Pengikut

Selasa, 16 Oktober 2012

Memory About Love [Chapter 3]

Title: Memory About Love [Chapter 3]
Author: BabySuDo
Genre: Yaoi romance, friendship, family
Rating: T
Cast: SuD.O couple and EXO members
Length: Chaptered
A/N or disclaimer (?): Gak mau banyak omong, cuma mau bilang kalau cerita ini murni punya saya. Semua alur saya yang buat. NO PLAGIAT ! EXO juga bukan punya saya. Tapi punya SM entertainment. Punya Tuhannya dan keluarganya. Tapi boleh gak saya miliki Suho dan D.O ? #plak
Warning: Ini ff YAOI loh .. pairnya SuD.O couple dengan slight dimana – mana. Alur kecepatan, typo (s) bertebaran dan imajinasi anda mesti tinggi kalau ingin mengerti lebih jelas ff ini #plak. Jangan jadi siders ya, nanti tag-an nya saya hapus loh~ *ngancem*.
Yaudah langsung baca aja ya, maaf banyak nge-bacot, hehe XD
Readers: *timpuk author*
HAPPY READING ALL \^O^/

Previous Chapter
"Dia .. anak ini …" Kyungsoo menatap heran eommanya, kemudian mensejajarkan pandangannya pada apa yang eommanya lihat.
"Oh … dia itu Kim Suho eomma. Sepupunya Jongdae. Ia murid kelas tiga, ia baik loh eomma sama Kyungsoo." Nyonya Do menatap bergantian brosur yang ternyata terdapat foto Suho itu dan wajah Kyungsoo bergantian.
"Suho?"
"Ia eomma namanya Suho. Tapi ntah kenapa di situ ditulisnya Joonmyun. Mungkin Suho itu nama bekennya. Waeyo eomma? Eomma mengenalnya?"
"Untuk mengingat masa lalu. Ia memaksa otaknya membuka kotak memori lamanya sebelum kecelakaan delapan tahun lalu yang menimpanya itu terjadi. Ia seperti baru saja bertemu dengan seseorang yang berarti dihidupnya, ia berusaha mengingatnya. Namun, karna benturan yang cukup keras itu, otaknya melemah dan mengakibatkan dirinya pingsan."
"Ia bisa kehilangan nyawanya."
Nyonya Do langsung menggeleng cepat dan memasang senyumnya yang menurut Kyungsoo terbilang aneh itu.
"Tidak, namanya unik. Anaknya juga ganteng, hehe .. kau bertemanlah baik dengannya, ne?" Kyungsoo mengangguk lalu menyambar handuknya untuk mandi karna hari sudah sore.
Biarkan ia mengingat Joonmyun secara alami. Biarkan mereka merajut kembali persahabtan indah mereka dari awal. Mianhae Kyungsoo-ah, mianhae Joonmyun-ah. Biarkan kalian saling mengingat secara alami. Ini demi kebaikan kalian berdua.

Memory About Love, chapter three
Tok tok tok
Suara ketukan pintu memaksa Jongdae menghentikan aktifitasnya. Ia bangun dari duduknya dan membuka pintu kamarnya yang tertutup itu.
Krieet ..
"Kyungsoo? Ayo masuk, kajja!" Jongdae menarik tangan Kyungsoo untuk masuk ke dalam kamarnya yang agak berantakan karna Jongdae tengah merapikan beberapa barang yang akan ia bawa ke asrama. Ya, mulai besok ia akan kembali tinggal di asrama sekolahnya.
"Jongdae-ah kau sedang rapi – rapi untuk pindah ke asrama?" Jongdae hanya memberikan anggukan kecil atas pertanyaan yang Kyungsoo berikan. Wajah Jongdae terlihat lesu, lelah mungkin.
"Kau sendiri, ada keperluan apa ke sini?" nada bicara Jongdae terdengar ketus, sepertinya ia sedang kesal karna harus balik ke asramanya yang terbilang sepi itu.
"Ngg .. aku mengganggu mu ya?" tanya Kyungsoo hati – hati karna melihat wajah Jongdae yang semakin tertekuk itu. Jongdae tak menjawab, ia terus saja memasukkan beberapa potong pakaian ke dalam tas koper kecil miliknya, "aku cuma mau memberitahu kalau aku akan tinggal di asrama." Ntah sengaja ditulikan atau tidak, Jongdae menghiraukan ucapan Kyungsoo. Ia malah semakin cepat dan asal memasukkan bebarapa barang lainnya ke dalam tas koper kecilnya.
"Jongdae~ aku mau tinggal di asrama. Bersamamu !" Kyungsoo membesarkan volume suaranya agar Jongdae mengalihkan perhatiannya sebentar ke arahnya.
"Oh kau mau tinggal di asrama." Ucapnya datar tapi tiba – tiba ia menatap Kyungsoo dengan tatapan tidak percaya yang menurut Kyungsoo horror itu, "Mwo? Kau mau tinggal di asrama?" Kyungsoo menutup kedua telinganya, teriakan Jongdae yang cukup keras itu hampir merusak gendang telinganya.
"Ne~ kau senang?" mimik wajah Jongdae langsung berubah 180 derajat. Ia bangun dari duduknya dan menghentikan aktifitasnya untuk menatap Kyungsoo kembali. Sebuah senyuman kini terkembang di bibirnya. Bola matanya berputar sejenak seperti memikirkan sesuatu hingga beberapa saat kemudian ia terlihat sedih kembali. Kyungsoo yang menyadari perubahan raut wajah Jongdae berniat bertanya, tapi diurungkannya ketika Jongdae berucap.
"Tapi .. apa kau akan sekamar denganku?" Kyungsoo jadi ikutan bersedih mendengarnya. Jongdae benar, dirinya akan seasrama dengan Jongdae, tapi apa bisa mereka sekamar?
"Eh tapi kau harus sekamar dengan Jongdae."
Kyungsoo langsung tersenyum mengingat perkataan eommanya ketika mereka berdebat soal tinggal di asrama.
"Err tenang saja, kita pasti sekamar kok. Eommaku bilang, kalau aku harus sekamar denganmu kalau aku ingin tinggal di asrama. Kalau pun tidak bisa aku akan meminta pihak yang terkait supaya menjadikan kita teman sekamar Jongdae." Perubahan air muka Jongdae kembali berubah jadi senang. Ternyata anak ini mempunyai perubahan mood yang jelek.
"Ne~ aku pun akan berusaha supaya kita sekamar, hehe … Karna aku sudah menantikan hal ini. Tinggal di kamar asrama yang terbilang agak besar dengan salah satu temanku. Aku sudah bosan sendirian terus."
"Eoh jadi kau tidak punya teman kamar Jongdae?" tanya Kyungsoo kaget menyadari kenyataan bahwa Jongdae yang sudah tiga bulan menjadi siswa kelas satu di SM Senior High School tidak mempunyai teman sekamar, mengingat begitu banyak siswa yang bersekolah dan memilih tinggal di asrama yang memang disediakan khusus untuk siswa – siswa SM Senior High School.
"Aniyo~ makanya aku begitu senang saat aku tau, kau mau tinggal di asrama. Gomawo Kyungsoo-ah."
"Cheonma Jongdae-ah." Kemudian keduanya tertawa bersama – sama. Tidak ada yang lucu memang, tapi berita itu cukup membahagiakan keduanya.

Kyungsoo pov
Tap tap tap
Ku langkahkan kakiku riang di koridor sekolah yang agak sepi ini karna sebagian siswa senior SM Senior Highh School sedang mengisi perutnya di kantin atau mungkin membaca buku di perpustakaan sekolah. Aku mengembangkan senyumku lebih lebar hari ini karna tujuanku sekarang adalah kelas 3A. Yap, kelas dimana Suho hyung menimba ilmunya.
"Annyeong sunbae, mianhae saya mengganggu. Saya ingin bertemu Suho sunbae, apa dia ada?" tanyaku sopan pada seorang namja yang sepertinya teman sekelas Suho hyung.
"Ada kok, tunggu sebentar! ne?" kemudian namja itu masuk ke kelasnya dan setengah berteriak memanggil nama Suho hyung. Beberapa saat kemudian, muncullah sosok Suho hyung dengan senyum angelic menghiasi bibirnya.
"Eh Kyungsoo-ah ternyata kau yang mencariku."
"Ciee Suho, akhirnya ketua kita punya pacar juga, sweet sweet~" beberapa namja berseru. Ntah mengapa, seruan mereka yang terbilang biasa itu membuatku malu dan merasakan rona merah di pipiku.
"Ya! Diam kalian semua!" Suho hyung berteriak mengomel pada teman – temannya. Aku hanya bisa tersenyum simpul. Memang benar kata Suho hyung tempo hari, siswa di sekolah ini GILA. Mereka yang sudah diomeli tetap saja kembali menggoda Suho hyung.
"Hyung lebih baik kita bicara di tempat lain saja. Hanya menyarankan sih." Suho hyung hanya mengangguk menanggapi saranku dan mulai berjalan beriringan denganku ke taman belakang sekolah yang cukup terawat. Jangan ditanya, tentu saja teman – teman kelasnya masih berseru menggoda walau kami sudah berjarak jauh dari kelas Suho hyung.
Setibanya di taman belakang sekolah, kami memilih duduk di sebuah bangku panjang yang memang tersedia di beberapa sudut taman itu. Kami duduk tepat di depan kumpulan berbagai macam jenis bunga yang ditanam di taman itu. Yang membuatku kagum adalah, bangku panjang yang kami pilih tepat di bawah pohon sakura yang sedang berguguran. Ya, Korea saat ini sedang memasukki musim gugur. Ditambah lagi, bunga yang berada persis di depan kami adalah bunga edelweis. Bunga yang kata orang adalah bunga yang melambangkan cinta kasih yang abadi. Bunga kesukaanku dengan seseorang yang menurutku orang itu begitu berarti dihidupku.
"Kyungsoo-ah kau mau membicarakan hal apa?" aku langsung tersadar dari kekagumanku akan taman belakang sekolah ini. Aku mengalihkan perhatianku dari keindahan taman itu pada Suho hyung yang ntah mengapa kurasa ia terus memperhatikanku sejak tadi.
"Ngg .. ini soal asrama hyung. Aku mau tinggal di asrama."
"Jinjjayo?" Suho hyung bangun dari duduknya, ia terlihat begitu senang ketika aku melaporkan tujuanku menemuinya. Aigoo~ ekspresinya berlebihan sekali sih.
"Ne hyung tapi aku harus sekamar dengan Jongdae, bolehkan hyung? Bolehkaann?" aku mengeluarakan jurusku. Memasang wajah memelas seperti orang yang belum makan seminggu, hehe ..
"Tentu saja boleh. Kebetulan Jongdae hanya sendirian di kamarnya. Kau sebagai penghuni baru asrama sudah pasti sekamar dengannya."
"Aigoo~ gomawo hyung." reflek aku memeluk namja yang lebih tua dua tahun dariku ini. Ku peluk ia erat sekali seakan tak ingin melepaskannya.
"K-Kyungsoo-ah s-sesak .." aku langsung melepas pelukanku ketika mendengar suara Suho hyung yang seperti sedang mengalami sakaratul maut itu. Memasang cengiran khas Chanyeol hyung sebagai permintaan maaf, "mulai kapan kau akan tinggal?"
"Malam ini, bisa hyung?"
"Kau tidak membereskan barang – barangmu dulu?"
"Sudah aku bereskan kemarin malam, hehe .. Nanti supir keluargaku yang mengantarkannya ketika proses pembelajaran selesai."
"Oh, baguslah."
Kemudian keadaan hening, tak ada yang bicara satu sama lain di antara kami. Ntah mengapa aku merasa berbeda. Mungkin ini akibat suasana di taman ini. Sepi, sunyi, hanya suara hembusan angin yang menerpa tubuh kami dengan lembut. Aku merasa nyaman, juga merasa kalau aku seperti menemukan sebuah kehidupan baru.
"Kyungsoo-ah boleh hyung bertanya?" akhirnya pertanyaan yang dilontarkan Suho hyung padaku memecah keheningan diantara kami. Aku langsung menolehkan kepalaku dari bunga edelweis di hadapanku pada Suho hyung yang duduk di sebelahku.
"Ne hyung, tanya saja." Terlihat Suho hyung yang memilin ujung seragamnya. Seperti sedang menimbang – nimbang pertanyaan yang ia ingin ajukan kepadaku. Tingkahnya lucu dan aku menunggunya dengan sabar. Mungkin kalau ia langsung berucap, ia akan melukai perasaanku. Mungkin saja.
"Ngg .. apa kau kenal .."
Bruk
"Aw~"
Kami mendengar suara orang jatuh beserta ringisannya. Sontak aku dan Suho hyung menoleh pada semak belukar dekat koridor sekolah. Jalan dimana aku dan Suho hyung menuju kemari.
"Nuguya?" Suho hyung langsung bangun dari duduknya dan melihat siapa orang yang ada di balik semak belukar itu, "Aigoo~ Kris, Chanyeol dan Jongdae? Kalian sedang apa di sini eoh? Menjadi stalker ku dan Kyungsoo, eoh?" aku yang mendengar Suho hyung menyebut kata 'stalker' langsung menghampirinya untuk ikutan melihat siapa yang ada di balik semak belukar itu.
"Eh ada Suho sama Kyungsoo, hehe .." Chanyeol hyung menyengir, seperti biasa. Kris hyung bersikap cool sambil membersihkan seragamnya yang sedikit kotor di ikuti Jongdae yang juga bangun dari jatuhnya.
"Kalian sedang apa di sini?" tanyaku polos. Mereka yang ditanya malah menggaruk tengkuk belakang mereka. Dasar aneh-_-.
"Ngg .. ini hanya mencari udara segar, ya kan Kris hyung? Chanyeol hyung?" Jongdae menyenggol lengan Kris hyung dan Chanyeol hyung. Kemudian keduanya hanya mengangguk mengiyakan.
"Cih alasan saja." Suho hyung mencibir lalu ia menatap ketiganya dengan tatapan yang sulit diartikan, "Kyungsoo-ah kita lanjutkan lagi nanti ya. Kalau proses pembelajaran telah selesai kau temui aku saja lagi nanti di kelas, ne?" aku mengangguk. Kemudian Suho hyung pergi sambil menyeret Kris hyung dan Chanyeol hyung. Meninggalkan ku berdua dengan Jongdae yang menatapku penuh curiga.
"Jongdae-ah jangan menatapku seperti itu. Kau membuatku takut." Ucapku sambil mengekspresikan wajah ketakutan yang kurasa sangat aneh menurut Jongdae yang melihatnya.
"Hehe mianhae. Oiya tadi ngapain aja sama Suho hyung? Udah sampai tahap apa?"
"Tahap?"
"Ne~ sudah berci …"
"Dasar mesum !" kemudian aku berlari menuju kelas tanpa mempedulikan Jongdae yang berteriak memanggilku.

Author pov
Treengg ..
Suara bel yang berbunyi cukup keras menandakan bahwa telah selesainya proses pembelajaran KBM hari ini. Beberapa saat kemudian, koridor sekolah yang terasa begitu lengang kini menjadi ramai karna seluruh siswanya berhamburan keluar kelas untuk segera mengistirahatkan otak dan tubuh mereka yang lelah karna merasa terkekang dengan pelajaran yang cukup sulit hari itu.
Di sebuah kantin sekolah, lebih tepatnya di meja berbentuk persegi panjang. Terlihat tujuh namja yang sedang berbincang – bincang sambil sesekali mulut mereka mengunyah beberapa macam snack ringan yang mereka beli di kantin sekolah.
"Hyung aku dapat gossip terbaru dari beberapa temanku kemarin malam." Chanyeol terlihat memasang wajah seriusnya yang terkesan horror bagi yang melihatnya.
"Apa apa? Soal penguntit yang waktu itu hampir kau dan Kris tangkap?" Minseok berseru semangat mendengar gossip baru yang Chanyeol bawa.
"Ne~ ternyata itu anak SMP sebelah hyung. Itu loh YM Junior High School. Malah berita yang mengagetkannya .." Chanyeol semakin mengecilkan suaranya dan melirik tajam ke arah Kris yang tetap bersikap cool mendengar dirinya bergossip, "Mereka sudah men-stalker siswa – siswa di sekolah kita sejak yang mereka kuntit itu masuk sebagai siswa kelas satu di sini."
"Aigoo~ memang mereka yang menguntit itu kelas berapa?" tanya Baekhyun heboh.
"Mereka sih katanya sekarang kelas tiga SMP."
"Mwo? Jadi mereka sudah menstalker siswa – siswa di sini sejak tiga tahun yang lalu? Aigoo~ dasar bocah-_-" Minseok heboh, begitupun dengan Jongdae, Chanyeol dan Baekhyun. Hanya Kyungsoo, Suho dan Kris yang diam mendengarkan dengan saksama walau sebenarnya mereka penasaran juga dengan gossip itu.
"Mereka temannya Tao loh~" Kris yang tadinya bersikap cool langsung menatap tajam pada Chanyeol yang baru saja menyebut nama 'Baby Panda'nya itu, Tao.
"Eoh kenapa kau sebut – sebut namanya, huh?" Kris mengepalkan tangannya kuat – kuat. Bersiap melayangkannya ke puncak kepala Chanyeol.
"Kris hyung jangan marah dulu. Aku kan cuma tau dari beberapa temanku. Soalnya kata mereka, seragam yang dikenakan si penguntit itu sama dengan seragam yang dikenakan Baby Pandamu, hyung." Kris bangun dari duduknya dan berjalan meninggalkan mereka yang memandang Chanyeol dan Kris bergantian. Suho mengikutinya, ia merasa perlu menenangkan temannya yang sepertinya kesal itu. Bagaimana tidak kesal kalau pujaan hatimu digossipkan berteman dengan para stalker? Ckck .. tentu saja Kris tidak terima.
"Ngg .. sepertinya aku harus pergi ke perpustakaan. Ada buku yang mesti aku cari untuk mengerjakan tugas dari seonsaengnim, annyeong^^" Kyungsoo bangun dari duduknya, namun tangan Jongdae menahannya.
"Ah tinggallah di sini lebih lama Kyungsoo. Temani aku di sini. Aku juga belum mengerjakan tugasnya, nanti kita cari bersama – sama, ne?" Kyungsoo menghelas napas panjang. Ia berpikir sejenak setelah akhirnya ia menyetujui ajakan Jongdae. Ia kembali duduk di tempatnya karna memang ia penasaran dengan stalker – stalker itu.
"Yang ku dengar, yang sering di kuntit itu Luhan hyung dan Lay. Aigoo~ dua namja china itu memang paling cantik di sekolah kita." Baekhyun menatap Chanyeol sinis setelah mendengar kata 'paling cantik' dari bibir Chanyeol. Chanyeol yang merasakan ada aura – aura aneh dari Baekhyunnie-nya langsung merangkul hangat Baekhyun seraya berkata, "Tapi masih cantikkan Baekhyunnieku dong, hehe .. Manis pula. Ih gemes~" Chanyeol mencubit hidung Baekhyun gemas. Membuat Baekhyun yang tadinya ingin marah – marah jadi menunduk malu. (tumben Chanyeol oppa peka-_- #plak).
"Eoh jangan bermesraan di sini. Apalagi di depan Kyungsoo yang masih polos." Omel Minseok pada dua sejoli yang memang kalau bermesraan tidak tau waktu dan tempat itu. Kemudian gossip berlanjut lagi dan semakin memanas.
Ddrttt .. ddrrtt ….
Handphone Kyungsoo bergetar. Ia segera menjauh dari teman – temannya dan melihat pesan masuk yang baru saja mengganggu acara bergossipnya itu.
From: My Eomma
Kyungsoo chagi, eomma sudah sampai di sekolahmu. Kamu dimana? Bisa temui eomma sekarang?
Kyungsoo langsung membalas pesan eommanya. Tangannya dengan lihai menyentuh layar sentuh handphonenya.
To: My Eomma
Aku di kantin eomma. Ne aku akan segera menemui eomma. Eomma tunggu di kantor guru saja, ne?
Sent. Tak lama kemudian muncul balasan lagi dari eommanya.
From: My eomma
Ajak Jongdae juga ya, eomma perlu bicara dengannya.
To: My Eomma
Ne~ pasti^^
Kemudian Kyungsoo menyeret Jongdae menuju kantor guru setelah meminta izin untuk meminjam Jongdae pada ketiga hyungnya itu.
"Kyungsoo lebih baik kau juga ajak Suho hyung. Dia kan ketua asrama sekolah ini. Biar eommamu juga mengenalnya." Kyungsoo mengangguk setuju atas saran Kyungsoo. Ia biarkan Jongdae menemui eommanya sendirian di kantor guru. Sedangkan dirinya pergi ke kelas 3A untuk menemui Suho.
Tapi sayangnya, sesampainya ia di kelas 3A. Kelas itu tak menampakkan sosok Suho di sana.
"Mencari Suho ya?" Kyungsoo sontak menoleh pada suara baritone yang cukup ia kenal. Ia membalikkan badannya segera dan menemukan Kris sudah berdiri di belakangnya.
"E-eh Kris hyung mengagetkan saja. Ne~ aku mencarinya, hyung tau Suho hyung dimana?"
"Setauku, setelah menasehatiku panjang lebar, ia pergi ke perpustakaan. Kalau tidak ada di sana, kau bisa ke kamar asramanya. Lantai dua nomor kamar 15 gedung ketiga di belakang sekolah ini." Kyungsoo tersenyum kemudian membungkuk sebagai tanda terima kasih. Kemudian ia memulai pencariannya. Mencari sosok Suho di perpustakaan terlebih dahulu.

Jongdae sudah sampai di kantor guru, dengan sopan ia masuk ke dalam dan menghampiri Nyonya Do yang tak lain adalah eommanya Kyungsoo.
"Annyeong ahjumma, sudah lama menunggu ya?" Nyonya Do berdiri dan menggeleng pelan.
"Baru saja datang. Mana Kyungsoo?" tanya Nyonya Do dengan wajah khawatir karna ia tak melihat Kyungsoo datang bersama Jongdae.
"Ia sedang mencari ketua asrama sekolah ini ahjumma." Nyonya Do hanya mengangguk mengerti.
"Permisi, anda benar Nyonya Do ? Saya wali kelas dari Do Kyungsoo." Seorang namja paruh baya menghampiri Nyonya Do dan Jongdae yang sedang ada di ruang tunggu untuk menyambut para tamu yang datang ke sekolah. Terlihat beberapa saat kemudian Nyonya Do mengobrol hangat dengan wali kelas Kyungsoo dan Jongdae. Setelah selesai, Nyonya Do kembali menghampiri Jongdae dan mengajaknya untuk berbicara empat mata seperti yang ia bilang pada Kyungsoo lewat sms.
"Memangnya ahjumma mau bicara apa pada saya?" tanya Jongdae sopan setelah mereka berada di halaman sekolah. Mereka duduk di sebuah bangku panjang di bawah pohon sakura yang berguguran.
Nyonya Do menghela napas berkali – kali, bola matanya berputar perlahan seraya menimbang kata – kata yang pas untuk menyampaikan hal penting pada Jongdae.
"Ahjumma mau minta tolong. Kamu mau menolong ahjumma kan?"
"Tanpa diminta pun, saya akan selalu menolong ahjumma." Nyonya Do tersenyum sebelum akhirnya ia kembali berpikir untuk mengatakan apa yang harus dilakukan Jongdae untuknya.
"Ahjumma mau kamu menolong ahjumma mengawasi Kyungsoo. Kesehatannya kemarin kembali drop."
"Mwo?"

Kyungsoo pov
Aku memasuki perpustakaan sekolah. Mengisi daftar hadir dan mulai mencari sosok Suho hyung. Setelah ku telusuri di berbagai sudut di perpustakaan ini. Aku tak menemukan sosoknya. Tiba – tiba saja aku teringat tugas yang diberikan Choi seonsaengnim. Mumpung aku sedang berada di sini, aku sekalian saja mencari buku yang aku perlukan untuk mengerjakan tugas itu.
Aku menulusuri tiap rak buku yang berdiri kokoh di perpustakaan ini. Ku edarkan juga pandanganku pada pengunjung yang terbilang ramai hari ini. Aku melirik jam bundar di tanganku, tepat pukul empat sore, waktunya para anggota perpustakaan yang dari luar sekolah -selain siswa sekolah- berkunjung. Terlihat dari pakaian yang mereka pakai. Cukup banyak pengunjung yang tak seseragam dengan pakaianku.
"Ah itu dia." Seruku saat melihat buku yang aku cari. Aku mendekati rak yang menyimpan buku itu. Tapi sayang sekali, setelah ku coba untuk mengambilnya dengan berjingjit pun tak bisa. Letaknya terlalu tinggi untuk ukuran namja yang hanya mempunyai tinggi 173 cm sepertiku. Perlu Kris hyung atau Chanyeol hyung yang mengambilnya. Atau mungkin sepuluh senti di atasku.
"Eoh nanti sajalah mengambilnya." Ucapku pasrah sambil berbalik badan untuk pergi. Tapi baru dua langkah aku berjalan, buku incaranku sudah di depan mata.
"Ini sunbae buku yang kau cari." Seseorang yang ku yakini namja menyodorkan buku incaranku tepat di depan wajahku. Aku berbalik dan menatapanya. Matanya tak sebulat mataku namun aku suka warna bola matanya, agak coklat kehitaman. Tubunya tinggi tegap. Kulitnya berwarna coklat namun membuat kesan manis dan .. sexy.
"Sunbae~ ini bukunya." Aku tersadar dari acaraku memperhatikannya. Aku segera mengambil bukunya dan membungkuk sebagai tanda terima kasihku.
"Gomawo. Eng .. apa ya yang harus aku lakukan untuk membalas kebaikanmu?" ucapku basa – basi. Ntah kenapa tatapan matanya itu seperti menghipnotisku untuk tidak segera pergi dari tempat itu.
"Kita kenalan dulu sunbae. Jeoneun Kim Jong In imnida. Tapi sunbae bisa memanggilku, Kai." Ia mengulurkan tangannya sebagai tanda awal perkenalan.
"Do Kyungsoo. Kyungsoo imnida^^" aku membalas uluran tangannya dengan menjabat tangannya. Tak lupa ku sunggingkan senyuman ku yang menurutku manis ini. Ia juga tersenyum, sama manisnya dengan senyumanku. (Kyungsoo oppa narsis-_-).
"Ah sunbae, a-aku boleh minta tolong?"
"Ne~ tolong apa Kai?"
"A-aku kelas tiga SMP. Aku akan menghadapi ujian akhir yang walau sebenarnya masih lama, sekitar tujuh sampai delapan bulan lagi. Tapi ada beberapa materi pelajaran yang aku tidak mengerti. Sunbae sepertinya siswa kelas satu sekolah ini. Yang ku dengar juga, siswa – siswa di sekolah ini berotak encer. Sunbae mau kan mengajariku materi pelajaran yang aku tak bisa itu?"
Aku kembali memperhatikannya. Kalau di lihat memang seragamnya itu sangat berbeda dengan seragam yang ku pakai. Ada logo sekolahnya juga. YM Junior High School. Eh tunggu, bukankah itu sekolah yang dibicarakan Chanyeol hyung saat di kantin tadi? Tapi apa mungkin namja baik dan semanis Kai ke sini hanya untuk menguntit? Tapi kan tadi ia bilang kalau ia mau belajar. Err .. aku bingung u.u
"Tentu, kebetulan materiku tak jauh dari pelajaran siswa kelas tiga SMP. Kapan mulai belajarnya?"
"Sekarang saja~" serunya semangat, aku hanya bisa tersenyum dan mengangguk setuju. Sepertinya dia memang bukan stalker yang Chanyeol hyung maksud.
Kemudian kami pergi ke meja kosong yang ada di sudut ruangan perpustakaan dan mulai belajar. Kai belajar dengan cepat, ia juga aktif bertanya jika tidak mengerti. Senyuman terus terkembang di bibirku. Tak peduli ia melihatnya atau tidak, yang penting aku memasang wajah manis di depannya.
"Nah coba kau kerjakan soal yang ku buat ini. Kalau sudah selesai akan aku periksa."
"Ne~ sunbae."
Dddrtt ddrtt …
Handphoneku bergetar mengisyaratkan sebuah pesan masuk. Aku yang sedang asyik mengajari Kai matematika atau lebih tepatnya memperhatikannya mengerjakan soal segera mengambil benda berbentuk persegi itu dari saku ku.
From: Jongdae
Hei kau mencari Suho hyung kemana saja, eoh? Lama sekali sih?
"Aigoo~ aku lupa." ucapku sambil menepuk jidatku. Kai yang sedang asyik mengerjakan soal langsung menoleh bingung ke arahku.
"Waeyo sunbae?"
"Ngg … Kai sepertinya cukup sampai di sini perjumpaan kita. Maksudku, kita sudahi saja belajar kita hari ini. Lagi pula ini sudah sore dan aku baru ingat kalau aku harus menemui seseorang." Kai tampak berpikir kemudian mengangguk setuju, "mianhae, Kai" tambahku dengan nada bersalah.
"Gwenchana sunbae. Hmm tapi besok bisa ajari lagi tidak?"
"Tentu, di tempat dan jam yang sama, otte?"
"Ne~ tapi bolehkah aku meminta nomor telepon sunbae?" aku membulatkan mataku yang – memang- sudah bulat. Otak ku berfantasi liar memikirkan tujuan Kai meminta nomor teleponku. Ini mungkin cuma modus. Belajarnya pun ini jangan – jangan cuma modus. Yang sebenarnya, ia berniat untuk mengapa - apakanku. Jangan – jangan ia benar – benar stalker yang Chanyeol hyung maksud. Aku kan termasuk namja yang cukup err manis dan mungkin saja .. menggairahkan?
Aku refleks menyilangkan kedua tanganku di depan dada untuk menutupi bagian sensitifku. Adegan – adegan pemaksaan dan pemerkosaan yang diputar di sebuah film melayang – layang di kepalaku, "hanya untuk mempermudah komunikasi."
Blush
Aku langsung tertunduk untuk menutupi rona merah yang terasa di kedua pipiku. Aku malu karna ketahuan berpikiran macam – macam olehnya.
"A-ah i-iya b-boleh kok. Ini, kau ketikkan saja nomormu di sini. Nanti aku yang menghubungimu." Ucapku sambil menyodorkan handphoneku dengan wajah masih tertunduk. Aku melirik Kai, ia mulai menyentuh screen handphoneku. Kemudian mengembalikannya tanpa kurang satu apapun.
"Mau keluar bersama?" aku mengangguk mengiyakan. Kemudian kami segera keluar dari perpustakaan.
Suho pov
Aku baru saja ingin menemui Kyungsoo yang katanya Kris menungguku di perpustakaan. Tetapi sampai di sana, aku menemukannya sedang mengobrol dengan siswa dari sekolah lain. Yang membuatku sedih adalah senyum yang selalu terkembang di bibir Kyungsoo dan itu hanya ditujukan untuk orang tersebut. Parahnya lagi, Kyungsoo yang menurutku itu pemalu ternyata mudah akrab juga dengan orang baru. Terlihat dari cara ia berbicara dengan orang itu tanpa canggung sedikit pun. Aku yang tadinya ingin menemuinya akhirnya pergi untuk mencari Jongdae.
"Jongdae-ah" seruku setelah ku temukan sosok Jongdae yang tengah berjalan sendirian di koridor sekolah yang sudah sangat sepi. Ia tersenyum dan berlari menghampiriku.
"Hyung kau tidak ketemu dengan Kyungsoo?" aku menggeleng untuk 'sedikit' berdusta. Aku melihatnya tapi tidak menemuinya, itu sedikit berbohongkan?
"Oh, ku kira kau bertemu dengannya. Soalnya dia mencarimu untuk diperkenalkan pada eommanya."
"D-diperkenalkan dengan eommanya? Dengan Nyonya Do?" Jongdae mengangguk mantap. Kemudian aku sudah melayang jauh ke masa lalu. Saat aku pertama kali mengenal Kyungsoo dan keluarganya. Senyuman yeoja paruh baya itu, senyuman yang hangat yang sama seperti senyum eommaku.
"Hyung, kau sakit?" Jongdae menempelkan telapak tangannya di dahiku dan bergumam kecil, "tapi tidak panas kok."
"Aku sehat kok. Lalu kemana Kyungsoo dan eommanya sekarang?"
"Mereka sih sudah bertemu tadi di gerbang. Mungkin eommanya sudah pulang. Kalau Kyungsoo mungkin sedang membereskan pakaiannya di kamar asrama." Ada perasaan sedih di hatiku, aku sangat ingin bertemu dengan Nyonya Do. Mungkin saja dia masih mengingatku dan bilang pada Kyungsoo kalau aku ini .. "hyung aku mau bicara soal Kyungsoo padamu." Aku menatap dalam kedua mata Jongdae. Perasaan khawatir dan tak enak merasuki pikiranku. Dari tatapan Jongdae mengatakan kalau hal yang ingin ia bicarakan 'sangat' penting.
"Kita bicara sambil jalan – jalan saja."
.
.
.
.
.
TBC
Apa yang sebenarnya terjadi pada Kyungsoo? Hayoo gimana part 3 nya?
.
.
.
Ah saya mau balasin review dulu yaw~
Oiya waktu di chapter saya ntah kenapa saya gak bisa liat yang review -"
ffn nya aneh #plak
atau mungkin karna saya author baru yang 'sedikit' buta bahasa inggris jadi gak ngerti cara liat review, hehe #plak
Jadi, saya balas reviewnya sekalian aja ya hehe XD
SuDo Ship: Iya Suho sekamar sama Minseok. Jongdae sama D.O eh tapi gak cemburu lah, malah bagus toh? *maksudnya?*
makasih udah baca ff abal saya, kamu sudo hardcore shipper? saya juga #hug
Jung Jaejin: Tenang tenang, D.O nya gak dibuat mati kok, itu bias sayaaaaahhhh *teriak pakai toa*
makasih udah mau baca ff saya yang abal ini u.u
kamu sud.o shipper juga? saya juga #hug
AEGYA SUDO: Huwaahh aku juga suka pair ini #hug
makasih udh baca ff ini. iya jarang yang buat soalnya kaisoo shipper lebih kuat #tendang #plak
Guest sonnim: ini udah dilanjut~ makasih udah mau baca dan review #bow
Reita: Kyungsoo emang cocok sama siapa aja, apalagi sama author #plak #abaikan
ZhieCho: wah kenapa dengan Kris gege? Dia baik kok, cuma ya itu suka tepe2 -_-
kyuaniee fiee: kai sama xiumin? O.o saya gak ngerti #plak
setau saya xiumin sama jongdae aka chen, hehe ..
SparKSomniaA0321: iya Suhonya jadi seme, Suho jadi uke kalau di pair sama Kris #digebukinTao
D.O kan emak - emak #plak jadi dibuat uke di sini, hehe ..

Makasih semua yang udah review ya~ maaf nih updatenya telat soalnya saya ada tes gitu, hehe ..
ditunggu lagi reviewnya^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar