Main cast :
Lee Sungmin (28 tahun)
Cho Kyuhyun (26 tahun)
Lee Donghae (29 tahun)
Choi Siwon (30 tahun)
Other cast just find by ur self
Rate : T
Genre : General, Angst, Romance, Drama, Hurt/Comfort, Suspense *banyak bener genre.a -_-'
Summary : Lee Sungmin adalah seorang ahli hukum yang cerdas, tampan, pekerja keras dan tak mudah ditundukkan.
Hidupnya
dibayangi oleh dua orang namja . Keduanya orang hebat dan amat sangat
mencintai Sungmin. Namja pertama adalah politikus, yang mempunyai masa
depan cemerlang, dan yang akan menjadi ayah dari anak-anaknya. Sedangkan
yang seorangnya lagi adalah seorang mafia, satu-satunya yang menjadi
tempat berpaling dalam kondisi kritis, tapi juga menghancurkan dunianya.
Disclaimer
: Kyumin and other cast belongs to God, their self and their family.
Sedangkan cerita ini murni BUKAN dari pemikiran saya. Ini merupakan
cerita yang terinspirasi atau bisa dibilang REMAKE dari sebuah novel
karangan SIDNEY SHELDON dengan judul yang sama yaitu "Rage Of Angels".
Warning
: YAOI, M-preg, OOC, Typo(s) bertebaran, bahasa tidak sesuai dengan
EYD. Untuk kalimat yang dicetak tebal, itu merupakan scene yang
benar-benar saya copas langsung dari novelnya, berhubung saya kurang
mengerti tentang beberapa hal. Sebagian cerita ada yang di ubah dari
novel aslinya.
DON'T LIKE? JUST DON'T READ!
Previous
Bagai
petir yang menyambar ketika Sungmin mendengar ucapan sang Jaksa Choi.
Bagaimana tidak? Menjadi seorang pengecara merupakan cita-citanya dari
kecil. Ia begitu ingin mengikuti jejak sang ayah yang merupakan seorang
pengecara juga. Image ayahnya sebagai pembela keadilan benar-benar
membuat Sungmin ingin mengikuti jejak almarhum ayahnya.
Tapi
sekarang ia malah menerima kabar buruk bahwa Hak-nya sebagai seorang
pengecara telah dicabut atas kesalahan yang tidak sepenuhnya ia lakukan.
Sungguh itu merupakan mimpi buruk bagi seorang Lee Sungmin.
Story begin
~~~~~~~~~~Rage Of Angels~~~~~~~~~
Sungmin
berjalan keluar dari gedung Kejaksaan Negeri Kota Seoul dengan lemas,
baru menginjakan kaki di halaman depan gedung, tiba-tiba ia diserbu oleh
para pemburu berita yang ingin mewawancarainya.
Sungmin-ssi apakah benar Anda yang telah memberi amlop berisi bangkai kepala ular pada Saksi Kim?
Benarkah Anda kaki tangan terdakwa Cho Kyuhyun?
Berapa bayaran yang Anda terima dari Cho Kyuhyun?
Bagaimana nasib karir Anda setelah kasus ini?
Apakah Anda berpikiran untuk mencari pekerjaan dibidang lain?
Pertanyaan
demi pertanyaan diajukan oleh para wartawan untuk Sungmin. Namun tidak
ada satupun dari pertanyaan itu dijawab oleh Sungmin. Hanya dua kata
yang keluar dari mulut Sungmin pada saat itu, yaitu no comment .
Flashback Off
A few days later
Disebuah
mewah seorang namja tengah duduk angkuh dengan tatapan mata terarah
pada layar televisi. Menyaksikan para membaca berita menyajikan
informasi yang saat ini sedang hangat-hangatnya dibahas beberapa hari
terakhir ini.
Seringai kemenangan sedari tadi ia tunjukkan ketika
ia melihat kakalahan Jaksa Choi, sama sekali tidak ada rasa menyesal
dalam dirinya ketika seorang namja tak berdosa harus menanggung akibat
dari perbuatan kejinya itu.
"Kau benar-benar licik chagi~."
Tiba-tiba
seorang yeoja duduk disamping namja tadi dan mengelus pipinya. Namja
itu menepis kasar tangan yeoja yang dengan lancang menyentuh kulit
wajahnya.
"Jangan pernah menyentuh wajahku lagi Vic ! dan berhenti memanggilku dengan panggilan menjijikan seperti itu."
Namja
dan yeoja atau kita sebut saja nama mereka Kyuhyun dan Victoria adalah
sepasang suami istri. tapi biarpun mereka suami istri, Kyuhyun tidak
pernah menaruh rasa sedikitpun pada putri mafia itu.
Kyuhyun
menikahi Victoria dengan tujuan semata-mata ingin mendapat kekuasaan dan
mengambil alih semua aset kekayaan milik keluarga mafia terbesar di
Korea Selatan itu.
Bermodalkan kepercayaan yang didapatkan dari
Kang Young Min – ayah Vic – Kyuhyun mudah untuk melancarkan rencananya.
Ditambah lagi dengan putri tunggal ketua mafia itu cinta mati padanya,
sehingga makin memuluskan aksinya.
Dan jadilah sekarang seorang
Kyuhyun menikahi Voctoria tanpa disertai dengan perasaan yang sama
dengan Vict – cinta –. Berbeda dengan Kyuhyun, Victoria sangat mencintai
Kyuhyun lebih dari apapun, ia telah dibutakan oleh rasa cintanya itu,
sehingga ia mau saja menuruti perkataan Kyuhyun, salah satunya agar
tidak member tahukan hubungan mereka sebenarnya pada ayah Vict.
"Kau
masih belum berubah Kyu, kapan kau bisa membalas perasaanku? Sudah 4
tahun berlalu, tapi kau masih belum bisa belajar untuk mencintaiku,"
ujar Vict sedih.
"Aku sudah pernah mengatakannya padamu, bahwa aku
tidak akan pernah bisa mencintaimu Vict, dan kau tahu alasannya. Jadi
berhenti beharap untuk itu," ucap Kyuhyun sarkatis.
"Hah~ arraseo, aku mengerti. Alasannya selalu sama dan aku tidak akan bisa memaksamu," jawab Vict pasrah.
"Hari
ini kita akan menjenguk appa, jadi kumohon bersikaplah layaknya kita
suami istri yang mesra," pinta Vict sebelum ia pergi meninggalkan
Kyuhyun.
"Hmm," hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Kyuhyun. Ia sungguh malas jika harus pergi menemui ayah mertuanya itu.
"Kenapa
si tua bangka itu lama sekali matinya, kalau tahu begitu lebih aku
langsung saja membunuhnya, tidak dengan cara lamban seperti ini," ucap
Kyuhyun dalam hati. Hanya dalam hati, takut-takut jika ada yang
mendengarnya. Kalau sampai ada yang mengetahui rencananya maka ia akan
gagal sebelum ia mendapatkan apa yang ia inginkan.
Jangan salah,
walaupun ayah mertua Kyuhyun bisa dibilang sudah berumur dan
'berpenyakitan', laki-laki tua itu tidak bisa dianggap remeh. Ia
memiliki kaki tangan di mana – mana. Jadi jangan heran kalau tembokpun
bisa menjadi pendengar yang sangat baik.
Sungmin's side
Hidup
Sungmin berubah drastis setelah pemberitaan tentang dirinya muncul
dipermukaan publik. Kemanapun ia pergi ia selalu melihat sosok dirinya
diberitakan baik itu dalam surat kabar maupun televisi. Jika yang
diberitakan adalah hal yang baik, mungkin Sungmin tidak akan merasa
tertekan akan hal itu. Tapi yang diberitakan adalah sosok dirinya yang
dibuat seakan-akan ia adalah seorang pelaku kriminal yang sangat
berbahaya. Dan karena itu Sungmin selalu ditatap dengan tatapan
intimidasi oleh orang-orang yang melihatnya di jalan. Poor Uri Sungmin.
Sungmin's POV
Heuh~
aku benar-benar merasa lelah. Sekarang ini aku lebih memilih untuk
mengurung diri di apartemen kecil milikku daripada harus berasa di luar
dengan melihat tatapan benci orang lain terhadapku. Tidak pernah aku
bayangkan karirku di dunia hukum akan jadi seperti ini. Memang hak
kerjaku hanya dicabut untuk sementara waktu, tapi tidak ada yang
menjamin kalau setelah ini orang-orang akan menerimaku menjadi ahli
hukum lagi.
"Appa mianhae, saat ini aku belum bisa mewujudkan
mimpi kita, tapi aku berjanji tidak akan menyerah begitu saja dengan
keadaan, aku hanya butuh waktu untuk bisa membuktikan bahwa aku tidak
bersalah dan aku mempunyai kemampuan dalam dunia hukum," ucapku yang
entah akan didengar atau tidak oleh appa di surga.
Ayahku memang
sudah meninggal sejak aku berumur 15 tahun. Ia meninggal karena mengidap
penyakit yang tak seharusnya ia alami. Penyakit yang disebabkan oleh
perempuan yang aku panggil dengan sebutan eomma.
Wanita itu –
eomma – meninggalkan aku dan appa demi pria lain yang lebih kaya dari
appa. Ia meninggalkan kami dengan rasa tidak bersalah sama sekali.
Itulah yang membuatku sangat membenci eomma. Dan yang lebih membuatku
tidak sudi untuk memanggilnya dengan sebutan eomma adalah ketika appa
harus jatuh sakit karena memikirkan eomma, dan sayangnya eomma tidak
pernah peduli akan hal itu bahkan sampai appa menghembuskan nafas
terakhinya.
Semua yang eomma lakukan cukup membuatku untuk tidak
mudah merasakan jatuh cinta. Terbukti sampai sekarang aku belum pernah
merasakan persaan cinta pada seorang lawan jenis. Dan yang paling
penting aku tidak akan pernah jatuh cinta pada orang yang sudah
berkeluarga, karena itu akan mengingatkanku atas kesalahan eomma dan
kematian appaku.
"Cuacanya begitu panas, lebih baik aku mandi dulu agar badanku segar kembali, " ucapku dan bergegas menuju kamar mandi.
Byurr., ahh~ segar sekali, airnya terasa lebih dingin dari biasanya. Aku jadi ingin berlama-lama untuk mandi.
Ting tong ting tong
Eh?
Sepertinya ada orang yang memencet bel, nugu? Sepengetahuanku aku sama
sekali tidak memiliki kenalan di Seoul. Oh iya, aku memang bukan warga
asli Kota Seoul, aku berasal dari Busan. Jadi jangan heran kalau aku
tidak memiliki teman atau saudara disini.
Karena yakin ada orang yang memencet bel, aku langsung mengambil handuk dan melilitkannya di pinggangku.
Clekkk
"Anyeonghasseo!
Apa Anda yang bernama Tuan Lee Sungmin?" tanya orang yang ada
dihadapanku ini. Tapi kenapa ia menatapku seperti itu? Astagaa, aku
sampai lupa, aku hanya mengenakan handuk. Otomatis tubuhku yang putih
mulus ini dilihat oleh namja ini. Tanpa permisi, akupun langsung menutup
kembali pintu apartemen milikku, tidak kupedulikan raut heran dari
orang tadi. Segera aku menuju kamar dan memakai pakaianku. Setelah
kupastikan semuanya sudah terpakai, aku kembali membuka pintu.
"Mianhae Anda telah menunggu lama. Oh iya, saya Lee Sungmin, ada yang bisa saya bantu tuan?"
"Ne, tapi bisakah kita berbicara di dalam saja? Agar bisa lebih nyaman."
"Ah
, mian. Silahkan masuk," ujarku mempersilahkan. Ada apa denganmu Lee
Sungmin, kenapa kau jadi salah tingkah begini. Apa ini efek dari aku
keluar dalam keadaan setengah telanjang sehingga namja yang tak ku
kenali melihat tubuh bagian atasmu? Oh ayolah, kalian itu sesama namja,
dan aku masih normal, tidak usah merasa aneh.
"Silahkan duduk Tuan."
"Gamsahamnida
Sungmin-ssi, oh, perkenalkan Lee Donghae imnida," ucap namja yang
bernama Lee Donghae itu sambil menjulurkan tangannya ke arahku. Akupun
membalas uluran tangannya.
"Lee Sungmin imnida, ada yang bisa saya bantu Donghae-ssi?"
"Saya
ke sini ingin memberitahukan kepada Sungmin-ssi bahwa Jaksa Choi telah
mengajukan banding agar Hak kerja Anda dikembalikan seperti sedia kala."
"Mwo? Anda serius?" oh Tuhan, aku senang sekali mendengarnya.
"Ne, tapi dengan satu syarat, Anda harus menceritakan kejadian yang menimpa Anda dengan sebenar-benanya kepada saya."
"Baiklah saya akan menceritakannya pada Anda Donghae-ssi," ucapku semangat.
Akupun
menceritakan semuanya dari awal tanpa terlewati sedikitpun. Mulai dari
aku terlambat menghadiri acara penyumpahan hingga ada seorang namja yang
memberikanku amplop laknat itu. Butuh waktu kira-kira 20 menit aku
menjelaskan semua itu.
"Apakah Anda yakin, semua sudah Anda
ceritakan tanpa ada yang terlupakan?" tanya Donghae padaku. Aku dapat
merasakan ada aura-aura kalau ia tidak percaya dengan kata-kataku.
"Jangan katakan kalau Anda juga tidak mempercayaiku Donghae-ssi?"
"Bukan
begitu maksud saya Sungmin-ssi. Saya hanya ingin memastikan saja,
mungkin Anda melupakan sesuatu, misalnya dengan Cho Kyuhyun?"
"CUKUP!
Donghae-ssi, jika Anda tidak mempercayai semua perkataan saya, silahkan
keluar dari sini. Saya sangat lelah karena tidak ada satu orangpun yang
mempercayai perkataan saya. Dan itu benar-benar membuat saya muak,"
ucapku marah karena namja yang tadinya aku kira orang yang baik – mau
percaya padaku – ternyata sama saja dengan orang-orang di luar sana.
"Silahkan!
Anda bisa segera pergi dari tempat ini," usirku pada Donghae. Aku tidak
peduli akan dicap sebagai orang yang tidak tahu sopan santun. Yang
kubutuhkan saat ini hanyalah waktu untuk menenangkan diri.
Setelah
mengusir Donghae keluar, aku langsung duduk kembali di sofa. Padahal
moodku sudah agak membaik hari ini, tapi malah dirusak dengan kehadiran
orang yang membuat pusing kepala saja.
Sungmin's POV End
Other side
"
Bwahaahaha, kasian sekali nasibmu hyung. Aku jadi penasaran sama namja
yang bernama Lee Sungmin itu. Waktu sidang aku tidak hadir, jadi tidak
bisa melihatnya."
Suara tawa itu terdengar dari mulut seorang
namja imut tapi tampan yang sedang menertawakan namja lainnya yang sudah
ia anggap sebagai hyung. Jadi dapat disimpulkan bahwa di tempat itu ada
dua namja.
Yaitu Lee Donghae dan Kim Kibum, rupanya setelah diusir dari apartemen Sungmin, Donghae langsung menemui Kibum di sebuah kafe.
"Yak
Kibummie, ini semua gara-garamu, kalau bukan karena kau yang meminta
bantuanku untuk membantu Siwon, aku tidak akan pernah mau. Untuk apa aku
repot-repot membantu orang sombong seperti Siwon, buang-buang waktu
saja."
"Yaa~ Donghae hyung, kau jangan bicara seperti itu, aku
jadi tidak enak meminta bantuan padamu," ucap namja yang diketahui
bernama Kim Kibum, asisten sekaligus orang terdekat Choi Siwon.
"Heii, kau ini, aku hanya bercanda, jangan diambil hati ne?"
"Hehe,ne
hyung kau kan baik, jadi tidak mungkin kau seperti itu. Oh ya hyung,
aku jadi penasaran dengan sosok yang bernama Lee Sungmin itu. Bagaimana
rupanya?" tanya Kibum penasaran.
"Jika dilihat dari wajahnya, ia
namja yang polos dan apa adanya. Jadi hyung sangat yakin kalau dia
hanyalah korban dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dan ia
sangat manis, badannya juga putih mulus tanpa cacat," jelas Donghae.
"Jeongmal?
Tapi aku tidak yakin kalau Siwon hyung akan melepaskannya begitu saja,
walau ia tidak bersalah sekalipun, tetap saja ia yang menyerahkan amplop
itu dan menyebabkan Siwon hyung kalah dari Cho Kyuhyun."
"Hm, kau benar sekali. Siwon bukan tipe orang yang suka memaafkan, aku jadi kasihan pada Sungmin," ujar Donghae
"Apa besok kau akan menemui Sungmin lagi hyung?"
"Tentu,
aku akan membantunya. Sebenarnya hyung bersedia membantumu bukan hanya
untuk kepentingan Siwon, tapi hyung merasa kasihan pada Sungmin jadi
hyung berniat untuk membantunya tanpa sepengetahuan Siwon."
"Kau
memang berhati malaikat hyung, kau bahkan tidak mengenal Sungmin, tapi
kau malah ingin membantunya," ujar Kibum yang hanya disambut dengan
senyuman oleh Donghae.
Keesokan harinya
Ting tong ting tonng
"Anyeong
hasse –," belum selesai Donghae menyapa sang pemilik apartemen, pintu
apartemen itu keburu ingin ditutup oleh tuan rumah.
"Jakkaman, Sungmin-ssi, tolong dengarkan dulu penjelasan saya."
Rupanya Donghae datang untuk menemui Sungmin lagi.
"Ada apa lagi Donghae-ssi," tanya Sungmin ketus
"Boleh
saya duduk di dalam?" tawar Donghae. Sungmin terlihat berpikir sebentar
sebelum ia mengiyakan. "Baiklah, ayo masuk," ucap Sungmin ketus.
"Mianhae
Sungmin-ssi, kemarin saya telah membuat Anda marah. Saya tidak
bermaksud begitu, hanya saja saya ingin melihat bagaimana reaksi Anda."
"Apa maksud Anda Donghae-ssi?" tanya Sungmin heran.
"Dari
awal ketika melihat Anda di televisi, saya yakin bahwa Anda tidak
bersalah. Dan saya jadi tambah yakin kalau Anda memang hanyalah korban
setelah melihat reaksi Anda kemarin."
"Saya berjanji akan membantu Anda Sungmin-ssi," lanjut Donghae.
Sungmin
jadi merasa bersalah pada Donghae, ia sudah menuduhkan yang tidak-tidak
pada namja itu. Apalagi kemarin ia dengan tidak sopannya malah mengusir
Donghae yang berniat baik padanya. Sungmin jadi malu sendiri mengingat
kejadian kemarin. Hah~memalukan.
"Gasahamnida, jeongmal gamsahamnida Donghae-ssi. Mianhae kemarin saya telah mengusir Anda," sesal Sungmin.
"Gwaencanha
Sungmin-ssi, saya mengerti keadaan Anda. Baiklah, saya masih ada urusan
lain. Jadi saya permisi pulang dulu Sungmin-ssi," pamit Donghae.
"Ne,
sekali lagi jeongmal gamsahamnida Donghae-ssi," ujar Sungmin lagi, dan
hanya dibalas senyuman memikat oleh Donghae. Sungmin merasa ada sesatu
yang aneh dengan hatinya ketika melihat senyum milik Donghae.
Sungmin's POV
Lee
Donghae, hmm, namja yang baik. Aku jadi merasa bersalah karena sudah
berpikiran yang tidak-tidak tentangnya. Padahal namja itu tidak
mengenalku sama sekali, tapi ia bersedia membantuku. Tidak salah aku
menilainya. Dari wajahnya saja sudah kelihatan kalau ia adalah namja
yang berhati malaikat.
Wajahnya begitu tampan dan rupawan. Sorot matanya meneduhkan hati. Senyumnya juga sangat memikat. Benar-benar tipe namja idaman.
T.B.C
Anyeong^^
BalasHapusHmm, boleh saya komen gak??
Sebenarnya maksud chingu publish FF yang bukan milik kmu apa nih??
Knapa gak minta izin dulu sama pemilik aslinya??
Bukannya mau gimana2, saya tau nih ff gak ada bagus2nya, tapi setidaknya hargailah orang *saya* yg telah capek2 buat ff ini, gak ada susahnyakan ??
gomawo :)
yaa maaf jga saya jga gkk tau,, orang ada anak nitip suruh pos ff ini,, ya sya nrut aja,,
Hapushmmmm...
BalasHapusmian chingu aku mau komen, ni ff bukan punya km kn?
aku tau siapa yg punya ff ini, jadi tolong hargai dong dia yg dah capek2 ngebuat ff, gimana perasaan chingu klo karya.a di ambil ma orang lain tanpa seizin chingu?
tolong HARAGAILAH temenku yg dah ngebuat ff ini :)
gomawo