Hanya itu kalimat terakhir yang dilontarkan Kyuhyun yang bisa Minri ingat, sebelum akhirnya Kyuhyun membawa Minhyun entah kemana dan kenapa. Tahu-tahu saat kembali ekspresi wajah Minhyun sudah aneh. Ditangannya terdapat beberapa lembar kertas kecil yang tidak Minri ketahui apa itu.
Seolah bisa mengetahui rasa penasaran keempat sahabatnya yang lain, Minhyun pun berkata dengan datar, "Ini kupon makan es krim sepuasnya dari Kyuhyun."
Hyungseo melonjak kaget. "Hah? Es krim? Dari Kyuhyun?"
"Wah, kenapa dia jadi aneh begitu?" Youngna pun ikutan heran.
"Entahlah," Minhyun mengangkat bahu. "Katanya ini sebagai permintaan maaf dari Donghae karena mengerjaiku dan Hyungseo."
"Keren sekali!" tiba-tiba saja Minhyuk memekik. "Aku tidak menyangka bisa makan es krim sepuasnya begitu! Si Kyuhyun itu baik juga, ya?"
"Heh, jangan cepat percaya mereka," Hyungseo mencibir. "Kalau nanti kita malah dikerjai lagi, bagaimana? Jangan-jangan mereka belum puas soal minggu lalu."
"Eh, sudah, sudah," Minri akhirnya menengahi. "Jangan berpikir yang macam-macam, Hyungie. Mumpung ada kesempatan makan es krim sepuasnya, kenapa tidak? Siapa tahu nantinya kita bisa akrab dengan F4."
"Aku tidak mau akrab dengan mereka! Enak saja. AH! Jangan-jangan kau masih naksir dengan yang namanya Donghae itu, ya?"
"Eh… tidak juga. Lagipula kau tuh, yang makin dekat dengan Jungsu-sunbae ."
Nampaknya perkataan Minri barusan membuat Hyungseo kalah telak. Dan pada akhirnya, setelah melalui perdebatan yang sengit, mereka berlima pun memutuskan untuk memakai kupon itu saja… lagipula benar kata Minri, kapan lagi ada es krim gratis?
Dua hari setelahnya, Hyungseo, Minhyun, Minri, Youngna, dan Minhyuk pun mendatangi sebuah kedai es krim yang tidak begitu jauh dari sekolah. Kedai itu sederhana, tapi penampilannya apik sekali. Di sepanjang bingkai jendela, terdapat hiasan-hiasan tempel berbentuk es krim yang cantik dan bisa dipastikan, dapat membuat siapapun yang melihatnya jadi ingin makan es krim.
Minri terlihat paling feminin diantara teman-temannya yang lain. Ia bukan tipikal perempuan yang repot soal dandan, jadi setiap kali ia pergi keluar, ia hanya akan berpenampilan senatural mungkin. Satu yang paling disukai Minri adalah setiap kali hembusan angin dingin membuat rambut ikalnya yang hitam melambai-lambai. Selain itu, scarf berwarna merah muda lembut yang dipakainya pun turut membuatnya terlihat begitu manis.
Minri lah yang melongok paling pertama ke dalam kedai. Di salah satu sudut kedai itu, terlihat Kyuhyun dan Donghae sedang membicarakan sesuatu. Tampaknya mereka sudah datang beberapa menit sebelumnya. Mereka berlima pun masuk dengan canggung. Dan pada akhirnya, Hyungseo lah yang menjadi 'korban' karena entah bagaimana, Minhyun, Minri, Youngna, dan Minhyuk kompak sekali mendorong-dorongnya agar masuk duluan dan menghadapi duo Kyuhyun dan Donghae.
Tapi sepertinya itu keputusan yang salah, karena entah kenapa setiap kali melihat Donghae, rasanya kepala Hyungseo benar-benar terbakar secara harfiah. Dan pada akhirnya, Minri lah yang bicara paling duluan.
"Sedang apa mereka berlima disini?" Donghae yang merasa aneh dengan keberadaan mereka berlima pun akhirnya bicara. Sepertinya tatapan cueknya membuat Hyungseo makin tersulut.
"Kau lupa? Kan kau sendiri yang memberi mereka kupon makan es krim gratis!" ujar Kyuhyun.
"Oh, begitukah?"
"Ah, kau ini, Donghae. Omong-omong, kukira kalian tidak akan datang."
Hyungseo pun nyeletuk, "Tadinya sih, kami—hmph!"
"Ah, maaf ya… seperti kata Minhyun, mungkin otaknya Hyungseo memang agak tidak beres, ehehehe…" kata Minri seadanya. Untuk kedua kalinya, ia membungkam mulut Hyungseo sekuat yang ia bisa. Kadang Hyungseo memang tidak bisa mengerem.
"Bisa kulihat kok," ejek Kyuhyun. Sementara itu Hyungseo cuma bisa melotot karena mulutnya masih dibungkam oleh Minri.
"Nah, kenapa kalian tidak duduk? Pesanlah sesuka hati kalian."
xxXxx
BANANA split, vanilla waffle, strawberry smoothies, plain chocolate,
sampai semangkuk es krim blueberry tiga tumpuk memenuhi meja dihadapan
Minri. Ia dan Youngna sama-sama saling melongok satu sama lain, belum
pernah melihat ada begitu banyak es krim dihadapan mereka. Hyungseo dan
Minhyuk menelan ludah berkali-kali, kelihatannya masih tidak percaya
kalau semua yang didepan itu adalah pesanan mereka berlima. Sementara
itu Donghae dan Kyuhyun hanya cuek bebek seperti sebelumnya.Donghae memperhatikan wajah Minri yang sumringah. Pipinya yang agak chubby terlihat merona berwarna merah muda. Matanya yang bulat berbinar-binar seperti anak kecil, dan bibirnya menyunggingkan senyum yang manis. Donghae mungkin berusaha memungkirinya, tapi tampaknya ia tak bisa membohongi dirinya sendiri kalau Minri memang menarik perhatiannya.
Merasa ada yang memperhatikannya, Minri mengalihkan pandangannya dari es krim blueberry dihadapannya. Tatapannya tertuju pada kedua mata Donghae yang ternyata juga tengah menatapnya. Sekilas, Minri melihat pipi Donghae yang memerah. Cowok itu berdehem keras, membuat Minri tersenyum. Tapi sedetik kemudian, tatapan Donghae sudah berubah cuek kembali.
"Kalian itu penggila es krim atau apa sih? Kalian bisa menghabiskan es krim dan smoothies sebanyak ini?" ujar Donghae akhirnya. Ia kelihatan berusaha mengalihkan tatapannya dari Minri.
"Minri yang paling suka es krim!" ucap Youngna keras.
"Kau?" Donghae menatap lagi wajah Minri. Kali ini wajahnya benar-benar semerah tomat. Ia tak menjawab apa-apa selain hanya mengangguk. "Es krim bisa membuat gigimu sakit kalau kelewat banyak."
"Biasanya aku gosok gigi lima kali sehari, jadi tidak pernah sakit gigi."
Donghae tertawa cukup keras. "Omong-omong, kalian sering kesini?"
"Sebenarnya sih, baru kali ini. Kalau kalian?"
"Aku dan Kyuhyun lebih sering kesini, tapi kalau Siwon… mungkin dia lebih memilih es krim buatan koki pribadinya. Dia itu susah sekali diajak ke tempat makan umum begini."
"Um, Sunbae…" Youngna bicara dengan mulut yang masih penuh dengan smoothies. "Kenapa kalian jarang bersama dengan Siwon-sunbae?"
"Ah, dia itu orang sibuk," jelas Kyuhyun. "Kadang kami yang temannya saja jarang bisa berkumpul dengannya. Ya, kan?"
Donghae mengangguk.
"Kenapa seperti itu? Harusnya kalau kalian memang teman, kalian bisa saling meluangkan waktu bersama."
"Benar, tuh," Hyungseo mengiyakan. "Kami berempat sudah sama-sama sejak SMP, kecuali Minhyuk. Biasanya kami pergi ke kedai jajangmyeon setiap akhir pekan."
"Kedai—apa?"
"Jajangmyeon."
Donghae menghela nafas yang berat. Ia menyilangkan kedua tangannya dengan ekspresi yang sama. Didalam benaknya terdapat banyak hal yang mulai berputar. Entah apakah itu kenyataannya, tapi mungkin yang dikatakan Minri benar. Lagipula, hanya sedikit kenangan yang ia ingat bersama Kyuhyun, Siwon, dan Jungsu. Sejauh yang bisa diingatnya, terakhir kali mereka berempat berlibur bersama adalah saat kelas satu dulu. Itupun tak berlangsung lama…
Ia dan Kyuhyun sama-sama melihat bagaimana bahagianya Hyungseo, Minhyun, Minri, Youngna, dan Minhyuk dihadapannya. Hanya dengan semangkuk es krim pun mereka bisa saling tertawa, bercanda, begitu berbeda.
"Jadi? Menurutmu?" Kata-kata Minri membuat Donghae tersadar dari lamunannya. "Kalian belum cukup dekat satu sama lain, kan?"
Donghae dan Kyuhyun saling tatap. "Mungkin…?"
xxXxx
HEO
Minri kembali ke kehidupannya di sekolah. Pelajaran yang membosankan,
klub renang, matematika, teman-teman sekelas yang tak begitu spesial,
guru-guru galak, matematika, pekerjaan rumah, matematika, matahari yang
panas, dan matematika. Ia heran, kenapa harus ada segitu banyak angka
yang mesti dipelajari seorang murid SMU sepertinya? Kenapa ada begitu
banyak x dan y, dan bilangan kuadrat? Dan kenapa harus ada begitu banyak pekerjaan rumah yang menumpuk?Ya, menumpuk. Minri berjalan di sepanjang koridor dengan membawa setumpuk buku referensi untuk mengerjakan tugas matematikanya. Tapi ia tidak berjalan ke kelas, melainkan ke lokernya untuk menyimpan tumpukan buku itu. Hari ini ada latihan bagi para anggota klub renang, dan menurut Minri ia harus mengikuti latihan itu supaya otaknya tidak terbakar karena kebanyakan bertemu x dan y.
Setelah membereskan buku-bukunya di loker, Minri bergegas menuju aula bagian belakang, tempat kolam renang berada. Begitu sampai disana, ia segera mengganti seragamnya dengan pakaian renang yang baru dibelinya seminggu lalu. Ruang ganti itu berisik karena dipenuhi sekumpulan cewek-cewek penggosip yang rata-rata hanya membicarakan F4. Minri memutar bola matanya dan tertawa. Apa jadinya jika cewek-cewek itu tahu kalau beberapa hari yang lalu ia baru ditraktir es krim oleh dua anggota F4? Pasti akan menggemparkan sekolah, pikirnya.
Begitu mencapai kolam renang, udara yang dingin langsung menyambut hingga membuat Minri bergidik kedinginan. Beberapa meter didepannya, tepatnya di pinggiran kolam, sekelompok perempuan berkumpul. Ya, itulah teman-teman klubnya. Baru satu minggu Minri bergabung dalam klub itu dan baru dua orang yang menjadi temannya.
"Minriii!"
Minri menoleh. Yah, itulah salah satunya, Shinhye. Dia seorang murid kelas satu yang kebetulan sekelas dengannya, jadi kau pasti mengerti alasannya Minri mudah berteman dengan Shinhye.
Shinhye adalah salah satu penggila F4. Dia paling ngefans dengan Donghae. Menurutnya, penampilan Donghae yang cuek bebek itu justru membuat cowok itu terlihat keren. Bahkan sebelum menjadi murid SMU Shinhwa pun, ia sudah mengetahui tentang F4. Entah Shinhye mengetahuinya dari mana, tapi satu hal yang Minri ketahui: Shinhye adalah salah satu yang paling update soal cowok-cowok itu.
"Oh, hai! Kukira kau sudah datang duluan."
"Ada banyak benda yang harus kupindahkan dari loker lama ke loker yang baru."
Minri mengangguk. "Benar juga. Maaf ya, tidak bisa membantumu."
"Tidak apa-apa. Oh, ya, omong-omong, kau tahu Victoria yang dari kelas dua itu?"
Minri berpikir sejenak. "Sepertinya aku tahu. Dia yang paling sering dandan di kantin itu, kan? Kenapa dengannya?"
"Ada kabar buruk, Minri. Dia pindah ke klub renang."
"Memangnya apanya yang buruk?"
Shinhye mengeluh karena Minri nampaknya tak mengerti juga. "Dia kan cinta mati sama Donghae-sunbae! Kalau sampai dia tahu ada juniornya yang naksir cowok itu, matilah…"
"Siapa?"
"Kita!"
xxXxx
'Your
gaze, your appetite, even the songs you enjoyed listening to.
Everything around you is becoming my interest."—A Man in Love, Super
Junior
Tidak ada komentar:
Posting Komentar