tapi kan sifat manusia bisa berubah-ubah, hyung. Tidak jarang juga ada manusia yang munafik.” ujar Sehun.
“Munafik, bagaimana maksudmu?” tanya Suho masih tak mengerti apa maksud Sehun.
“Maksudnya apa yang keluar dari mulut Kai belum tentu itu yang ada dalam hatinya. Sebulan yang lalu dia bilang akan berhenti ke club dan jadi yang lebih baik, tapi apakah ada yang bisa menjamin itu tulus dari hatinya?” ujar Sehun.
“Ya, tumben perkataanmu dewasa, Sehun-ah!” kata Chanyeol yang merasa tersaingi, karena dalam hal nasehat ialah sang ahli.

CLECK!
“Aku pulang..” terdengar suara dari ruang depan.
Hyung, mungkin itu Kai!” seru Baekhyun.
“Biar aku yang menghampirinya.” Kata Suho segera bergegas ke ruang depan untuk menemui lelaki yang dikira Kai itu.
“Astaga, Kim Jong In!” pekik Suho terkejut dengan keadaan Kai saat ini. Langkahnya gontai, terkadang tersenyum dan bicara sendiri, seperti orang mabuk.
“Kau clubbing lagi?” tanya Suho.
“Emang iya, masalah buat lo?”  balas Kai seperti tak serius dalam menjawab.

PLAKK!

Tamparan keras mendarat di pipi Kai, ini bertujuan agar Kai sadar dari mabuknya itu. Tapi sayang, itu tidak berhasil.
“Sehun-ah, Kyungsoo-ya! Bantu aku, cepat!” teriak Suho meminta pertolongan untuk mengangkat Kai dan member pertolongan padanya.
“Dasar Kai, kenapa kau melakukan hal ini lagi?” tanya Chanyeol. Tapi tak direspon apa-apa oleh Kai. Yang kini Kai hanya tertidur dalam gotongan Sehun dan D.O.
“Dasar! Apa kurang teguran dari manager hyung sebulan yang lalu, kau ini bisa mencoreng nama baik EXO-K jika sering pergi ke club malam!” omel Suho.

Di sisi lain..
           
“Dasar! Apa kurang teguran dari manager hyung sebulan yang lalu, kau ini bisa mencoreng nama baik EXO-K jika sering pergi ke club malam!” omel Suho.
Suara apa sih itu berisik sekali? gumam Baekhee yang tidurnya terganggu akibat keributan yang terjadi di ruang tengah. Karena penasaran ia pun segera menuju sumber suara ribut itu terjadi walaupun masih benar-benar mengantuk.
Saat ia melihat di ruang tengah, 6 lelaki yang membentuk grup EXO-K ini sedang heboh berdebat. Yang paling menarik perhatian adalah Kai yang sedang di topang 2 lelaki sekaligus.
“Permisi, ini ada apa ya?” tanya Baekhee penasaran.
“Kai mabuk dan sekarang kita tidak tau bagaimana caranya agar ia tersadar dari mabuknya. 2 jam lagi kan kita ada syuting.” jawab Chanyeol. Tiba-tiba saja Baekhee teringat apa yang dilakukan appanya ketika ia kepergok mabuk 3 bulan yang lalu. Baekhee bukanlah gadis pemabuk pada umumnya, ia tak sengaja meminum minuman yang membuat pikiran hilang itu karena temannya yang memberinya di pesta ulang tahun.
“Beri dia susu putih!” saran Baekhee.
“Apa itu akan berhasil?” tanya Baekhyun.
“Susu putih membuat tubuh steril.” ujar Baekhee.
“Boleh juga. Tolong kau buatkan susu putihnya, ya..” pinta Suho.
“Ya, tapi kusarankan bawa dia ke kamar mandi karena setelah meminum susu putih ia akan muntah.” (Bentar, gue selaku author tahu kaya gini bukan gara2 pernah dicekokin susu putih pas mabuk, tapi cuman nonton TV. Gue gak penah minum khamar, suerr!)
Member EXO-K pun mengikuti saran Baekhee untuk membawa Kai ke kamar mandi, sedangkan Baekhee segera menuju dapur untuk membuatkan Kai susu putih. Untung saja susu penambah tinggi badan milik D.O. belum habis, jadi masih tersisa sedikit untuk Kai.
“Ini susu putihnya!” kata Baekhee setelah membuatkannya seraya menyerahkannya pada Suho.
“Cepat jajal saja mulutnya dengan susu putih itu.” saran Baekhyun.
“Iya, biar kapok dia!” timpal Chanyeol dengan tatapan jahil.
“Tenang saja, ini dia balasan untuk anggota yang selalu membangkang. Hahaha..” Suho tertawa penuh kemenangan. Kini Kai pun meminum susu putih buatan Baekhee. Kai meminum dengan santainya.
Beberapa saat kemudian..

Hoeekk.. hoekk..” cairan berwarna putih pun keluar dari mulut Kai. Itu adalah susu yang tadi Kai minum yang sudah mensterilkan tubuh Kai.
“Apa ini, rasanya seperti anggur busuk!” kata Kai.
“Atas saran Baekhee untuk menyadarkanmu dari mabuk kami memberimu susu putih.” ujar Sehun.
“Oh, jadi ini gara-gara kau, pembantu kampungan?” ucap Kai.
Apa dia bilang, aku pembantu kampungan? Menghina sekali dia, bahkan jika aku mau kariernya bisa kubeli. Batin Baekhee dalam hati kesal.
“Sudah, jangan berdebat! Lebih baik kita bersiap-siap untuk syuting hari ini. Baekhee, siapkan perlengkapan kami, ya!” Kata Suho meminta tolong pada Baekhee.

ヽ(*´∀`)ノヾ(´^ω^)ノ♪

Kini aku sedang menyapu ruang-ruang yang ada di dorm ini. Tiba-tiba saja sebuah kertas jatuh tepat di depanku. Ternyata Kai yang membuangnya. Aku memungutmu tanpa protes. Setelah aku memungutnya tiba-tiba kertas pun ia jatuhkan lagi, kenapa tak sekalian dia menjatuhkan gadget-nya, huh??
“Bisakah kau membuang sampah tepat pada tempatnya, Kai-ssi?” tegurku padanya .
“Sesuka hatiku, dong! Ini kan dorm groupku. Kau hanya perlu membersihkannya.” balas Kai. Argghhh.. ia membuatku geram.
“Dasar caper!” cibirnya.
“Apa kau bilang?” tanyaku agar ia memperjelas perkataannya tadi.
“Kau ini mau tau saja, apa urusannya denganmu!” jawabnya.
ヽ(*´∀`)ノヾ(´^ω^)ノ♪
5 hari sudah aku menjalankan aktivitasku sebagai pembantu rumah tangga disini. Semua member memperlakukanku dengan baik, kecuali Kkamjong. Entahlah, apa salahku padanya. Pertama kali bertemu ia sudah memberikan kesan buruk padaku. Menghinaku gadis jahat gara-gara namaku mirip tokoh dalam drama, menghina masakanku tidak enak, bahkan mengataiku suka cari perhatian. Dasar pria tidak waras! Aku kan memang mempesona! u_u
Kini aku benar-benar sadar dan menyesal. Menjadi pembantu rumah tangga memang mudah, tapi tidak mudahnya adalah ketika kita melakukan kesalahan dan majikannya tidak bisa menerima itu. Hinaan dan cibiran yang Kai berikan padaku sungguh menyakitkan hati. Apakah ini yang selama ini Lee ahjumma rasakan ketika aku omeli. Maafkan aku, Lee ahjumma. Aku telah salah.
5 hari telah kulewati, itu berarti waktuku disini tinggal 5 hari. Sedih juga, aku sudah terlanjur menyayangi majikan-majikanku yang tampan dan karismatik itu. Lalu bagaimana caraku untuk menjelaskan pada mereka saat aku pergi nanti, masa aku harus menyelinap diam-diam ketika malam hari. Itu benar-benar tidak sopan.
Aku benar-benar rindu pada Lee ahjumma, segera aku ingin meminta maaf padanya atas kesalahanku selama ini. Mungkin sekarang dia juga kelimpungan menungguku. Tapi aku sudah menyuruh temanku untuk memberi taunya agar tak khawatir padaku. Bahkan aku menyuruh temanku mengatakan jika aku menginap di rumahnya.
Bip.. bip.. bip..
Handphoneku bergetar menandakan ada panggilan masuk. Dari Yoonhye, untuk apa dia menelponku? Segeralah aku menekan tombol hijau pada ponselku.
Moshi-moshi..
“…”
“Aku ada di suatu tempat yang aman, tenang saja!”
“…”
“Hmmm.. iya juga, aku sudah lama tidak shopping.”
“…”
“Aku di dorm eksss..”
“Baekhee, tolong  setrikakan bajuku ini ya, karena sebentar lagi aku akan memakainya.” terdengar suara Sehun yang tanpa mengetuk pintu dan tiba-tiba sudah masuk kamarku. Segera aku mengakhiri pembicaraanku pada Yoonhye yang belum selesai dan menyembunyikan ponselku yang selama ini selalu berada di tas dan di tumpukan paling bawah.
“Baekhee, ternyata selama ini kau mempunyai ponsel, kenapa tidak pernah bilang padaku? Kan aku bisa lebih mudah menghubungimu.” tanya Sehun.
Ponsel? Tidak ada ponsel disini. Orang miskin seperti aku mana punya ponsel.” aku mengelak.
“Lalu, itu tadi apa?”
“Itu hanya susu kotak, benar.”
“Tapi kenapa bentuknya tipis? Hmmm.. ya sudahlah. Setrikakan ini ya…” pintu Sehun sambil menaruh bajunya di atas kasur.
“Ya.” jawabku singkat. Huftt, hampir saja ketahuan. Setelah Sehun terlihat sudah jauh dari kamarku aku pun bergegas untuk menyetrikakan bajunya, seperti perintahnya.

ヽ(*´∀`)ノヾ(´^ω^)ノ♪
“Hey, Baekhee, apa kau sudah selesai melakukan pekerjaanmu?” tanya Baekhyun padaku.
“Ya, sudah. Kenapa?” aku balik bertanya.
“Kalau begitu bergabunglah bersama kami. Kita bersenda gurau.” saran Baekhyun.
“Ah tidak, terimakasih. Aku kan gadis, pasti tidak tahu apa yang kaum pria bicarakan.” kataku menolak.
“Sudahlah jangan malu-malu.” kata D.O.
“Oke, baiklah.” Aku pun segera duduk di karpet depan TV dengan Kai dan D.O.
“Kau kenapa dekat-dekat denganku, jauh-jauh sana!” usir Kai sambil mengibas-kibaskan tangannya agar aku menjauh darinya. Dipikir aku kucing yang habis jatuh dari got hingga dia sejijik itu padaku? Dasar Kim Jong In, seandainya aku tak berstatus sebagai pembantu sudah kuinjak-injak kepalamu!
“Baik..” kataku pasrah saja dan manjauh darinya. Kini aku merapatkan posisiku di atas lantai dan sebelah dinding. Entah mengapa kini aku benar-benar ingin menangis setelah Kai mengucapkan itu padaku. Sekali lagi aku bertanya, apa salahku padanya hingga dia berbuat setega itu padaku? Jika aku salah aku bisa minta maaf dan melakukan lebih baik.

Tapi kini tidak, aku tak pernah bertingkah macam-macam, bahkan berinteraksi dengan Kai saja aku jarang. Tapi kenapa sikapnya semenyebalkan itu padaku? Apa ini karma akan perbuatanku pada Lee ahjumma?
“Kai-ya! Bersikaplah baik pada gadis manis ini, lihat kau hampir membuatnya menangis. Dasar tidak punya perasaan!” tegur Chanyeol.
“Perduli sekali kau pada gadis ini. Dia kan hanya pembantu!” ucap Kai dan membuat sakit hatiku bertambah.

“Sudah, jangan tanggapi omongan Kai tadi, ya.. Anggap saja angin sepoi-sepoi.” kata Sehun menyemangatiku dan aku pun hanya bisa membalasnya dengan senyuman. Sepoi-sepoi apanya, itu tadi tornado untuk hatiku, tahu!

“Kai bicara begitu karena menyukai Baekhee.” sambar Suho.
“Itu tidak akan mungkin terjadi!” elak Kai. Ya, aku juga berharap itu tak akan terjadi, mana mau aku dengan lelaki seburuk dirimu!
“Oh ya ngomong-ngomong kau ini dari mana, orang tuamu kerja apa, pendidikan terakhir sampai mana, kenapa memutuskan jadi pembantu rumah tangga dan tidak melanjutkan sekolah, kenapa masakanmu sungguh enak?” tanya Baekhyun beruntun tanpa jeda.
“Astaga, kalau tanya itu satu-satu jangan borongan!” Chanyeol memperingatkan.
“Biar langsung tanpa tanya terus.” Balas Baekhyun.

Aigo, aku harus jawab apa? Masa aku harus berbohong dengan statusku? Baiklah, terpaksa aku harus bohong.
“Emmm.. aku dari Mokppo (bohong), orang tuaku sudah meninggal dan aku tinggal bersama nenekku (bohong). Aku hanya tamatan SMP karena tidak ada biaya jadi aku tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi (bohong) karena ibuku pandai memasak dan aku diajari (jujur).”

“Kasian sekali. Hmmm.. kita patut bersyukur dengan keadaan kita sekarang ini yang benar-benar berkecukupan bahkan berkelebihan. Baekhee kurang beruntung. Untung dia masih mau bekerja demi neneknya.” celetuk Chanyeol yang lagi-lagi sok dewasa. Seandainya mereka tahu aku berbohong, apa masih akan bersimpati dan dramatis seperti ini?

“Oh iya, terus kenapa kau bisa bahasa Jepang?” Celetuk Kai tiba-tiba. Haduh, mampus aku! Itu kan pertanyaan yang aku hindari sejak awal kerja di sini. Kai sialan, tahu saja apa yang aku takuti.
“Eeeee, karena aku.. aku, aku.. Ah iya, sepupuku suka Negara Jepang dan terkadang memperlihatkanku koleksi anime atau lagu-lagunya. Ya, seperti itu.”
“Anime apa yang kau suka?” Tanya Baekhyun. Mampus! Aku tidak begitu tahu soal anime, sekali pun tahu itu cuman mendengar dari teman-temanku yang otaku.
Black★Rock Shooter. ” Jawabku. Aku tidak terlalu suka anime, jadi ya aku sebutkan satu-satunya anime yang pernah kutonton dan kurasa sangat keren.
“Aku bingung.” kata Baekhyun.
“Mangkannya, kalau tidak tahu anime jangan sok bertanya!” Cibir Sehun.
“Memangnya kau tahu?”
“Tahu, dong! Rambutnya hitam, sebelah matanya mengeluarkan sinar biru dengan meriam besar di tangannya. Dan.. pakai bikini, hahaha~” Sehun mendadak tertawa di kalimat terakhirnya.
“Dasar! Suka alur apa bikininya?” Baekhyun mendadak sinis.
“Tidak.. tidak.. Jujur, itu memang keren. Kalau nontonnya tidak pakai hati tidak akan nyambung, tapi kalau disimak baik-baik pasti akan menangis.” tutur Sehun.
“Ya deh, kapan-kapan aku nonton.”

“Coba sekarang kau menyanyi bahasa jepang. Bisa tidak?” tanya Kai, tapi lebih menjurus ke menantang. Kau pikir itu sulit? Sangat mudah, tahu!
“Memang perlu ya?” aku balik bertanya.
“Hanya ingin mengujimu. Bisa nggak? Kalau nggak bisa jujur saja..”
“Bisa, kok! Jangan menghina ya!”
“Baekhee-ya, berjuanglah! Ayooooo, jangan mau kalah sama Kai!” teriak Chanyeol heboh menyemangatiku.
“Hmmm.” Aku berdehem tanda menerima dukungannya.
Bokura wa yume miteru ka?
Mirai wo shinjiteiru ka?
Kowai mono shirazu mi no hodo shirazu
Muteppou na mama
Ima bokura wa yume miteru ka?
Kodomo no youni massara ni…
Shipai sareta kusari wa hikichigirou
Change your mind
Change your mind
Nani mo shiranakute ii Beginner!
” Dengan suara aneh aku nekat menyanyi. Kalau saja Kai tidak menantangku, aku tidak akan melakukan hal ini.
“Keren, yeah!” puji Chanyeol.
“Terimakasih..”

“Memangnya kau tahu itu artinya apa?” tanya Kai lagi. Hyaaaaa, menyebalkan! Kenapa manusia ini sangat ingin dibinasakan?
“Tahu, kok! Jangan meremehkanku kau!”
“Coba artikan dengan benar!” Suruhnya sudah seperti guru.
“Semua yang kita impikan
yang kita percaya di masa depan
tapi rasa takut dan putus asa
membuat kita menyerah
kini semua yang kita impikan
harus selalu kita yakini
patahkanlah segala kebelengguan
dan jadi pemenang
ubah pikiranmu
ubah pikiranmu
karena semua di mulai dari beginner!” Ucapku panjang lebar mengartikan arti lagu itu.
“Woah, kereeeen!” Chanyeol bertepuk tangan.
Sekarang mau apa kau, Kim Jong In?!
ヽ(*´∀`)ノヾ(´^ω^)ノ♪
Chapter 2 udah ke publish yeeee~ *norak dikit*
Karena ada yang bilang pendek jadi aku paksa-paksain untuk dibikin panjang. Jadinya, yaaaaah.. maksa, kan? Bahkan lagu Beginner dan anime favoriteku Black★Rock Shooter ikutan nyempil xD
Maaf atas semua kekurangan, sampai jumpa di chapter 3!!! (y)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar