Pengikut

Rabu, 07 November 2012

FF KYUMIN Rage Of Angels Yaoi 3

Main cast :
Lee Sungmin (28 tahun)
Cho Kyuhyun (26 tahun)
Lee Donghae (29 tahun)
Choi Siwon (30 tahun)
Other cast just find by ur self
Rate : T
Genre : General, Angst, Romance, Drama, Hurt/Comfort, Suspense *banyak bener genre.a -_-'
Summary : Lee Sungmin adalah seorang ahli hukum yang cerdas, tampan, pekerja keras dan tak mudah ditundukkan.
Hidupnya dibayangi oleh dua orang namja . Keduanya orang hebat dan amat sangat mencintai Sungmin. Namja pertama adalah politikus, yang mempunyai masa depan cemerlang, dan yang akan menjadi ayah dari anak-anaknya. Sedangkan yang seorangnya lagi adalah seorang mafia, satu-satunya yang menjadi tempat berpaling dalam kondisi kritis, tapi juga menghancurkan dunianya.
Disclaimer : Kyumin and other cast belongs to God, their self and their family. Sedangkan cerita ini murni BUKAN dari pemikiran saya. Ini merupakan cerita yang terinspirasi atau bisa dibilang REMAKE dari sebuah novel karangan SIDNEY SHELDON dengan judul yang sama yaitu "Rage Of Angels".
Warning : YAOI, M-preg, OOC, Typo(s) bertebaran, bahasa tidak sesuai dengan EYD. Untuk kalimat yang dicetak tebal, itu merupakan scene yang benar-benar saya copas langsung dari novelnya, berhubung saya kurang mengerti tentang beberapa hal. Sebagian cerita ada yang di ubah dari novel aslinya.
DON'T LIKE? JUST DON'T READ!

Previous
Bagai petir yang menyambar ketika Sungmin mendengar ucapan sang Jaksa Choi. Bagaimana tidak? Menjadi seorang pengecara merupakan cita-citanya dari kecil. Ia begitu ingin mengikuti jejak sang ayah yang merupakan seorang pengecara juga. Image ayahnya sebagai pembela keadilan benar-benar membuat Sungmin ingin mengikuti jejak almarhum ayahnya.
Tapi sekarang ia malah menerima kabar buruk bahwa Hak-nya sebagai seorang pengecara telah dicabut atas kesalahan yang tidak sepenuhnya ia lakukan. Sungguh itu merupakan mimpi buruk bagi seorang Lee Sungmin.
Story begin
~~~~~~~~~~Rage Of Angels~~~~~~~~~
Sungmin berjalan keluar dari gedung Kejaksaan Negeri Kota Seoul dengan lemas, baru menginjakan kaki di halaman depan gedung, tiba-tiba ia diserbu oleh para pemburu berita yang ingin mewawancarainya.
Sungmin-ssi apakah benar Anda yang telah memberi amlop berisi bangkai kepala ular pada Saksi Kim?
Benarkah Anda kaki tangan terdakwa Cho Kyuhyun?
Berapa bayaran yang Anda terima dari Cho Kyuhyun?
Bagaimana nasib karir Anda setelah kasus ini?
Apakah Anda berpikiran untuk mencari pekerjaan dibidang lain?
Pertanyaan demi pertanyaan diajukan oleh para wartawan untuk Sungmin. Namun tidak ada satupun dari pertanyaan itu dijawab oleh Sungmin. Hanya dua kata yang keluar dari mulut Sungmin pada saat itu, yaitu no comment .
Flashback Off
A few days later
Disebuah mewah seorang namja tengah duduk angkuh dengan tatapan mata terarah pada layar televisi. Menyaksikan para membaca berita menyajikan informasi yang saat ini sedang hangat-hangatnya dibahas beberapa hari terakhir ini.
Seringai kemenangan sedari tadi ia tunjukkan ketika ia melihat kakalahan Jaksa Choi, sama sekali tidak ada rasa menyesal dalam dirinya ketika seorang namja tak berdosa harus menanggung akibat dari perbuatan kejinya itu.
"Kau benar-benar licik chagi~."
Tiba-tiba seorang yeoja duduk disamping namja tadi dan mengelus pipinya. Namja itu menepis kasar tangan yeoja yang dengan lancang menyentuh kulit wajahnya.
"Jangan pernah menyentuh wajahku lagi Vic ! dan berhenti memanggilku dengan panggilan menjijikan seperti itu."
Namja dan yeoja atau kita sebut saja nama mereka Kyuhyun dan Victoria adalah sepasang suami istri. tapi biarpun mereka suami istri, Kyuhyun tidak pernah menaruh rasa sedikitpun pada putri mafia itu.
Kyuhyun menikahi Victoria dengan tujuan semata-mata ingin mendapat kekuasaan dan mengambil alih semua aset kekayaan milik keluarga mafia terbesar di Korea Selatan itu.
Bermodalkan kepercayaan yang didapatkan dari Kang Young Min – ayah Vic – Kyuhyun mudah untuk melancarkan rencananya. Ditambah lagi dengan putri tunggal ketua mafia itu cinta mati padanya, sehingga makin memuluskan aksinya.
Dan jadilah sekarang seorang Kyuhyun menikahi Voctoria tanpa disertai dengan perasaan yang sama dengan Vict – cinta –. Berbeda dengan Kyuhyun, Victoria sangat mencintai Kyuhyun lebih dari apapun, ia telah dibutakan oleh rasa cintanya itu, sehingga ia mau saja menuruti perkataan Kyuhyun, salah satunya agar tidak member tahukan hubungan mereka sebenarnya pada ayah Vict.
"Kau masih belum berubah Kyu, kapan kau bisa membalas perasaanku? Sudah 4 tahun berlalu, tapi kau masih belum bisa belajar untuk mencintaiku," ujar Vict sedih.
"Aku sudah pernah mengatakannya padamu, bahwa aku tidak akan pernah bisa mencintaimu Vict, dan kau tahu alasannya. Jadi berhenti beharap untuk itu," ucap Kyuhyun sarkatis.
"Hah~ arraseo, aku mengerti. Alasannya selalu sama dan aku tidak akan bisa memaksamu," jawab Vict pasrah.
"Hari ini kita akan menjenguk appa, jadi kumohon bersikaplah layaknya kita suami istri yang mesra," pinta Vict sebelum ia pergi meninggalkan Kyuhyun.
"Hmm," hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Kyuhyun. Ia sungguh malas jika harus pergi menemui ayah mertuanya itu.
"Kenapa si tua bangka itu lama sekali matinya, kalau tahu begitu lebih aku langsung saja membunuhnya, tidak dengan cara lamban seperti ini," ucap Kyuhyun dalam hati. Hanya dalam hati, takut-takut jika ada yang mendengarnya. Kalau sampai ada yang mengetahui rencananya maka ia akan gagal sebelum ia mendapatkan apa yang ia inginkan.
Jangan salah, walaupun ayah mertua Kyuhyun bisa dibilang sudah berumur dan 'berpenyakitan', laki-laki tua itu tidak bisa dianggap remeh. Ia memiliki kaki tangan di mana – mana. Jadi jangan heran kalau tembokpun bisa menjadi pendengar yang sangat baik.
Sungmin's side
Hidup Sungmin berubah drastis setelah pemberitaan tentang dirinya muncul dipermukaan publik. Kemanapun ia pergi ia selalu melihat sosok dirinya diberitakan baik itu dalam surat kabar maupun televisi. Jika yang diberitakan adalah hal yang baik, mungkin Sungmin tidak akan merasa tertekan akan hal itu. Tapi yang diberitakan adalah sosok dirinya yang dibuat seakan-akan ia adalah seorang pelaku kriminal yang sangat berbahaya. Dan karena itu Sungmin selalu ditatap dengan tatapan intimidasi oleh orang-orang yang melihatnya di jalan. Poor Uri Sungmin.
Sungmin's POV
Heuh~ aku benar-benar merasa lelah. Sekarang ini aku lebih memilih untuk mengurung diri di apartemen kecil milikku daripada harus berasa di luar dengan melihat tatapan benci orang lain terhadapku. Tidak pernah aku bayangkan karirku di dunia hukum akan jadi seperti ini. Memang hak kerjaku hanya dicabut untuk sementara waktu, tapi tidak ada yang menjamin kalau setelah ini orang-orang akan menerimaku menjadi ahli hukum lagi.
"Appa mianhae, saat ini aku belum bisa mewujudkan mimpi kita, tapi aku berjanji tidak akan menyerah begitu saja dengan keadaan, aku hanya butuh waktu untuk bisa membuktikan bahwa aku tidak bersalah dan aku mempunyai kemampuan dalam dunia hukum," ucapku yang entah akan didengar atau tidak oleh appa di surga.
Ayahku memang sudah meninggal sejak aku berumur 15 tahun. Ia meninggal karena mengidap penyakit yang tak seharusnya ia alami. Penyakit yang disebabkan oleh perempuan yang aku panggil dengan sebutan eomma.
Wanita itu – eomma – meninggalkan aku dan appa demi pria lain yang lebih kaya dari appa. Ia meninggalkan kami dengan rasa tidak bersalah sama sekali. Itulah yang membuatku sangat membenci eomma. Dan yang lebih membuatku tidak sudi untuk memanggilnya dengan sebutan eomma adalah ketika appa harus jatuh sakit karena memikirkan eomma, dan sayangnya eomma tidak pernah peduli akan hal itu bahkan sampai appa menghembuskan nafas terakhinya.
Semua yang eomma lakukan cukup membuatku untuk tidak mudah merasakan jatuh cinta. Terbukti sampai sekarang aku belum pernah merasakan persaan cinta pada seorang lawan jenis. Dan yang paling penting aku tidak akan pernah jatuh cinta pada orang yang sudah berkeluarga, karena itu akan mengingatkanku atas kesalahan eomma dan kematian appaku.
"Cuacanya begitu panas, lebih baik aku mandi dulu agar badanku segar kembali, " ucapku dan bergegas menuju kamar mandi.
Byurr., ahh~ segar sekali, airnya terasa lebih dingin dari biasanya. Aku jadi ingin berlama-lama untuk mandi.
Ting tong ting tong
Eh? Sepertinya ada orang yang memencet bel, nugu? Sepengetahuanku aku sama sekali tidak memiliki kenalan di Seoul. Oh iya, aku memang bukan warga asli Kota Seoul, aku berasal dari Busan. Jadi jangan heran kalau aku tidak memiliki teman atau saudara disini.
Karena yakin ada orang yang memencet bel, aku langsung mengambil handuk dan melilitkannya di pinggangku.
Clekkk
"Anyeonghasseo! Apa Anda yang bernama Tuan Lee Sungmin?" tanya orang yang ada dihadapanku ini. Tapi kenapa ia menatapku seperti itu? Astagaa, aku sampai lupa, aku hanya mengenakan handuk. Otomatis tubuhku yang putih mulus ini dilihat oleh namja ini. Tanpa permisi, akupun langsung menutup kembali pintu apartemen milikku, tidak kupedulikan raut heran dari orang tadi. Segera aku menuju kamar dan memakai pakaianku. Setelah kupastikan semuanya sudah terpakai, aku kembali membuka pintu.
"Mianhae Anda telah menunggu lama. Oh iya, saya Lee Sungmin, ada yang bisa saya bantu tuan?"
"Ne, tapi bisakah kita berbicara di dalam saja? Agar bisa lebih nyaman."
"Ah , mian. Silahkan masuk," ujarku mempersilahkan. Ada apa denganmu Lee Sungmin, kenapa kau jadi salah tingkah begini. Apa ini efek dari aku keluar dalam keadaan setengah telanjang sehingga namja yang tak ku kenali melihat tubuh bagian atasmu? Oh ayolah, kalian itu sesama namja, dan aku masih normal, tidak usah merasa aneh.
"Silahkan duduk Tuan."
"Gamsahamnida Sungmin-ssi, oh, perkenalkan Lee Donghae imnida," ucap namja yang bernama Lee Donghae itu sambil menjulurkan tangannya ke arahku. Akupun membalas uluran tangannya.
"Lee Sungmin imnida, ada yang bisa saya bantu Donghae-ssi?"
"Saya ke sini ingin memberitahukan kepada Sungmin-ssi bahwa Jaksa Choi telah mengajukan banding agar Hak kerja Anda dikembalikan seperti sedia kala."
"Mwo? Anda serius?" oh Tuhan, aku senang sekali mendengarnya.
"Ne, tapi dengan satu syarat, Anda harus menceritakan kejadian yang menimpa Anda dengan sebenar-benanya kepada saya."
"Baiklah saya akan menceritakannya pada Anda Donghae-ssi," ucapku semangat.
Akupun menceritakan semuanya dari awal tanpa terlewati sedikitpun. Mulai dari aku terlambat menghadiri acara penyumpahan hingga ada seorang namja yang memberikanku amplop laknat itu. Butuh waktu kira-kira 20 menit aku menjelaskan semua itu.
"Apakah Anda yakin, semua sudah Anda ceritakan tanpa ada yang terlupakan?" tanya Donghae padaku. Aku dapat merasakan ada aura-aura kalau ia tidak percaya dengan kata-kataku.
"Jangan katakan kalau Anda juga tidak mempercayaiku Donghae-ssi?"
"Bukan begitu maksud saya Sungmin-ssi. Saya hanya ingin memastikan saja, mungkin Anda melupakan sesuatu, misalnya dengan Cho Kyuhyun?"
"CUKUP! Donghae-ssi, jika Anda tidak mempercayai semua perkataan saya, silahkan keluar dari sini. Saya sangat lelah karena tidak ada satu orangpun yang mempercayai perkataan saya. Dan itu benar-benar membuat saya muak," ucapku marah karena namja yang tadinya aku kira orang yang baik – mau percaya padaku – ternyata sama saja dengan orang-orang di luar sana.
"Silahkan! Anda bisa segera pergi dari tempat ini," usirku pada Donghae. Aku tidak peduli akan dicap sebagai orang yang tidak tahu sopan santun. Yang kubutuhkan saat ini hanyalah waktu untuk menenangkan diri.
Setelah mengusir Donghae keluar, aku langsung duduk kembali di sofa. Padahal moodku sudah agak membaik hari ini, tapi malah dirusak dengan kehadiran orang yang membuat pusing kepala saja.
Sungmin's POV End
Other side
" Bwahaahaha, kasian sekali nasibmu hyung. Aku jadi penasaran sama namja yang bernama Lee Sungmin itu. Waktu sidang aku tidak hadir, jadi tidak bisa melihatnya."
Suara tawa itu terdengar dari mulut seorang namja imut tapi tampan yang sedang menertawakan namja lainnya yang sudah ia anggap sebagai hyung. Jadi dapat disimpulkan bahwa di tempat itu ada dua namja.
Yaitu Lee Donghae dan Kim Kibum, rupanya setelah diusir dari apartemen Sungmin, Donghae langsung menemui Kibum di sebuah kafe.
"Yak Kibummie, ini semua gara-garamu, kalau bukan karena kau yang meminta bantuanku untuk membantu Siwon, aku tidak akan pernah mau. Untuk apa aku repot-repot membantu orang sombong seperti Siwon, buang-buang waktu saja."
"Yaa~ Donghae hyung, kau jangan bicara seperti itu, aku jadi tidak enak meminta bantuan padamu," ucap namja yang diketahui bernama Kim Kibum, asisten sekaligus orang terdekat Choi Siwon.
"Heii, kau ini, aku hanya bercanda, jangan diambil hati ne?"
"Hehe,ne hyung kau kan baik, jadi tidak mungkin kau seperti itu. Oh ya hyung, aku jadi penasaran dengan sosok yang bernama Lee Sungmin itu. Bagaimana rupanya?" tanya Kibum penasaran.
"Jika dilihat dari wajahnya, ia namja yang polos dan apa adanya. Jadi hyung sangat yakin kalau dia hanyalah korban dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dan ia sangat manis, badannya juga putih mulus tanpa cacat," jelas Donghae.
"Jeongmal? Tapi aku tidak yakin kalau Siwon hyung akan melepaskannya begitu saja, walau ia tidak bersalah sekalipun, tetap saja ia yang menyerahkan amplop itu dan menyebabkan Siwon hyung kalah dari Cho Kyuhyun."
"Hm, kau benar sekali. Siwon bukan tipe orang yang suka memaafkan, aku jadi kasihan pada Sungmin," ujar Donghae
"Apa besok kau akan menemui Sungmin lagi hyung?"
"Tentu, aku akan membantunya. Sebenarnya hyung bersedia membantumu bukan hanya untuk kepentingan Siwon, tapi hyung merasa kasihan pada Sungmin jadi hyung berniat untuk membantunya tanpa sepengetahuan Siwon."
"Kau memang berhati malaikat hyung, kau bahkan tidak mengenal Sungmin, tapi kau malah ingin membantunya," ujar Kibum yang hanya disambut dengan senyuman oleh Donghae.
Keesokan harinya
Ting tong ting tonng
"Anyeong hasse –," belum selesai Donghae menyapa sang pemilik apartemen, pintu apartemen itu keburu ingin ditutup oleh tuan rumah.
"Jakkaman, Sungmin-ssi, tolong dengarkan dulu penjelasan saya."
Rupanya Donghae datang untuk menemui Sungmin lagi.
"Ada apa lagi Donghae-ssi," tanya Sungmin ketus
"Boleh saya duduk di dalam?" tawar Donghae. Sungmin terlihat berpikir sebentar sebelum ia mengiyakan. "Baiklah, ayo masuk," ucap Sungmin ketus.
"Mianhae Sungmin-ssi, kemarin saya telah membuat Anda marah. Saya tidak bermaksud begitu, hanya saja saya ingin melihat bagaimana reaksi Anda."
"Apa maksud Anda Donghae-ssi?" tanya Sungmin heran.
"Dari awal ketika melihat Anda di televisi, saya yakin bahwa Anda tidak bersalah. Dan saya jadi tambah yakin kalau Anda memang hanyalah korban setelah melihat reaksi Anda kemarin."
"Saya berjanji akan membantu Anda Sungmin-ssi," lanjut Donghae.
Sungmin jadi merasa bersalah pada Donghae, ia sudah menuduhkan yang tidak-tidak pada namja itu. Apalagi kemarin ia dengan tidak sopannya malah mengusir Donghae yang berniat baik padanya. Sungmin jadi malu sendiri mengingat kejadian kemarin. Hah~memalukan.
"Gasahamnida, jeongmal gamsahamnida Donghae-ssi. Mianhae kemarin saya telah mengusir Anda," sesal Sungmin.
"Gwaencanha Sungmin-ssi, saya mengerti keadaan Anda. Baiklah, saya masih ada urusan lain. Jadi saya permisi pulang dulu Sungmin-ssi," pamit Donghae.
"Ne, sekali lagi jeongmal gamsahamnida Donghae-ssi," ujar Sungmin lagi, dan hanya dibalas senyuman memikat oleh Donghae. Sungmin merasa ada sesatu yang aneh dengan hatinya ketika melihat senyum milik Donghae.
Sungmin's POV
Lee Donghae, hmm, namja yang baik. Aku jadi merasa bersalah karena sudah berpikiran yang tidak-tidak tentangnya. Padahal namja itu tidak mengenalku sama sekali, tapi ia bersedia membantuku. Tidak salah aku menilainya. Dari wajahnya saja sudah kelihatan kalau ia adalah namja yang berhati malaikat.
Wajahnya begitu tampan dan rupawan. Sorot matanya meneduhkan hati. Senyumnya juga sangat memikat. Benar-benar tipe namja idaman.
T.B.C

3 komentar:

  1. Anyeong^^

    Hmm, boleh saya komen gak??

    Sebenarnya maksud chingu publish FF yang bukan milik kmu apa nih??
    Knapa gak minta izin dulu sama pemilik aslinya??
    Bukannya mau gimana2, saya tau nih ff gak ada bagus2nya, tapi setidaknya hargailah orang *saya* yg telah capek2 buat ff ini, gak ada susahnyakan ??

    gomawo :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yaa maaf jga saya jga gkk tau,, orang ada anak nitip suruh pos ff ini,, ya sya nrut aja,,

      Hapus
  2. hmmmm...
    mian chingu aku mau komen, ni ff bukan punya km kn?
    aku tau siapa yg punya ff ini, jadi tolong hargai dong dia yg dah capek2 ngebuat ff, gimana perasaan chingu klo karya.a di ambil ma orang lain tanpa seizin chingu?
    tolong HARAGAILAH temenku yg dah ngebuat ff ini :)
    gomawo

    BalasHapus