Pengikut

Kamis, 22 November 2012

A Playboy, A Bet, A Memory (The Playboy)

Title : A Playboy, A Bet, A Memory
Rate : T
Pairing(s) : MinKyu (ChangminxKyuhyun), past!MiXian
Warning : AU, Shounen-ai, harsh language, Playboy Kyu and sarcastic Kyu are here! :DD
Disclaimer : Not mine, sadly u.u I just own this fic and the plot!

Enjoy!


"Direktur Kyuhyun memutuskan pacarnya lagi?"
"Kali ini korbannya Jung Yunho ya?"
"Sepertinya korbannya selalu orang yang lebih tua ya?"
"Dia itu kejam ya~"
Begitulah desas-desus yang sekarang sedang terdengar di lobi sebuah perusahaan game ternama di Korea. Sang direktur yang berumur sangat muda tapi begitu jenius dan juga pemilik perusahaan game itu menatap tajam pada seorang resepsionis yang sedang mengobrol –atau tepatnya bergosip dengan rekannya yang satu lagi.
Dengan langkah santai dan satu tangan berada di dalam kantung celana bahannya, direktur muda berumur 23 tahun ini melangkahkan sepatu kulit mahalnya di lantai marmer perusahaannya dan mendekati meja resepsionis dengan wajah datar.
Dan sepertinya kedua resepsionis itu sama sekali tidak sadar bahwa sekarang nasib perkerjaan mereka sudah berada di ujung tanduk. Kedua yeoja itu baru sadar dan langsung berwajah pucat ketika orang yang sedang mereka gosipkan kini sedang berada di depan mereka dengan seringai setannya.
"Bukankah yang kejam itu kalian hm?" tanyanya sarkastis sambil memainkan kelopak bunga mawar plastik di dalam sebuah vas Cina yang kelihatan sangat mahal dengan jemarinya. "Membicarakan sesuatu di belakang seseorang? Bukankah itu artinya kalian sedang membicarakan hal jelek tentang atasan kalian tanpa sepengetahuannya?"
Kedua yeoja itu pucat. Peluh tampak mengalir dari dahi mereka karena terlalu tegang. Dan akhirnya salah satu dari mereka mencoba memberanikan diri untuk meminta maaf pada direktur muda berwajah manis itu.
"P-Pak Direktur maafkan kami." ucapnya sambil menundukkan kepalanya. Matanya menutup dengan erat, sungguh ia takut sekali pekerjaannya akan dicopot.
"A-Aku juga minta maaf Pak Direktur! Ka-Kami janji tidak akan mengulanginya lagi!"
Kyuhyun menghela napas berat dan mengangguk pelan. Segera dilangkahkannya kakinya keluar dari perusahaan game miliknya itu dengan wajah tertekuk. Diambilnya kunci mobilnya dari kantung celananya dan memasuki mobil sport berwarna putih miliknya.
20 menit sudah namja bernama lengkap Cho Kyuhyun itu menyetir, kini mobilnya sudah terparkir di dekat sebuah bukit. Kyuhyun keluar dari mobilnya sambil menundukkan wajahnya. Dinaikinya bukit tersebut sampai ia menemukan sebuah nisan berwarna putih gading yang agak terlihat kusam dan duduk di sampingnya.
"Hari ini aku memutuskan seorang namja lagi dan aku yakin besok wajahku akan lebam ketika masuk kerja nanti." Kyuhyun membuka mulutnya dan mulai mengobrol dengan nisan –atau tepatnya seseorang yang terkubur di bawah nisan itu walau ia tahu seseorang itu tidak akan menjawabnya. "Ini semua salahmu."
Kyuhyun buru-buru menghapus air matanya ketika ia merasa buliran panas dan bening itu menuruni pipi bulatnya. Tapi apa daya, buliran itu kembali turun dengan derasnya.
"Kalau kau belum mati secepat ini, aku pasti tidak akan seperti ini bodoh." ucapnya sambil melipat kakinya dan kemudian menenggelamkan wajahnya di antara kaki dan lengannya yang juga terlipat di atas lutut.
Suaranya bergetar dan sesekali isak tangis meluncur keluar dari bibir merahnya.
"Ini semua salahmu…"
XXX
"Yunho! Jawab aku!" seorang namja berambut pirang pendek tampak sedang membentak dan sesekali mengguncang tubuh pria tampan yang sedang menatap kosong pada lantai tempatnya duduk sekarang.
"Jung Yunho jawab aku bodoh!" kini bentakan itu semakin keras dan sebuah tamparan melayang di pipi namja bernama Jung Yunho itu.
"Boo, apa-apaan kau?" tanya Yunho dengan mata membelalak ketika merasakan sesuatu yang keras dan menyengat menyentuh pipinya. Dipeganginya pipi kanannya yang menjadi korban tamparan seorang namja cantik bernama Kim Jaejoong.
"Itu peringatan dariku Yun!" namja itu kembali membentak Yunho. Dan kali ini mata beningnya tampak berkaca-kaca. "Berhentilah berdiam diri dan berpandangan kosong seperti itu! Aku muak melihatmu begitu! Kau bukanlah Yunho yang kukenal lagi!"
"Boo…"
"Pasti Cho Kyuhyun yang membuatmu menjadi begini kan?" tanya Jaejoong dengan nada penuh amarah. " Cho Kyuhyun yang membuatmu menjadi berbeda seperti ini kan?"
"Boo, Kyuhyun berbeda dari orang lain…" Yunho berkata lirih sambil memalingkan wajah tampannya dari pandangan mata Jaejoong.
"Berbeda karena dia bisa membuatmu berdiam diri dan bengong sepanjang hari seperti ini? Apa dia berbeda karena dia bisa mematahkan hatimu dengan mudahnya? Apa dia berbeda karena itu?"
Yunho tak kunjung menjawab. Pria tampan itu hanya melonggarkan dasinya dan menutup matanya, seolah ingin selamanya berada dalam keterpurukannya seperti ini. Matanya terus tertutup dan ia tidak melihat ketika Jaejoong mengambil ponselnya dari dalam kantung celana dan menghubungi seseorang.
"Changmin, aku ada di rumah Yunho. Tolong jemput aku, dan antarkan aku ke suatu tempat, aku ingin melakukan sesuatu."
Yunho spontan membuka matanya ketika ia mendengar suara Jaejoong yang sedang berbicara dengan Changmin lewat telepon.
"Apa-Apaan kau Boo?" tanya Yunho heran sambil menarik tangan Jaejoong untuk menahannya.
"Lepaskan aku Yunho," ujar Jaejoong dingin sambil menepis tangan Yunho dari pergelangan tangannya. "Aku harus buat perhitungan dengan Cho Kyuhyun."
Dan Yunho hanya bisa merosot lemas ketika ia menyadari sesuatu. Ia menyadari bahwa Jaejoong akan menghabisi Kyuhyunnya –oke sekarang bukan Kyuhyunnya lagi karena mereka sudah putus– sampai ia puas.
Sumpah sebenarnya Yunho ingin sekali melindungi Kyuhyun, tapi apa daya hatinya sudah pecah, dan untuk sekarang ini bertemu dengan Kyuhyun sama sekali tidak terlintas di otaknya sebagai salah satu hal yang harus dilakukannya hari ini.
"Maaf Kyu…"
XXX
Kyuhyun melambatkan laju mobilnya ketika melihat sebuah mobil berwarna hitam terparkir di depan apartemennya. Mata hitam pekatnya juga menangkap sesosok namja berambut pirang tengah menunggu di depan pintu apartemennya dengan wajah penuh amarah.
Pemuda manis itu menyunggingkan satu senyum perih yang juga kelihatan sinis di bibirnya sebelum akhirnya keluar dari mobilnya.
Baru beberapa langkah ia berjalan, tubuhnya seketika ambruk dan kepalanya terasa sangat berkunang-kunang.
Kyuhyun tahu, pasti Kim Jaejoong yang melayangkan tinju ke wajahnya tadi.
Changmin segera keluar dari mobilnya begitu meliha figur Jaejoong yang selalu kelihatan lembut menjadi begitu liar ketika ia melihat namja yang keluar dari mobil sport berwarna merah tadi.
Setelah cukup dekat, akhirnya Changmin mengenali siapa orang yang baru saja tersungkur di aspal karena mendapat pukulan yang tidak pelan itu tepat di wajahnya. Itu Cho Kyuhyun. Direktur perusahaan game paling terkenal di Korea juga namjachingunya Yunho-hyung.
Namja tinggi itu segera menghentikan Jaejoong yang kelihatan penuh emosi itu agar ia tidak menghajar Kyuhyun lagi. Mata cokelatnya membelalak ketika melihat Kyuhyun berdiri dengan lutut yang bergetar dan sedang mengusap darah yang mengalir dari sudut bibirnya yang robek dengan sebuah senyuman yang memuakkan di wajahnya.
Changmin merasa semakin heran ketika Kyuhyun mengisyaratkannya untuk mundur dan berkata. "Pukul aku sepuasmu Kim JaeJoong."
Jaejoong yang lepas kendali meronta dari genggaman Changmin dan maju ke depan Kyuhyun yang sedikit lebih tinggi darinya dan kembali memukulnya dengan keras di wajah.
"Pukulanmu kurang keras Jaejoong-hyung, kau belum pantas menjadi pendamping Yunho-hyung kalau kau lemah begitu." sindir Kyuhyun dengan tajam sambil terus memasang cengiran setannya.
Jaejoong kembali mengamuk. Dilayangkannya lagi kepalan tangannya di wajah Kyuhyun dengan keras. Ia tidak peduli lagi kalau imej lembutnya di depan Changmin kini luntur karena perilaku ganasnya pada namja manis yang terus memasang cengiran super memuakkan di bibirnya yang berdarah ini.
"Kau tidak pantas berkata seperti itu Cho Kyuhyun!" satu pukulan melayang lagi dan pukulan itu diterima Kyuhyun dengan senang hati. "Kau yang sudah membuat Yunho menjadi pendiam dan berbeda setelah kau memutuskannya seperti itu tidak pantas bicara begitu.
Kyuhyun semakin melebarkan cengirannya ketika ia merasa kepalanya semakin berat. Matanya agak kabur tapi ia masih bisa melihat sosok Changmin yang sedang menarik Jaejoong masuk ke dalam mobilnya.
"Biarkan aku memukulnya lagi Min! Aku belum puas!"
"Hyung berhentilah! Hyung yang seperti ini bukanlah Jaejoong-hyung!" ucap Changmin tak mau kalah. "Jaejoong-hyung tak pernah sekasar ini pada orang lain!"
"Wah wah, kalian membuatku terharu. Apa dramanya sudah selesai?" tanya Kyuhyun sinis sambil mencoba memfokuskan kembali pandangannya yang agak kabur.
"Brengsek kau Cho Kyuhyun!" maki Jaejoong lagi, tapi kali ini ia tidak mendekat sedikitpun atakan Kyuhyun. Sepertinya namja cantik itu sudah bisa menstabilkan emosinya sedikit. Mata beningnya kembali awas ketika melihat Kyuhyun melangkah mendekat ke arahnya.
Jaejoong terbelalak ketika Kyuhyun dengan cepat mendaratkan tendangannya tepat di dada Jaejoong, dan sukses membuat Jaejoong jatuh terseret di aspal dan terbatuk-batuk karena tendangan Kyuhyun tepat mengenai paru-parunya.
"Itu balasan dariku Kim Jaejoong." Ucapnya dingin.
Kyuhyun memicingkan matanya dengan tajam ke arah Changmin dan kemudian berbalik untuk membuka pintu apartemennya. "Bawa hyungmu itu menjauh dari depan apartemenku sekarang juga. Dan katakan padanya untuk segera mengungkapkan perasaannya pada Yunho-hyung kalau ia mau Yunho-hyung tidak tersakiti lagi."
Changmin terdiam untuk sejenak.
Segera dibantunya Jaejoong berdiri dan masuk ke dalam mobilnya. Diliriknya Kyuhyun sekali dan menghidupkan mesin mobilnya lalu menjauh dari tempat itu secepat mungkin.
XXX
Kyuhyun segera ambruk di atas ranjangnya ketika kakinya sudah melangkah masuk ke dalam kamar tidurnya. Namja itu menutup kelopak matanya untuk sedikit meringankan sakit kepala yang sedang melandanya.
Dipijitnya pelipisnya dengan pelan dan sedikit meringis kesakitan ketika jemarinya menekan lebam di wajahnya dengan sedikit keras. Kepala Kyuhyun terus berkunang-kunang, semakin lama semakin berat, dan akhirnya Kyuhyun jatuh tertidur di atas ranjang empuknya, masih dengan banyak lebam di wajah dan juga bibir yang berdarah.
[Kyuhyun POV]
Dimana ini?
Semuanya kelihatan putih dan bersinar. Ada padang bunga di seberang tempatku berdiri sekarang. Aku mencoba melangkah. Dan hei! Entah kenapa rasanya langkahku terasa ringan sekali, seperti punya sayap saja!
Aku terus berjalan sampai aku sampai di padang bunga tersebut dan duduk di bawah pohon oak satu-satunya disitu. Kupejamkan mataku sejenak, sekedar untuk menghirup aroma bunga yang menguar dengan jelas.
Namun aku segera membuka kembali kelopak mataku ketika merasakan seseorang sedang duduk di sampingku. Aku menoleh dan sumpah aku bisa merasakan dadaku bergemuruh ketika melihat orang itu. Sesosok namja berbaju putih dengan rambut panjang berwarna hitam, matanya tajam seperti elang, bibirnya tetap tipis seperti yang terakhir kali aku lihat, dan hidungnya masih tetap kelewat mancung seperti biasa.
"Mi?" tanpa sadar aku memanggil nama namja yang aku rindukan itu. Hanya untuk memastikan apa namja yang ada di sampingku ini benar dia atau tidak.
"Ne Kui Xian?"
Senyumnya tetap sama. Pandangan teduh matanya tetap sama. Senyumnya juga masih sama. Dan yang terpenting dia masih memanggil namaku dengan panggilan yang sama.
Tak terasa mata hitam pekatku sudah terasa berkaca-kaca. Buru-buru kualihkan wajahku dan menghapus air mata yang belum jatuh itu dengan cepat.
"Kenapa kau ada disini? Bukankah kau sudah mati?" tanyaku ketus, wajahku masih kualihkan. Sungguh dengan melihat wajahnya saja hatiku sudah sakit. Memang aku ingin sekali bertemu dengannya, dan sungguh aku tahu aku sedang bermimpi.
Tapi daripada merasa sakit dan sesak seperti ini, tidak bertemu dengannya –walau hanya dalam mimpi akan lebih baik untukku.
Kulirik sedikit namja tampan bernama Zhou Mi yang dulu adalah kekasihku itu sedang tersenyum lembut. Aku muak melihat senyum bodoh yang dulu sering kali aku lihat itu terukir di wajahnya.
"Sifatmu tidak berubah ya Kui Xian, masih saja sarkastik seperti dulu."
Aku muak.
"Darimana kau tahu aku tidak berubah? Bahkan kau sudah mati 2 tahun yang lalu Mi!" bentakku cukup kasar. Bisa kulihat Zhou Mi tetap saja duduk dengan tenang, tidak ada ekspresi pura-pura tersinggung yang biasa ia berikan padaku tiap kali aku membentaknya.
"Aku selalu mengawasimu, Kui Xian." ucapnya lembut sambil mengelus rambut hitamku dengan lembut. Wajah tampannya ia tumpukkan di bahuku dengan seenaknya dan telapak tangannya yang satu lagi menggenggam telapak tanganku.
Awalnya aku meronta, tapi ia sama sekali mengacuhkanku.
Dan akhirnya aku mencoba untuk menikmati sentuhan ringan yang diberikannya padaku.
"Aku merindukanmu Mi." ucapku lirih sambil mengaitkan jemariku dengan jemarinya. Aku tahu aku sedang bermimpi dan Zhou Mi yang berada di sampingku ini sama sekali tidak nyata. Tapi sekali ini saja aku ingin memeluknya, menyentuhnya, dan juga melihat senyumnya.
Aku berbohong saat tadi aku katakan lebih baik aku tidak usah bertemu dengannya karena aku merasa sesak ketika melihatnya. Tapi rasanya akan lebih buruk jika aku tidak pernah melihatnya lagi, rongga hatiku hampa dan hidupku terasa kosong.
"Aku juga Kui Xian," Zhou Mi mengecup puncak kepalaku dengan lembut dan mulai melingkarkan lengannya di sekeliling tubuhku. "Maaf aku sudah meninggalkanmu dan membuatmu seperti ini."
Berbulir-bulir air mata turun dari mataku. Bisa kurasakan Zhou Mi mengeratkan pelukannya di tubuhku.
Hangat.
Tapi aku tahu aku tidak akan bertemu Zhou Mi lagi, kehangatan dari pelukannya memudar, dan sebentar lagi Koalaku itu akan menghilang.
Zhou Mi mencium dahiku sekali dan akhirnya aku terbangun dari tidurku.
[End of Kyuhyun POV]
Kyuhyun terbangun dari tidurnya dengan ekspresi sedih. Jejak air mata terlihat dengan jelas di pipi bulatnya. Lengannya terjulur ke ruang kosong di ranjangnya dan meraih sebuah boneka Heloo Kitty berwarna putih dan merah muda lalu memeluknya erat.
Boneka itu satu-satunya kenang-kenangan antara dirinya dengan Zhou Mi. Dipeluknya dengan erat boneka berukuran besar itu seolah ia sedang memeluk Zhou Mi. Kyuhyun terisak sedikit, lalu kemudian dia menggigit bibirnya sendiri agar ia berhenti menangis.
Mungkin kalau setiap dia berada di depan orang lain atau sedang berada di perusahaan, Kyuhyun selalu kelihatan datar dan cengiran setan yang membuat orang lain bergidik ngeri selalu terpampang di wajah manisnya. Kata-katanya juga terkenal begitu menusuk dan sarkastik. Ia juga dikenal sebagai playboy yang korbannya selalu namja yang lebih tua. Ya, selalu namja.
Tapi itu semua hilang tak berbekas kalau ia sudah berada di sebuah bar tempat hyungnya bekerja sebagai bartender, apartemennya, dan juga di makam Zhou Mi.
Akhirnya Kyuhyun bangun dari ranjangnya dan berjalan ke kamar mandi. Dibasuhnya wajahnya yang lebam dengan air dingin dan mengusap bibirnya agar noda darah yang sudah mengering itu terhapus. Lebam di wajahnya juga ia kompres dengan air hangat.
Sudah lumayan lama Kyuhyun mengompres lebamnya dan ia sudah merasa kalau lebamnya sudah sedikit tidak terlihat. Diliriknya jam dinding di meja makan.
'Masih jam 10.' pikirnya dalam hati.
Kyuhyun segera bergegas masuk ke dalam kamarnya. Jas dan kaus yang menjadi pakaiannya untuk bekerja ia ganti dengan kaus hitam polos dan celana kulit ketat yang mempertontonkan kaki panjangnya dengan jelas.
Diacaknya rambutnya sedikit dan merapikan poni di dahinya. Kyuhyun lalu memakai sepatu kanvas berwarna putih yang sangat kontras dengan baju dan celana panjangnya. Setelah menaruh dompet, ponsel di dalam kantung celana, dan kunci mobil di tangan, Kyuhyun segera mengunci apartemennya dan pergi keluar.
"Sepertinya aku akan butuh banyak alkohol malam ini…"
XXX
Changmin menggaruk kepalanya saat melihat Jaejoong yang masih tidak bosan-bosannya mengoceh tentang seberapa buruknya namja bernama Cho Kyuhyun yang tadi sore ia hajar pada Yunho yang masih saja berdiam diri di pojokan.
"Aish Yunnie! Percayalah padaku dia juga tidak mencintaimu bodoh!" bentak Jaejoong pada Yunho.
"Jangan memojokkan Kyuhyun seperti itu, Boojae."
"Aish dasar pabbo! Kalau dia mencintaimu dia pasti tidak akan mencampakkanmu seperti ini." kali ini suara Jaejoong yang semula meninggi kini melembut. Ditatapnya Yunho dengan mata bening miliknya dan memegang pundak Yunho dengan kedua tangannya. "Yun, masih ada aku disini…"
"Ja-Jaejoongie a-apa maksudmu?" tanya Yunho sedikit heran ketika namja cantik berambut pirang pendek itu menatap ke dalam matanya dengan begitu dalam. Jujur saja, ia sedikit gugup ditatap begitu oleh Jaejoong.
"Yun, aku mencintaimu…" aku Jaejoong sambil menunduk, matanya tertutup oleh poni pirangnya dan Yunho sama sekali tidak bisa membaca ekspresi wajah Jaejoong.
Changmin yang sedari tadi menonton adegan percintaan antara kedua hyungnya itu hanya bisa menggaruk rambutnya bingung dan berdiri dari posisi duduknya. Adegan percintaan YunJae sama sekali tidak terpikirkan di otaknya ketika ia memutuskan untuk pergi ke rumah Yunho bersama Jaejoong setelah hyung cantiknya itu menghajar Cho Kyuhyun.
Cho Kyuhyun.
Changmin akui Kyuhyun adalah namja yang benar-benar manis. Dan dari berita dan desas-desus yang ia dengar dari mana saja, Cho Kyuhyun yang merupakan pemilik sekaligus direktur perusahaan game bernama Magnae Company itu merupakan seorang playboy yang korbannya selalu namja yang lebih tua darinya. Dan Jung Yunho-hyung adalah salah satu korbannya.
Tapi bagaimana bisa namja berstatus seme bisa menolak Kyuhyun? Namja manis itu benar-benar membuat mereka teradiksi, mulai dari wajahnya yang manis dan imut, bentuk tubuhnya yang ramping, bahkan cengiran jahil dan seringaian setannya bisa membuat seme manapun menelan ludah setiap melihatnya.
Dan Changmin akui sekali lagi ia agak tertarik dengan namja ini.
Namja bertubuh jangkung itu menoleh ke arah Yunho dan Jaejoong yang sepertinya masih melanjutkan sesi bicara heart-to-heart mereka, jadi Changmin melangkah keluar dari rumah Yunho agar ia tidak menjadi nyamuk yang mengganggu kedua hyungnya itu.
"Aku harus menghibur diriku sendiri." gumam Changmin sambil menyetir mobilnya ke sebuah bar atau lebih tepatnya sebuah klub malam bernama Cloudsomnia.
10 menit Changmin menyetir dengan kecepatan agak tinggi dan ia sudah sampai di klub malam itu. Pemuda bertubuh jangkung itu segera masuk ke dalam klub. Setelah masuk, suara musik jazz yang lembut menyapu pendengarannya. Tampak seorang namja bertubuh agak tinggi dan berpipi tembam tengah menggesekkan dawai biolanya dengan mata tertutup.
Klub ini berbeda dengan klub malam yang lainnya. Kalau biasanya klub malam menawarkan kesenangan dunia berupa lantai dansa dan hentakan musik dengan suara keras yang bisa membuat telingamu berdengung, tapi klub bernama Cloudsomnia ini malah menawarkan ketenangan.
Tidak ada lantai dansa, dan DJ yang sibuk menggesek piringan-piringan hitam mereka, yang ada disini hanyalah penyanyi dan pemain musik. Seorang bartender handal pasti juga ada disini, siap meracik minuman yang dipesan oleh para pelanggannya.
Changmin menangkap satu figur namja yang baru saja ia temui dengan Jaejoong-hyung tadi sore. Cho Kyuhyun. Tunggu, penampilan namja itu sangat berbeda sekarang. Tubuh rampingnya yang tadi sore dibalut oleh kaus dan jas juga celana bahan berwarna hitam kini terbalut dengan kaus hitam dan celana kulit ketat yang mempertontonkan kakinya dengan jelas.
Pemuda bernama lengkap Shim Changmin itu menelan ludahnya sedikit saat melihat imej Kyuhyun yang kelihatan sangat seksi sekarang. Diberanikannya dirinya untuk duduk di stool yang berada di samping Kyuhyun.
"Namaku Kim Jong Woon panggil saja Yesung, aku bartender disini." seorang pria mengenalkan dirinya pada Changmin. "Mau pesan apa?"
"Aku Martini saja." ucap Changmin sambil tersenyum sopan pada Yesung yang kini sudah mulai mencampurkan beberapa macam alkohol ke dalam gelas berleher tinggi.
Dialihkannya pandangannya ke arah Kyuhyun yang sibuk menyesap winenya dengan pandangan kosong di matanya.
"Hei," panggil Changmin pada Kyuhyun yang sepertinya sedang melamun dan sama sekali tidak mendengar panggilan Changmin.
"Kyunnie," Yesung mengguncang pundak Kyuhyun dengan pelan hanya sekedar untuk menyadarkan namja jenius itu dari lamunannya. "Tuan ini memanggilmu."
Kyuhyun menoleh ke kanan dan mendapati sosok Changmin sedang melihat ke arahnya. Wajahnya yang semula tanpa ekspresi kini terlihat kesal. "Mau apa kau? Mau menyuruh hyungmu itu memukuliku lagi?" tanyanya ketus sambil memalingkan muka.
Changmin tertawa sedikit mendengar perkataan Kyuhyun.
"Tidak, aku mau minta maaf atas perlakuannya tadi. Mianhae sudah keterlaluan tadi." ucap Changmin sebelum menyesap Martininya, menikmati sensasi terbakar dari cairan yang sudah turun ke tenggorokannya itu. " Jae-hyung hanya sangat mencintai Yunho-hyung, itu saja."
"Aku tahu."
"Eh?" Changmin menatap bingung pada Kyuhyun yang kini memfokuskan pandangannya pada seorang penyanyi wanita berambut panjang dengan poni datar dan bersuara merdu yang ada di podium yang ukurannya agak besar.
"Aku tahu Yunho-hyung menyukai orang lain, jadi aku putuskan dia." Kyuhyun menghela napas sejenak. "Pasti yang dia sukai itu Jae-hyungmu itu kan? Lebih baik aku putus dengan Yunho-hyung agar mereka bahagia."
Changmin tertegun mendengar perkataan Kyuhyun. Tak disangkanya namja ini ternyata cukup peka pada perasaan orang lain. Ia kira Kyuhyun ini tipe orang yang tidak mau tahu akan nasib orang lain dan sibuk memperdulikan diri sendiri.
"Kau ini orang baik ya…"
"Jangan langsung simpulkan kalau aku ini orang baik dasar idiot, kau baru mengenalku beberapa menit yang lalu." Kyuhyun mendecih pelan dan kembali menyesap anggurnya. "Yesung-hyung, aku mau tambah lagi."
Yesung menerima gelas yang disodorkan Kyuhyun padanya dan kembali mengisinya dengan anggur merah pekat yang tampak begitu menggoda.
"Kau tidak boleh tambah lagi setelah ini Kyunnie, limit alkoholmu sudah hampir mencapai batas." Yesung memutar bola matanya ketika melihat Kyuhyun memajukan bibirnya. "Aku tahu kau peminum yang luar biasa Kyu, tapi kau harus menyetir untuk pulang ke rumah kan?"
"Ani hyung! Aku mau tidur disini saja!" ucap Kyuhyun manja pada Yesung yang sekarang malah memukul kepalanya pelan.
"Pulang ke rumahmu sendiri sana! Hari ini aku mau bermesraan dengan Wookie." jawab Yesung sambil melirik seorang namja bertubuh petite yang sibuk memainkan jemarinya di atas sebuah grand piano berwarna hitam, mengiringi suara merdu sang penyanyi wanita.
"Dasar mesum." gerutu Kyuhyun sambil menampik tangan Yesung dari kepalanya. "Oh ya kau belum mau pergi?"
Changmin mati-matian menahan emosi mendengar perkataan super menusuk yang diberikan Kyuhyun padanya.
"Kau mengusirku heh?" tanya Changmin agak kesal sambil melirik ke arah Kyuhyun yang menyeringai jahil. Dan sumpah wajahnya terlihat sangat manis saat itu.
"Tidak, hanya menyuruhmu pergi saja." Kyuhyun berkata dengan datar dan kembali menyesap anggurnya. Tak lama kemudian ia terbahak melihat wajah Changmin yang berubah kesal. "Aku bercanda bodoh!"
Changmin terperangah mendengar suara tawa Kyuhyun. Suara dalam namja itu terdengar seperti melodi yang indah di telinga Changmin. 'Orang ini perlu tertawa lebih banyak .' pikirnya dalam hati.
"Hei Kyuhyun," panggil Changmin lagi. "Bagaimana kalau kita bertaruh?"
"Bertaruh?" tanya Kyuhyun bingung. Kini tubuhnya ia hadapkan ke arah Changmin, sepertinya ia mulai tertarik dengan topik yang dibuka oleh Changmin.
"Kau ini playboy kan? Dan korbanmu selalu orang yang lebih tua kan?"
Kyuhyun mengangguk walau ia merasa sedikit ragu. "Lalu?"
"Kebetulan aku seumuran denganmu walaupun aku lebih muda beberapa hari darimu." Changmin menyeringai sambil menatap Kyuhyun. "Kita bertaruh, kalau aku bisa menaklukanmu dan membuatmu jatuh cinta padaku, kau menjadi pacarku."
Mata Kyuhyun membelalak mendengar perkataan Changmin, tapi kemudian kilatan yang menandakan kelicikan terlihat di bola mata hitam pekatnya. "Kalau kau kalah?"
"Aku akan mentraktirmu minum di bar ini selama satu tahun."
"Ah ngomong-ngomong, aku belum tahu namamu kan? Masa aku bertaruh dengan seseorang yang bahkan aku tidak tahu namanya siapa?" Kyuhyun berkata sambil menatap Changmin dengan tatapan licik.
"Shim Changmin," Changmin menjawab sambil mengulurkan telapak tangannya ke arah Kyuhyun. "Jadi bagaimana, deal?"
"Deal!" ucap Kyuhyun sambil menerima jabatan tangan Changmin. Sedangkan Yesung yang sedari tadi memperhatikan mereka hanya tersenyum simpul.
"Aku tunggu hasil dari taruhan kalian." Yesung tersenyum pada kedua namja yang lebih muda darinya tapi bertubuh lebih tinggi darinya itu. "Sepertinya akan seru ya."
Baik Changmin dan Kyuhyun sama-sama menampilkan seringai setan mereka di wajah masing-masing. Pertarungan antara Evil Kyu dan Lord VoldeMin akan segera dimulai.
Ya, sepertinya taruhan ini akan menjadi sangat menyenangkan.

To Be Continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar