Main cast :
Lee Sungmin (28 tahun)
Cho Kyuhyun (26 tahun)
Lee Donghae (29 tahun)
Choi Siwon (30 tahun)
Other cast just find by ur self
Rate : T
Genre : General, Angst, Romance, Drama, Hurt/Comfort, Suspense *banyak bener genre.a -_-'
Summary : Lee Sungmin adalah seorang ahli hukum yang cerdas, tampan, pekerja keras dan tak mudah ditundukkan.
Hidupnya
dibayangi oleh dua orang namja . Keduanya orang hebat dan amat sangat
mencintai Sungmin. Namja pertama adalah politikus, yang mempunyai masa
depan cemerlang, dan yang akan menjadi ayah dari anak-anaknya. Sedangkan
yang seorangnya lagi adalah seorang mafia, satu-satunya yang menjadi
tempat berpaling dalam kondisi kritis, tapi juga menghancurkan dunianya.
Disclaimer
: Kyumin and other cast belongs to God, their self and their family.
Sedangkan cerita ini murni BUKAN dari pemikiran saya. Ini merupakan
cerita yang terinspirasi atau bisa dibilang REMAKE dari sebuah novel
karangan SIDNEY SHELDON dengan judul yang sama yaitu "Rage Of Angels".
Warning
: YAOI, M-preg, OOC, Typo(s) bertebaran, bahasa tidak sesuai dengan
EYD. Untuk kalimat yang dicetak tebal, itu merupakan scene yang
benar-benar saya copas langsung dari novelnya, berhubung saya kurang
mengerti tentang beberapa hal. Sebagian cerita ada yang di ubah dari
novel aslinya.
Kalimat yang di cetak tebal, itu kata2 yg langsung di copas dari novel.a..
Notification !
Perbandingan cast yang ada di FF ini dengan cast yang ada di novel asli.
Lee Sungmin as Jennifer Parker *dinovel.a si Jennifer ini perempuan, karena ini memang novel straight*
Cho Kyuhyun as Michael Moretti
Choi Siwon as Robert Di Silva
Lee Donghae as Adam Warner
DON'T LIKE? JUST DON'T READ!
Previous
Dari
kejauhan, Sungmin melihat ada seorang namja berbicara pada Jaksa Choi.
Kemudian namja itu berjalan ke arahnya. Ia menyerahkan sebuah amplop
kepada Sungmin dan mengatakan bahwa itu dari Jaksa Choi Siwon yang akan
ditujukan pada saksi Kim Sang Hyun.
Sungmin percaya saja
pada namja itu, karena ia melihat dengan mata kepalanya sendiri ketika
namja tadi berbicara dengan Jaksa Choi.
Akhirnya Sungmin
mengikuti apa yang dikatakan oleh namja yang memberikan amplop tadi.
Sungmin memang tidak tahu dimana tempat saksi itu dibawa, namun ia cukup
tau, tempat orang-orang yang membawa saksi itu. Jadi ia berpikiran
untuk menitipkannya di sana.
Story begin
~~~~~~~~~~Rage Of Angels~~~~~~~~~~
Sungmin berjalan menuju sebuah ruangan yang diketahui sebagai tempat orang-orang yang tadi membawa saksi Kim Sang Hyun.
Baru
Sungmin akan melangkahkan kakinya untuk lebih mendekat lagi, tiba-tiba
ia dihadang oleh dua orang namja. Seorang dari mereka memiliki wajah
yang lancip dengan ekspresi wajah datar. Yang satunya lagi namja yang
badannya lebih kurus dari namja yang pertama. Wajahnya ramah dan
bersahabat, namun terlihat dipaksakan agar terlihat datar dan
menakutkan.
"Anda mau ke mana Tuan?" Tanya salah seorang dari mereka.
"Saya ingin menemui saksi Kim Sang Hyun."
"Maaf Anda siapa? Untuk apa Anda ingin menemui Saksi Kim?"
"Saya
adalah salah seorang staff Jaksa Choi Siwon dan saya mendapat amanat
untuk menyampaikan amplop ini pada Saksi Kim," jelas Sungmin.
"Bisa tunjukkan kartu identitas Anda?" Tanya salah seorangnya lagi, kali ini namja yang berbadan kurus yang bersuara.
Sungmin
memberikan kartu identitas miliknya yang diterima oleh namja berwajah
datar. Kedua namja itu saling bertatapan setelah melihat kartu identitas
Sungmin, kemudian mereka sama-sama menganggukkan kepala ke arah satu
sama lain.
"Maaf Tuan Lee Sungmin, Anda tidak bisa menemui Saksi
Kim, walau Anda staf dari Jaksa Choi sekalipun. Maka dari itu, berikan
saja amplop itu pada kami, biar kami yang menyampaikannnya."
"Ah, ne, saya mengerti. Ini amplopnya," ucap Sungmin lalu memberikan amplop itu pada namja yang kurus.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan-tuan, gamsahamnida," lanjut Sungmin dan segera meninggalkan tempat itu.
Skip time~
Tanpa
terasa waktu 15 menit berlalu begitu saja. Kini semua orang telah
kembali memasuki ruang sidang dan melanjutkan sidang yang tadi ditunda.
Sungmin juga sudah duduk tenang di tempatnya semula.
Ada yang
berbeda saat sidang lanjutan dimulai. Orang-orang yang awalnya duduk
dengan tenang, kini mulai saling berbisik heran karena saksi yang
ditunggu-tunggu tak kunjung memasuki ruang sidang.
Dan itu juga
sangat terlihat dari Jaksa Choi. Raut wajah kemenangan yang sejak tadi
ia tunjukkan berubah menjadi mimic penuh amarah dan murka. Bagaimana
tidak? Kesempatan yang selama ini ia tunggu-tunggu kini telah lepas dari
genggamannya.
Ketika sidang akan dimulai Siwon mendapat kabar
bahwa kondisi saksi Kim Sang Hyun saat ini tidak memungkinkan untuk
melanjutkan sidang. Pria itu dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Ia
tidak berani menemui siapapun, ia terlihat sangat ketakutan, bahkan
untuk menatap dan diajak bicarapun ia tak mau. Keberanian yang ia
tunjukkan saat sidang seakan lenyap begitu saja.
Alhasil sidang
kali ini dihentikan. Dan karenanya Hakim memutuskan bahwa Cho Kyuhyun
TIDAK BERSALAH dan ia dibebaskan dari segala tuduhan.
Sontak
keputusan hakim itu tambah membuat Siwon murka. Siwon bersumpah ia akan
menuntut balasan pada siapa saja yang menyebabkan ini semua.
Semua
orang kaget dengan hasil sidang kali ini. Dugaan mereka kali ini
benar-benar meleset. Sungmin juga tak kalah kagetnya. Pasalnya ia begitu
yakin bahwa Jaksa Choi akan memenangkan kasus ini.
Sungmin's POV
Hah~ hasil sidang kali ini benar-benar diluar perkiraan, aku sudah yakin sekali kalau Jaksa Choi akan menang dalam kasus ini.
"Apa Anda yang bernama Lee Sungmin?"
Eh? Ada orang yang bicara denganku kah?
Ketika aku menoleh ke belakang, aku melihat seorang namja sedang berdiri dihadapanku.
"Ne, saya Lee Sungmin," jawabku.
Tiba-tiba saja orang itu menarik tanganku dengan agak kasar.
"Apa-apaan ini? Kenapa Tuan menarik tangan saya, lepas, lepaskan!"
"Mohon jangan melawan Sungmin-ssi, Anda harus ikut dengan saya ke suatu tempat."
Siapa orang ini? Kenapa ia menyeretku seperti ini? Aku jadi terlihat seperti buronan yang sedang tertangkap basah olehnya.
"Aww,"
ringisku karena ditarik paksa oleh namja yang tak kukenal ini. Omo,
kenapa namja ini seenaknya sekali. Sayang sekali badanku lebih kecil
darinya, jadi aku tidak bisa melawan.
Setelah lama berjalan dengan keadaan terseret, kulihat namja tadi berhenti di depan sebuah pintu.
"Masuklah Sungmin-ssi, seseorang telah menunggu Anda di dalam," ucapnya sambil melepas cekalannya pada tanganku.
Aku
sedikit memijat pergelangan tanganku yang agak memerah karena tarikan
namja tadi. Eh? Tapi tadi dia bilang seseorang sedang menungguku. Nugu?
Untuk menghilangkan rasa penasaranku, aku langsung saja memutar knop pintu yang ada dihadapanku ini.
Sungmin's POV end
Clekk
Suara
pintu terbuka mulai terdengar. Sungmin menyembulkan kepalanya dari arah
pintu. Yang terlihat olehnya hanyalah sebuah ruangan sempit yang di
dalamnya hanya terdapat sebuah meja dan dua kursi yang saling
berhadapan. Terlihat seperti ruangan yang digunakan untuk mengintrogasi
seorang tersangka kasus kriminal.
Sungmin dapat menangkap dengan matanya sesosok manusia tengah berdiri membelakanginya.
"Siapa orang itu?" batin Sungmin
Namun rasa penasarannya langsung terjawab ketika orang itu membalikkan badan ke arahnya.
Choi Siwon, orang itu adalah Jaksa Choi Siwon. Siwon mulai berjalan ke arah Sungmin dan berdiri tepat dihadapan Sungmin.
"Senang bisa bertemu lagi denganmu Sungmin-ssi," sapa Siwon dengan nada sinis.
Sungmin
merasa ada yang aneh dengan sapaan Siwon, jelas sekali dari nadanya
bahwa itu bukan sapaan yang ramah. Tanpa basa-basi, Sungmin langsung
bertanya untuk apa Siwon menyuruh orang untuk menyeretnya ke sini.
"Maaf Jaksa Choi, untuk apa Anda menyuruh orang untuk menyeret saya ke sini?"
"Kau tidak tahu alasanku membawamu ke sini? Ckck, pintar sekali kau berakting Tuan Lee."
"Apa maksud Anda? Saya tidak mengerti," Tanya Sungmin heran.
"Dibayar
berapa oleh Cho Kyuhyun sehingga kau berani berbuat sejauh itu?"
bukannya menjawab pertanyaan Sungmin, Siwon malah bertanya kembali.
"Maaf, tapi saya benar-benar tidak mengerti arah pembicaraan Anda Jaksa Choi."
"Kau
jangan berbohong lagi Lee Sungmin-ssi, jika bukan Cho Kyuhyun, siapa
lagi yang membayarmu untuk memberikan amplop itu pada Kim Sang Hyun?"
"Oh,
jangan-jangan kau memiliki hubungan special dengan Kyuhyun sehingga kau
mau saja diperintah olehnya? Atau bahkan kau melakukan ini dengan
imbalan Kyuhyun akan menyetubuhimu?"
PLAKK
Satu tamparan
keras Sungmin arahkan pada pipi Siwon. Ia benar-benar tidak bisa terima
dengan perkataan Siwon yang terakhir. Masa bodoh dengan status Siwon
sebagai jaksa penuntut umum sekaligus seniornya yang terhormat dalam
dunia hukum itu.
"Harap jaga mulut Anda Siwon-ssi, saya bukan
orang yang seperti itu. Saya adalah namja baik-baik dan masih normal,
tidak seperti yang Anda katakan. Saya bahkan tidak kenal dengan Cho
Kyuhyun," ucap Sungmin dengan mata merah karena menahan amarah.
Siwon
mengusap pipinya yang tadi ditampar oleh Sungmin. Terlihat cap 5 jari
milik Sungmin membekas diwajahnya. Bukannya merasa sakit, malah senyum
meremehkan tercetak dari bibir Siwon.
"Lantas jika tidak ada yang
membayarmu, atas dasar apa kau mendatangi saksiku dan memberikan amplop
ini, hah?" bentak Siwon sambil melemparkan isi amplop yang dari tadi
berada ditangannya dihadapan Sungmin.
Betapa kagetnya Sungmin
ketika melihat isi dari amplop itu berhamburan keluar. Potongan bangkai
kepala ular yang tidak terlalu besar dengan darah segar yang masih
mengalir dari lehernya. Bangkai itu dibungkus rapi dengan plastic
transparan sehingga daranya tidak mengalir menembus amplop itu.
"Saya
memang memberikan amplop itu, tapi saya melakukan itu semua atas dasar
perintah yang Anda suruh dan saya tidak tahu apa isinya," ujar Sungmin
apa adanya. Ia sudah bisa menyembunyikan rasa kagetnya.
"Saya tidak pernah memerintahkan Anda untuk memberi amplop itu Sungmin-ssi," ujar Siwon dengan nada penuh penekanan.
Sungmin
mengernyit bingung, kalau bukan Siwon yang memerintahnya, siapa lagi?
Jelas-jelas tadi ia melihat orang yang telah memberikan amplop itu
berbicara dengan Siwon.
"Tapi saya jelas-jelas melihat bahwa orang yang memberi amplop itu pada saya, berbicara dengan Anda Jaksa Choi."
"Anda
ceroboh atau memang Anda terlalu bodoh Sungmin-ssi, banyak orang yang
mengerubuni saya pada waktu itu, bagaimana mungkin Anda bisa percaya
begitu saja dengan orang yang mungkin hanya terlihat sedang berbicara
dengan saya."
DEG
Sungmin merasa ucapan Siwon ada benarnya,
ia tidak memperhatikan baik-baik kondisi saat itu. Siwon memang sedang
dikerubuti oleh para pengejar berita – wartawan – dan orang-orang yang
ingin berbicara padanya. Dilihat dari sudut pandang manapun, orang-orang
itu akan terlihat sedang mengobrol dengan Siwon.
"Kau ceroboh Sungmin-ssi, jadi kau akan menerima akibatnya," ucap Siwon ditelinga Sungmin sebelum keluar dari ruangan itu.
Sungmin
hanya diam ditempatnya, ia merasa sesuatu yang buruk akan menimpanya.
Ia yakin Siwon tidak pernah main-main dengan ucapannya.
~~~~~~~~~~Rage Of Angels~~~~~~~~~~
Semua
isi artikel yang ada di setiap surat kabar maupun televisi, kompak
membahas satu topic, yaitu topic tentang sidang perdana yang melibatkan
mafia Cho Kyuhyun sebagai terdakwa. Namun yang menarik perhatian para
pemburu berita kali ini bukanlah hasil akhir dari sidang itu, tetapi
lebih tepatnya seorang namja yang diketahui sebagai penyebab kegagalan
Jaksa Choi dalam kasus itu.
Namja yang dimaksud adalah Lee
Sungmin. Rupanya berita tentang Lee Sungmin yang menyerahkan amplop yang
berisi bangkai kepala ular pada Kim Sang Hyun menarik perhatian mereka
dan tersebar luas dengan cepat.
Selain itu kisah karir singkat seorang Lee Sungmin yang belum genap sehari menjadi pengecara begitu menarik untuk dibahas.
Flashback On
Sehari
setelah Sungmin berbicara dengan Jaksa Choi, ia mendapat panggilan dari
Kejaksaan Negeri Kota Seoul. Ia diintrogasi layaknya seorang pelaku
kriminal dalam sebuah ruangan tertutup.
"Lee Sungmin-ssi, apakah
Anda benar-benar tidak dibayar oleh terdakwa Cho Kyuhyun?" Tanya salah
seorang ahli hukum yang sedang mengintrogasi Sungmin. Jaksa Choi Siwon
juga berada di tempat itu.
"Saya sudah mengatakan berkali-kali
bahwa saya sama sekali tidak mengenal dengan Cho Kyuhyun, jadi tidak
mungkin saya dibayar olehnya," memang, sudang berulang-ulang pertanyaan
tadi diajukan pada Sungmin, Sungmin sampai merasa bosan mendengarnya.
"Baiklah,
dengan sangat menyesal kami dari pihak kejaksaan akan menghapus hak
kerja Anda sebagai pengecara untuk sementara waktu, sampai Anda terbukti
tidak bersalah dalam kasus ini," tutur Jaksa Choi mengambil alih dari
ahli hukum sebelumnya.
Bagai petir yang menyambar ketika Sungmin
mendengar ucapan sang Jaksa Choi. Bagaimana tidak? Menjadi seorang
pengecara merupakan cita-citanya dari kecil. Ia begitu ingin mengikuti
jejak sang ayah yang merupakan seorang pengecara juga. Image ayahnya
sebagai pembela keadilan benar-benar membuat Sungmin ingin mengikuti
jejak almarhum ayahnya.
Tapi sekarang ia malah menerima kabar
buruk bahwa Hak-nya sebagai seorang pengecara telah dicabut atas
kesalahan yang tidak sepenuhnya ia lakukan. Sungguh itu merupakan mimpi
buruk bagi seorang Lee Sungmin.
T.B.C
Tidak ada komentar:
Posting Komentar