Main cast :
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Lee Donghae
Choi Siwon
Other cast just find by ur self
Rate : T
Genre : General, Angst, Romance, Drama, Hurt/Comfort, Suspense *banyak bener genre.a -_-'
Summary : Lee Sungmin adalah seorang ahli hukum yang cerdas, tampan, pekerja keras dan tak mudah ditundukkan.
Hidupnya
dibayangi oleh dua orang namja . Keduanya orang hebat dan amat sangat
mencintai Sungmin. Namja pertama adalah politikus, yang mempunyai masa
depan cemerlang, dan yang akan menjadi ayah dari anak-anaknya. Sedangkan
yang seorangnya lagi adalah seorang mafia, satu-satunya yang menjadi
tempat berpaling dalam kondisi kritis, tapi juga menghancurkan dunianya.
Disclaimer
: Kyumin and other cast belongs to God, their self and their family.
Sedangkan cerita ini murni BUKAN dari pemikiran saya. Ini merupakan
cerita yang terinspirasi atau bisa dibilang REMAKE dari sebuah novel
karangan SIDNEY SHELDON dengan judul yang sama yaitu "Rage Of Angels".
Warning
: YAOI, M-preg, OOC, Typo(s) bertebaran, bahasa tidak sesuai dengan
EYD. Untuk kalimat yang dicetak tebal, itu merupakan scene yang
benar-benar saya copas langsung dari novelnya, berhubung saya kurang
mengerti tentang beberapa hal. Sebagian cerita ada yang di ubah dari
novel aslinya. Kalimat yang di cetak tebal, itu kata2 yg langsung di
copas dari novel.a..
Notification !
Perbandingan cast yang ada di FF ini dengan cast yang ada di novel asli.
Lee Sungmin as Jennifer Parker *dinovel.a si Jennifer ini perempuan, karena ini memang novel straight*
Cho Kyuhyun as Michael Moretti
Choi Siwon as Robert Di Silva
Lee Donghae as Adam Warner
Umur tidak sesuai dengan isi novel :
Sungmin : 28thn
Kyuhyun : 26thn
Siwon : 30thn
Donghae : 29thn
DON'T LIKE? JUST DON'T READ!
~~~~~~~~~~Rage Of Angels~~~~~~~~~~
Sebuah
bangunan kokoh berdiri dengan angkuhnya di tengah-tengah hiruk pikuk
Kota Seoul. Bangunan yang merupakan sebuah tempat dimana sebagian orang
menentukan nasib sebagian orang lainnya. Tempat untuk menentukan
bersalah atau tidaknya seseorang.
Bangunan yang dimaksud adalah Gedung Pengadilan Kriminal yang terletak di pusat Kota Seoul.
Saat
ini gedung tersebut sedang dipenuhi oleh manusia-manusia yang ingin
menyaksikan secara langsung drama 'pertarungan' antara seorang jaksa
tinggi pengadilan dengan seorang namja tampan yang berwatakkan tenang,
namun dibalik itu semua tidak ada yang menyangka bahwa ia adalah seorang
mafia.
Para wartawan, warga sipil dan orang-orang yang berkepentingan dalam bidangnya, berkumpul di tempat itu.
Choi Siwon, nama jaksa yang akan berperan sebagai 'pemangsa' kali ini.
Adalah
seorang namja tampan, berbadan tinggi, berkulit putih dan memiliki
lesung pipi. Namun sayangnya, wajahnya yang rupawan itu berbanding
terbalik dengan wataknya.
Choi Siwon adalah seseorang yang kejam
dan ambisius yang sangat angkuh. Tegas dalam bertindak. Mengatasnamakan
rakyat disetiap perbuatannya. Padahal dibalik itu semua, ia tak lebih
dari seorang namja bermuka dua yang pendendam dan sulit untuk memaafkan.
Di
depan rakyat ia bisa memasang wajahnya yang ramah dan bersahabat guna
menarik simpati orang banyak. Simpati? Untuk apa seorang jaksa
pengadilan manarik simpati rakyat?
Jawabannya adalah karena Choi
Siwon tidak hanya terjun dalam dunia hukum, tetapi juga terlibat dalam
dunia politik. Saat ini ia berencana untuk menjadikan dirinya sebagai
calon Perdana Menteri Korea Selatan. Maka dari itu, ia sedang
mengumpulkan simpati rakyat sebanyak-banyaknya demi kepentingan itu.
Terlepas
dari topeng bersahabatnya itu, disisi lain Choi Siwon dapat menjelma
menjadi iblis yang tidak berperikemanusiaan. Siapa saja yang menghalangi
atau bahkan menggagalkan rencananya, maka siap-siap orang itu tidak
akan hidup dengan tenang. Karena dengan kekuasaannya, ia bisa melakukan
apa saja yang ia mau.
Sedangkan yang akan menjadi 'mangsa' kali ini adalah Cho Kyuhyun. Seorang namja yag tak kalah tampannya dari Jaksa Choi.
Cho
Kyuhyun adalah menantu dari Kang Young Min, seorang pemimpin dari
keluarga-keluarga mafia terbesar yang ada di wilayah Kota Seoul.
Ia
sudah terlibat dalam berbagai kasus kriminal, seperti pembunuhan,
penyelundupan senjata tajam, perdagangan narkoba dll. Namun di setiap
tindakan kriminal yang ia lakukan, tidak ada seorang jaksapun yang mampu
memberikan bukti atas kejahatan yang dilakukan Kyuhyun. Bahkan
pemerintah Kota Seoul sekalipun tidak berkutik melawan mafia kelas atas
tersebut. Cho Kyuhyun ibarat belut yang sangat sulit untuk ditangkap.
Maka
dari itu, merupakan sebuah keberuntungan besar bagi Jaksa Choi Siwon
yang saat ini telah mendapatkan seorang saksi mata yang bisa mengiring
Cho Kyuhyun pada sakitnya sengatan kursi listrik.
Jaksa Choi
berhasil meringkuk seorang kaki tangan Kyuhyun yang tertangkap basah
tengah melakukan pembunuhan pada dua bersaudara. Dengan ancaman tidak
dihukum mati, Kim Sang Hyun – nama orang itu – bersedia menjadi saksi
untuk menjatuhkan Cho Kyuhun dan menyeretnya ke penjara. Dan jadilah
sekarang, Kyuhyun sedang duduk di kursi terdakwa.
Sungguh,
kesempatan ini tidak akan disia-siakan begitu saja oleh Jaksa Choi. Ia
sudah mempersiapkan semuanya dengan amat sangat matang. Mulai dari
menyembunyikan keberadaan saksi ditempat yang paling aman. Menyiapakan
juri-juri cadangan yang akan membantunya dalam persidangan. Bukan tidak
mungkin Cho Kyuhyun akan menggagalkan rencananya, menginngat orang yang
dihadapinya sekarang adalah seorang mafia yang sangat licik.
Jaksa
Choi adalah orang yang memiliki kedudukan penting dalam dunia hukum di
Korea Selatan. Sangat jarang dijumpai ketika ia langsung turun tangan
sendiri dalam menangani sebuah kasus. Ia cenderung lebih memilih
mengandalkan staffnya untuk menyelesaikan kasus-kasus itu.
Namun
untuk kali ini, berhubung yang menjadi terdakwa adalah orang yang selama
ini menjadi incarannya, maka ia akan langsung menangani kasus tersebut.
Selain itu, jika ia bisa mengalahkan Kyuhyun dalam sidang kali ini,
maka ia akan mendapatkan jaminan dukungan yang lebih besar dari beberapa
petinggi negara Korea Selatan, yang bisa memudahkan jalannya untuk
menjadi Perdana Menteri.
~~~~~~~~~~Rage Of Angels~~~~~~~~~~
Hari
ini adalah hari sidang pertama bagi Lee Sungmin. Dia duduk di meja
penuntut umum bersama lima orang muda lainnya yang menjadi asisten
jaksa, yang telah disumpah tadi pagi.
Lee Sungmin adalah
seorang namja manis namun juga tampan. Wajahnya putih, kelihatan
menarik, cerdas dan bibir plum yang dimilikinya benar-benar akan membuat
semua wanita merasa iri dengannya. Bagaimana tidak? Ia bahkan terlihat
sangat cantik untuk ukuran seorang namja. Atau bisa dibilang dia lebih
cantik dari seorang yeoja.
Hari pertama bagi Sungmin merupakan
suatu hal yang penting, namun sepertinya hari ini merupakan hari sial
baginya. Tadi pagi ketika ia harus mengikuti sumpah sebagai seorang
jaksa, ia malah terlambat.
Flashback on
Sungmin's POV
Astaga,
hari ini aku benar-benar sial. Alarm yang seharusnya berbunyi pada jam
6, malah tiba-tiba mati dan tidak menimbulkan bunyi sama sekali. Alhasil
aku jadi bangun jam setengah 8, padahal upacara penyumpahan ku sebagai
jaksa akan dimulai jam 8.
Buru-buru aku ke kamar mandi dengan
hanya menggosok gigi dan membasahkan rambut. Setelah itu aku langsung
mengenakan pakaian yang untungnya sudah aku persiapkan tadi malam.
Setelah
semua berkas yang akan kubawa sudah siap, dan sekarang waktu sudah
menunjukkan pukul 07.37 WKS. Aku bergegas keluar dari apartemenku dan
mencari taksi untuk segera meluncur ke gedung pengadilan. Dan lagi-lagi
sial menimpaku. Aku harus menaiki taksi seorang ahjussi yang cerewet
yang sepanjang jalan malah mengoceh tidak jelas.
Perjalanan dari
apartemenku ke gedung pengadilan memerlukan waktu 35 menit. Itu belum
terhitung waktu yang disita oleh pemberhentian lampu rambu-rambu lalu
lintas. Dan jadilah sekarang aku tiba di tempat tujuanku pukul 08.12.
belum lagi tempat dilansungkannya upacara penyumpahan itu terletak di
lantai 5, dan aku membutuhkan setidaknya waktu 2 atau 3 menit untuk tiba
disana.
Benar-benar hari yang sangat sial.
Sungmin's POV end
Ketika keluar dari lift, Sungmin berlari dengan nafas terengah-engah agar cepat sampai ke ruangannya.
Tepat
15 menit ia terlambat. Jelas sekali bahwa kesialannya itu belum
berakhir. Ketika ia memasuki ruangan yang ditujunya, Jaksa Choi yang
dikenal angkuh dan tegas itu tengah menyampaikan pidatonya.
Berkali-kali Sungmin menyampaikan ucapan maaf yang disertai bungkukan.
"Jeosunghamnida, saya minta maaf atas keterlambatan sa – "
"Saya
tidak peduli dengan permohonan maafmu itu Tuan. Kau kira ini adalah
acara main-main? Yang bisa kau hadiri sesuka hatimu. Kalau kau
beranggapan seperti itu, pergilah ke klub dan minum-minumlah disana
sesuka hatimu," ucap Jaksa Choi Siwon yang tiba-tiba berhenti dari
pidatonya dan berbicara sinis ke arah Sungmin.
Sungmin hanya
menunduk mendengar ucapan Siwon. Memang salahnya lah yang tidak
seharusnya terlambat dihari sepenting ini. Semua orang yang ada disitu
memandang Sungmin kasihan. Melihat itu, Jaksa Choi mengalihkan
pandangannya ke arah ahli-ahli hukum lainnya dan berucap,
"Saya tahu tujuan Anda sekalian berada di tempat ini. Kalian semua yang ada di sini belum bisa keluar sebelum kalian bisa menjiplak otak saya dan mempelajari beberapa rahasia sidang
agar bisa menjadi bekal untuk kalian ketika kalian keluar dari tempat
ini dan menjadi pengecara kriminal yang hebat. Mungkin ada diantara
kalian yang cukup pandai yang bisa melawan saya atau mungkin akan
menggantikan posisi saya." Siwon mengangguk memberi isyarat pada
asistenya. " Ambil sumpah mereka."
Mereka mengucapkan sumpah dengan suara tertekan.
Setelah selesai, Jaksa Choi Siwon berkata, " baiklah, kalian sudah menjadi petugas-petugas pengadilan yang telah disumpah,"
setelah mengatakan itu, Jaksa Choi keluar dari ruangan itu bersama
asistennya yang bernama Kim Kibum. Yang kemudian disusul oleh semua
orang yang ada di situ. Mereka semua menuju tempat persidangan yang akan
dimulai sebentar lagi.
Flashback off
Jadilah
sekarang Sungmin duduk di bangku penuntut umum. Ia terlihat membuka
kembali berkas-berkas yang dibawanya tadi, yang merupakan materi sidang
hari ini yang sudah ia pelajari sebelumnya. Sesekali ia mengarahkan
pandangannya ke arah Jaksa Choi yang sedang sibuk dengan urusannya
sebagai Jaksa penuntut umum pada perkara kali ini.
Kemudian
Sungmin mengalihakan pandangannya ke arah namja yang sedang duduk tenang
di kursi terdakwa, siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun, sang mafia.
Komentar
Sungmin ketika melihat Kyuhyun adalah namja itu tidak pantas untuk
disebut mafia, ia lebih cocok menjadi seorang actor dengan wajahnya yang
tampan. Kyuhyun duduk tanpa bergerak, hanya mata coklatnya yang dalam
terlihat bergerak seolah memancarkan kekacauan batin yang sedang
dirasakannya. Mata itu berputar tanpa berhenti, meneliti disetiap sudut
ruangan itu, seolah-olah mencoba memperhitungkan jalan untuk melarikan
diri. Namun jalan itu tidak ada. Choi Siwon sudah mengaturnya.
Kim
Sang Hyun memasuki ruang sidang dan duduk di mimbar saksi. Ia tampak
tidak berani memandang ke arah Kyuhyun, seolah-olah namja yang ada duduk
di kursi terdakwa itu akan menerkamnya kapan saja.
Jaksa Choi
berjalan ke arah Sang Hyun, dan mulai mengajukan pertanyaan. "Tuan Kim
Sang Hyun, saya ingin agar para juri menyadari bahwa Anda adalah seorang
saksi yang enggan datang dan bahwa untuk membujuk agar Anda mau
memberikan kesaksian, negara telah bersedia mengizinkan Anda untuk
memohon agar dikenakan tuduhan yang lebih ringan, yaitu membunuh tanpa
direncanakan, dan bukan pembunuhan sebagaimana yang dituduhkan atas diri
Anda. Benarkah itu?"
"Benar pak," telihat tangan Sang Hyun gemetar.
"Saudara Sang Hyun, kenalkah Anda pada terdakwa, Tuan Cho Kyuhyun?"
"N ne, saya mengenalnya."
"Apa jenis hubungan di antara kalian?"
"Saya bekerja dengannya," terdengar dari suara Kim Sang Hyun, kalau ia berusaha menahan rasa takutnya.
"Sudah berapa lama Anda bekerja untuk tuan Cho Kyuhyun?" lanjut Jaksa Choi denga urutan-urantan pertanyaan yang terarah.
" Kira-kira su sudah 10 tahun," jawab Sang Hyun
"Mohon untuk bicara yang jelas, dan tegas," pinta Jaksa Choi Siwon.
"Kira-kira sudah 10 tahun."
"Bisa Anda jelaskan bagaimana hubungan Anda dengan Tuan Cho Kyuhyun, apakan Anda dekat dengannya?"
"Keberatan!"
terdengar suara muncul dari pihak pembela Cho Kyuhyun. Cho Kyuhyun
memiliki seorang pengecara keluarga yang bernama Kim Ryeowook.
"Jaksa mencoba menyesatkan saksi," ucapnya.
"Keberatan diterima," ujar sang Hakim.
"Saya akan mengubah pertanyaannya, bagaimana jenis hubungan kerja Anda dengan Tuan Cho Kyuhyun?" lanjut pembela sang mafia.
"Bisa dibilang saya bekerja padanya sebagai tukang mengurus kekacauan."
"Bicaralah yang jelas Tuan Kim Sang Hyun," perintah Jaksa Choi.
"Begini,
apabila seseorang telah melakukan sebuah kekacauan, maka saya yang akan
turun tangan menangani mereka," ucap Sang Hyun yang sepertinya mulai
serius.
"Kekacauan? Kekacuan yang seperti apa?" kini Jaksa Choi kembali mengambil alih pertanyaan.
"Misalnya
salah seorang telah melakukan kesalahan,kita ketahui bahwa Tuan Cho
adalah rentenir, misalnya orang itu tidak membayar hutangnya tepat
waktu, maka saya akan mengurusinya."
Seperti sudah tidak ada rasa
takut dalam diri saksi Kim Sang Hyun. Ia sudah benar-benar bisa membuang
rasa takutnya itu sedikit demi sedikit. kita lihat saja, apakah itu
akan bertahan sampai akhir?
"Bagaiman cara Anda mengurusinya?" lanjut Jaksa Choi dengan pertanyaan.
"Keberatan Yang Mulia," terdengar suara pengecara Kyuhyun – Kim Ryeo wook – kembali melayangkan gugatan.
"Keberatan ditolak, saksi silahkan lanjutkan," ucap Hakim agung.
"Jika ada yang seperti itu, maka saya akan menutut bayaran yang setimpal dari mereka, misalnya dengan mematahkan kakinya."
"Selain
menjadi lintah darat, apakah ada kejahatan lain yang pernah dilakukan
oleh terdakwa Cho Kyuhyun? Kalau ada, katakan apa saja?"
"Tuan Cho, sering terlibat dalam perjudian, dan penggelapan barang dagangan di daerah pelabuhan"
"Kita
ketahui bahwa terdakwa Cho Kyuhyun didakwa atas tuduhan kasus
pembunuhan terhadap Jo Twins. Apakah benar terdakwa Cho Kyuhyun juga ada
di tempat itu saat kejadian?" lanjut Jaksa Choi masih dengan
pertanyaan-pertanyaanya.
"iya."
"Lalu siapakah yang telah membunuh mereka?"
Kim
Sang Hyun sempat menoleh ke arah Kyuhyun, namu ia segera mengalihkan
pandangannya. Susana sidang kali ini memang berbeda dari biasanya.
Sidang hari ini lebih menegangkan. Semua yang hadir disitu seakan
menikmati pertunjukan dalam ruangan itu. Tidak terkecuali Sungmin.
"Tuan Cho."
"Dan Anda menyaksikan bagaimana terdakwa Cho Kyuhyun dengan darah dingin menembak mati kedua saudara kembar itu?"
"Keberatan Ya mulia!" lagi, terdengar suara gugatan dari pihak pembela terdakwa.
"Keberatan diterima," jawab Hakim.
"Jaksa kembali menyesatkan saksi," ucapnya
"Baiklah,
sSidang ditunda selama 15 menit, karena sudah memasuki waktu istrahat
makan siang," terdengar suara ketukan palu mengiringi ucapan hakim.
Orang-orang
suruhan Jaksa Choi langsung mengamankan saksi Kim Sang Hyun ke tempat
rahasia yang hanya diketahui oleh orang-orang tertentu.
Sedangkan
Sungmin, ia berjalan keluar ruang sidang dan duduk di salah satu kursi
di koridor ruangan itu. Pandangannya tertuju pada sang jaksa penuntut
umum, Choi Siwon, yang tengah dikerubungi oleh para wartawan. Terlihat
sekali bahwa jaksa yang bisa dibilang masih muda itu memancarkan raut
seakan ialah telah memenangkan kasus ini.
Dari kejauhan, Sungmin
melihat ada seorang namja berbicara pada Jaksa Choi. Kemudian namja itu
berjalan ke arahnya. Ia menyerahkan sebuah amplop kepada Sungmin dan
mengatakan bahwa itu dari Jaksa Choi Siwon yang akan ditujukan pada
saksi Kim Sang Hyun.
Sungmin percaya saja pada namja itu, karena
ia melihat dengan mata kepalanya sendiri ketika namja tadi berbicara
dengan Jaksa Choi.
Akhirnya Sungmin mengikuti apa yang dikatakan
oleh namja yang memberikan amplop tadi. Sungmin memang tidak tahu dimana
tempat saksi itu dibawa, namun ia cukup tau, tempat orang-orang yang
membawa saksi itu. Jadi ia berpikiran untuk menitipkanya di sana.
T.B.C
Tidak ada komentar:
Posting Komentar