Title: Memory About Love [Chapter 3]
Author: BabySuDo
Genre: Yaoi romance, friendship, family
Rating: T
Cast: SuD.O couple and EXO members
Length: Chaptered
A/N
or disclaimer (?): Gak mau banyak omong, cuma mau bilang kalau cerita
ini murni punya saya. Semua alur saya yang buat. NO PLAGIAT ! EXO juga
bukan punya saya. Tapi punya SM entertainment. Punya Tuhannya dan
keluarganya. Tapi boleh gak saya miliki Suho dan D.O ? #plak
Warning:
Ini ff YAOI loh .. pairnya SuD.O couple dengan slight dimana – mana.
Alur kecepatan, typo (s) bertebaran dan imajinasi anda mesti tinggi
kalau ingin mengerti lebih jelas ff ini #plak. Jangan jadi siders ya,
nanti tag-an nya saya hapus loh~ *ngancem*.
Yaudah langsung baca aja ya, maaf banyak nge-bacot, hehe XD
Readers: *timpuk author*
HAPPY READING ALL \^O^/
Previous Chapter
"Dia .. anak ini …" Kyungsoo menatap heran eommanya, kemudian mensejajarkan pandangannya pada apa yang eommanya lihat.
"Oh
… dia itu Kim Suho eomma. Sepupunya Jongdae. Ia murid kelas tiga, ia
baik loh eomma sama Kyungsoo." Nyonya Do menatap bergantian brosur yang
ternyata terdapat foto Suho itu dan wajah Kyungsoo bergantian.
"Suho?"
"Ia
eomma namanya Suho. Tapi ntah kenapa di situ ditulisnya Joonmyun.
Mungkin Suho itu nama bekennya. Waeyo eomma? Eomma mengenalnya?"
"Untuk
mengingat masa lalu. Ia memaksa otaknya membuka kotak memori lamanya
sebelum kecelakaan delapan tahun lalu yang menimpanya itu terjadi. Ia
seperti baru saja bertemu dengan seseorang yang berarti dihidupnya, ia
berusaha mengingatnya. Namun, karna benturan yang cukup keras itu,
otaknya melemah dan mengakibatkan dirinya pingsan."
"Ia bisa kehilangan nyawanya."
Nyonya Do langsung menggeleng cepat dan memasang senyumnya yang menurut Kyungsoo terbilang aneh itu.
"Tidak,
namanya unik. Anaknya juga ganteng, hehe .. kau bertemanlah baik
dengannya, ne?" Kyungsoo mengangguk lalu menyambar handuknya untuk mandi
karna hari sudah sore.
Biarkan ia mengingat Joonmyun secara
alami. Biarkan mereka merajut kembali persahabtan indah mereka dari
awal. Mianhae Kyungsoo-ah, mianhae Joonmyun-ah. Biarkan kalian saling
mengingat secara alami. Ini demi kebaikan kalian berdua.
Memory About Love, chapter three
Tok tok tok
Suara
ketukan pintu memaksa Jongdae menghentikan aktifitasnya. Ia bangun dari
duduknya dan membuka pintu kamarnya yang tertutup itu.
Krieet ..
"Kyungsoo?
Ayo masuk, kajja!" Jongdae menarik tangan Kyungsoo untuk masuk ke dalam
kamarnya yang agak berantakan karna Jongdae tengah merapikan beberapa
barang yang akan ia bawa ke asrama. Ya, mulai besok ia akan kembali
tinggal di asrama sekolahnya.
"Jongdae-ah kau sedang rapi – rapi
untuk pindah ke asrama?" Jongdae hanya memberikan anggukan kecil atas
pertanyaan yang Kyungsoo berikan. Wajah Jongdae terlihat lesu, lelah
mungkin.
"Kau sendiri, ada keperluan apa ke sini?" nada bicara
Jongdae terdengar ketus, sepertinya ia sedang kesal karna harus balik ke
asramanya yang terbilang sepi itu.
"Ngg .. aku mengganggu mu ya?"
tanya Kyungsoo hati – hati karna melihat wajah Jongdae yang semakin
tertekuk itu. Jongdae tak menjawab, ia terus saja memasukkan beberapa
potong pakaian ke dalam tas koper kecil miliknya, "aku cuma mau
memberitahu kalau aku akan tinggal di asrama." Ntah sengaja ditulikan
atau tidak, Jongdae menghiraukan ucapan Kyungsoo. Ia malah semakin cepat
dan asal memasukkan bebarapa barang lainnya ke dalam tas koper
kecilnya.
"Jongdae~ aku mau tinggal di asrama. Bersamamu !"
Kyungsoo membesarkan volume suaranya agar Jongdae mengalihkan
perhatiannya sebentar ke arahnya.
"Oh kau mau tinggal di asrama."
Ucapnya datar tapi tiba – tiba ia menatap Kyungsoo dengan tatapan tidak
percaya yang menurut Kyungsoo horror itu, "Mwo? Kau mau tinggal di
asrama?" Kyungsoo menutup kedua telinganya, teriakan Jongdae yang cukup
keras itu hampir merusak gendang telinganya.
"Ne~ kau senang?"
mimik wajah Jongdae langsung berubah 180 derajat. Ia bangun dari
duduknya dan menghentikan aktifitasnya untuk menatap Kyungsoo kembali.
Sebuah senyuman kini terkembang di bibirnya. Bola matanya berputar
sejenak seperti memikirkan sesuatu hingga beberapa saat kemudian ia
terlihat sedih kembali. Kyungsoo yang menyadari perubahan raut wajah
Jongdae berniat bertanya, tapi diurungkannya ketika Jongdae berucap.
"Tapi
.. apa kau akan sekamar denganku?" Kyungsoo jadi ikutan bersedih
mendengarnya. Jongdae benar, dirinya akan seasrama dengan Jongdae, tapi
apa bisa mereka sekamar?
"Eh tapi kau harus sekamar dengan Jongdae."
Kyungsoo langsung tersenyum mengingat perkataan eommanya ketika mereka berdebat soal tinggal di asrama.
"Err
tenang saja, kita pasti sekamar kok. Eommaku bilang, kalau aku harus
sekamar denganmu kalau aku ingin tinggal di asrama. Kalau pun tidak bisa
aku akan meminta pihak yang terkait supaya menjadikan kita teman
sekamar Jongdae." Perubahan air muka Jongdae kembali berubah jadi
senang. Ternyata anak ini mempunyai perubahan mood yang jelek.
"Ne~
aku pun akan berusaha supaya kita sekamar, hehe … Karna aku sudah
menantikan hal ini. Tinggal di kamar asrama yang terbilang agak besar
dengan salah satu temanku. Aku sudah bosan sendirian terus."
"Eoh
jadi kau tidak punya teman kamar Jongdae?" tanya Kyungsoo kaget
menyadari kenyataan bahwa Jongdae yang sudah tiga bulan menjadi siswa
kelas satu di SM Senior High School tidak mempunyai teman sekamar,
mengingat begitu banyak siswa yang bersekolah dan memilih tinggal di
asrama yang memang disediakan khusus untuk siswa – siswa SM Senior High
School.
"Aniyo~ makanya aku begitu senang saat aku tau, kau mau tinggal di asrama. Gomawo Kyungsoo-ah."
"Cheonma
Jongdae-ah." Kemudian keduanya tertawa bersama – sama. Tidak ada yang
lucu memang, tapi berita itu cukup membahagiakan keduanya.
Kyungsoo pov
Tap tap tap
Ku langkahkan
kakiku riang di koridor sekolah yang agak sepi ini karna sebagian siswa
senior SM Senior Highh School sedang mengisi perutnya di kantin atau
mungkin membaca buku di perpustakaan sekolah. Aku mengembangkan senyumku
lebih lebar hari ini karna tujuanku sekarang adalah kelas 3A. Yap,
kelas dimana Suho hyung menimba ilmunya.
"Annyeong sunbae, mianhae
saya mengganggu. Saya ingin bertemu Suho sunbae, apa dia ada?" tanyaku
sopan pada seorang namja yang sepertinya teman sekelas Suho hyung.
"Ada
kok, tunggu sebentar! ne?" kemudian namja itu masuk ke kelasnya dan
setengah berteriak memanggil nama Suho hyung. Beberapa saat kemudian,
muncullah sosok Suho hyung dengan senyum angelic menghiasi bibirnya.
"Eh Kyungsoo-ah ternyata kau yang mencariku."
"Ciee
Suho, akhirnya ketua kita punya pacar juga, sweet sweet~" beberapa
namja berseru. Ntah mengapa, seruan mereka yang terbilang biasa itu
membuatku malu dan merasakan rona merah di pipiku.
"Ya! Diam
kalian semua!" Suho hyung berteriak mengomel pada teman – temannya. Aku
hanya bisa tersenyum simpul. Memang benar kata Suho hyung tempo hari,
siswa di sekolah ini GILA. Mereka yang sudah diomeli tetap saja kembali
menggoda Suho hyung.
"Hyung lebih baik kita bicara di tempat lain
saja. Hanya menyarankan sih." Suho hyung hanya mengangguk menanggapi
saranku dan mulai berjalan beriringan denganku ke taman belakang sekolah
yang cukup terawat. Jangan ditanya, tentu saja teman – teman kelasnya
masih berseru menggoda walau kami sudah berjarak jauh dari kelas Suho
hyung.
Setibanya di taman belakang sekolah, kami memilih duduk di
sebuah bangku panjang yang memang tersedia di beberapa sudut taman itu.
Kami duduk tepat di depan kumpulan berbagai macam jenis bunga yang
ditanam di taman itu. Yang membuatku kagum adalah, bangku panjang yang
kami pilih tepat di bawah pohon sakura yang sedang berguguran. Ya, Korea
saat ini sedang memasukki musim gugur. Ditambah lagi, bunga yang berada
persis di depan kami adalah bunga edelweis. Bunga yang kata orang
adalah bunga yang melambangkan cinta kasih yang abadi. Bunga kesukaanku
dengan seseorang yang menurutku orang itu begitu berarti dihidupku.
"Kyungsoo-ah
kau mau membicarakan hal apa?" aku langsung tersadar dari kekagumanku
akan taman belakang sekolah ini. Aku mengalihkan perhatianku dari
keindahan taman itu pada Suho hyung yang ntah mengapa kurasa ia terus
memperhatikanku sejak tadi.
"Ngg .. ini soal asrama hyung. Aku mau tinggal di asrama."
"Jinjjayo?"
Suho hyung bangun dari duduknya, ia terlihat begitu senang ketika aku
melaporkan tujuanku menemuinya. Aigoo~ ekspresinya berlebihan sekali
sih.
"Ne hyung tapi aku harus sekamar dengan Jongdae, bolehkan
hyung? Bolehkaann?" aku mengeluarakan jurusku. Memasang wajah memelas
seperti orang yang belum makan seminggu, hehe ..
"Tentu saja
boleh. Kebetulan Jongdae hanya sendirian di kamarnya. Kau sebagai
penghuni baru asrama sudah pasti sekamar dengannya."
"Aigoo~
gomawo hyung." reflek aku memeluk namja yang lebih tua dua tahun dariku
ini. Ku peluk ia erat sekali seakan tak ingin melepaskannya.
"K-Kyungsoo-ah
s-sesak .." aku langsung melepas pelukanku ketika mendengar suara Suho
hyung yang seperti sedang mengalami sakaratul maut itu. Memasang
cengiran khas Chanyeol hyung sebagai permintaan maaf, "mulai kapan kau
akan tinggal?"
"Malam ini, bisa hyung?"
"Kau tidak membereskan barang – barangmu dulu?"
"Sudah aku bereskan kemarin malam, hehe .. Nanti supir keluargaku yang mengantarkannya ketika proses pembelajaran selesai."
"Oh, baguslah."
Kemudian
keadaan hening, tak ada yang bicara satu sama lain di antara kami. Ntah
mengapa aku merasa berbeda. Mungkin ini akibat suasana di taman ini.
Sepi, sunyi, hanya suara hembusan angin yang menerpa tubuh kami dengan
lembut. Aku merasa nyaman, juga merasa kalau aku seperti menemukan
sebuah kehidupan baru.
"Kyungsoo-ah boleh hyung bertanya?"
akhirnya pertanyaan yang dilontarkan Suho hyung padaku memecah
keheningan diantara kami. Aku langsung menolehkan kepalaku dari bunga
edelweis di hadapanku pada Suho hyung yang duduk di sebelahku.
"Ne
hyung, tanya saja." Terlihat Suho hyung yang memilin ujung seragamnya.
Seperti sedang menimbang – nimbang pertanyaan yang ia ingin ajukan
kepadaku. Tingkahnya lucu dan aku menunggunya dengan sabar. Mungkin
kalau ia langsung berucap, ia akan melukai perasaanku. Mungkin saja.
"Ngg .. apa kau kenal .."
Bruk
"Aw~"
Kami
mendengar suara orang jatuh beserta ringisannya. Sontak aku dan Suho
hyung menoleh pada semak belukar dekat koridor sekolah. Jalan dimana aku
dan Suho hyung menuju kemari.
"Nuguya?" Suho hyung langsung
bangun dari duduknya dan melihat siapa orang yang ada di balik semak
belukar itu, "Aigoo~ Kris, Chanyeol dan Jongdae? Kalian sedang apa di
sini eoh? Menjadi stalker ku dan Kyungsoo, eoh?" aku yang mendengar Suho
hyung menyebut kata 'stalker' langsung menghampirinya untuk ikutan
melihat siapa yang ada di balik semak belukar itu.
"Eh ada Suho
sama Kyungsoo, hehe .." Chanyeol hyung menyengir, seperti biasa. Kris
hyung bersikap cool sambil membersihkan seragamnya yang sedikit kotor di
ikuti Jongdae yang juga bangun dari jatuhnya.
"Kalian sedang apa di sini?" tanyaku polos. Mereka yang ditanya malah menggaruk tengkuk belakang mereka. Dasar aneh-_-.
"Ngg
.. ini hanya mencari udara segar, ya kan Kris hyung? Chanyeol hyung?"
Jongdae menyenggol lengan Kris hyung dan Chanyeol hyung. Kemudian
keduanya hanya mengangguk mengiyakan.
"Cih alasan saja." Suho
hyung mencibir lalu ia menatap ketiganya dengan tatapan yang sulit
diartikan, "Kyungsoo-ah kita lanjutkan lagi nanti ya. Kalau proses
pembelajaran telah selesai kau temui aku saja lagi nanti di kelas, ne?"
aku mengangguk. Kemudian Suho hyung pergi sambil menyeret Kris hyung dan
Chanyeol hyung. Meninggalkan ku berdua dengan Jongdae yang menatapku
penuh curiga.
"Jongdae-ah jangan menatapku seperti itu. Kau
membuatku takut." Ucapku sambil mengekspresikan wajah ketakutan yang
kurasa sangat aneh menurut Jongdae yang melihatnya.
"Hehe mianhae. Oiya tadi ngapain aja sama Suho hyung? Udah sampai tahap apa?"
"Tahap?"
"Ne~ sudah berci …"
"Dasar mesum !" kemudian aku berlari menuju kelas tanpa mempedulikan Jongdae yang berteriak memanggilku.
Author pov
Treengg ..
Suara bel yang
berbunyi cukup keras menandakan bahwa telah selesainya proses
pembelajaran KBM hari ini. Beberapa saat kemudian, koridor sekolah yang
terasa begitu lengang kini menjadi ramai karna seluruh siswanya
berhamburan keluar kelas untuk segera mengistirahatkan otak dan tubuh
mereka yang lelah karna merasa terkekang dengan pelajaran yang cukup
sulit hari itu.
Di sebuah kantin sekolah, lebih tepatnya di meja
berbentuk persegi panjang. Terlihat tujuh namja yang sedang berbincang –
bincang sambil sesekali mulut mereka mengunyah beberapa macam snack
ringan yang mereka beli di kantin sekolah.
"Hyung aku dapat gossip
terbaru dari beberapa temanku kemarin malam." Chanyeol terlihat
memasang wajah seriusnya yang terkesan horror bagi yang melihatnya.
"Apa
apa? Soal penguntit yang waktu itu hampir kau dan Kris tangkap?"
Minseok berseru semangat mendengar gossip baru yang Chanyeol bawa.
"Ne~
ternyata itu anak SMP sebelah hyung. Itu loh YM Junior High School.
Malah berita yang mengagetkannya .." Chanyeol semakin mengecilkan
suaranya dan melirik tajam ke arah Kris yang tetap bersikap cool
mendengar dirinya bergossip, "Mereka sudah men-stalker siswa – siswa di
sekolah kita sejak yang mereka kuntit itu masuk sebagai siswa kelas satu
di sini."
"Aigoo~ memang mereka yang menguntit itu kelas berapa?" tanya Baekhyun heboh.
"Mereka sih katanya sekarang kelas tiga SMP."
"Mwo?
Jadi mereka sudah menstalker siswa – siswa di sini sejak tiga tahun
yang lalu? Aigoo~ dasar bocah-_-" Minseok heboh, begitupun dengan
Jongdae, Chanyeol dan Baekhyun. Hanya Kyungsoo, Suho dan Kris yang diam
mendengarkan dengan saksama walau sebenarnya mereka penasaran juga
dengan gossip itu.
"Mereka temannya Tao loh~" Kris yang tadinya
bersikap cool langsung menatap tajam pada Chanyeol yang baru saja
menyebut nama 'Baby Panda'nya itu, Tao.
"Eoh kenapa kau sebut –
sebut namanya, huh?" Kris mengepalkan tangannya kuat – kuat. Bersiap
melayangkannya ke puncak kepala Chanyeol.
"Kris hyung jangan marah
dulu. Aku kan cuma tau dari beberapa temanku. Soalnya kata mereka,
seragam yang dikenakan si penguntit itu sama dengan seragam yang
dikenakan Baby Pandamu, hyung." Kris bangun dari duduknya dan berjalan
meninggalkan mereka yang memandang Chanyeol dan Kris bergantian. Suho
mengikutinya, ia merasa perlu menenangkan temannya yang sepertinya kesal
itu. Bagaimana tidak kesal kalau pujaan hatimu digossipkan berteman
dengan para stalker? Ckck .. tentu saja Kris tidak terima.
"Ngg ..
sepertinya aku harus pergi ke perpustakaan. Ada buku yang mesti aku
cari untuk mengerjakan tugas dari seonsaengnim, annyeong^^" Kyungsoo
bangun dari duduknya, namun tangan Jongdae menahannya.
"Ah
tinggallah di sini lebih lama Kyungsoo. Temani aku di sini. Aku juga
belum mengerjakan tugasnya, nanti kita cari bersama – sama, ne?"
Kyungsoo menghelas napas panjang. Ia berpikir sejenak setelah akhirnya
ia menyetujui ajakan Jongdae. Ia kembali duduk di tempatnya karna memang
ia penasaran dengan stalker – stalker itu.
"Yang ku dengar, yang
sering di kuntit itu Luhan hyung dan Lay. Aigoo~ dua namja china itu
memang paling cantik di sekolah kita." Baekhyun menatap Chanyeol sinis
setelah mendengar kata 'paling cantik' dari bibir Chanyeol. Chanyeol
yang merasakan ada aura – aura aneh dari Baekhyunnie-nya langsung
merangkul hangat Baekhyun seraya berkata, "Tapi masih cantikkan
Baekhyunnieku dong, hehe .. Manis pula. Ih gemes~" Chanyeol mencubit
hidung Baekhyun gemas. Membuat Baekhyun yang tadinya ingin marah – marah
jadi menunduk malu. (tumben Chanyeol oppa peka-_- #plak).
"Eoh
jangan bermesraan di sini. Apalagi di depan Kyungsoo yang masih polos."
Omel Minseok pada dua sejoli yang memang kalau bermesraan tidak tau
waktu dan tempat itu. Kemudian gossip berlanjut lagi dan semakin
memanas.
Ddrttt .. ddrrtt ….
Handphone
Kyungsoo bergetar. Ia segera menjauh dari teman – temannya dan melihat
pesan masuk yang baru saja mengganggu acara bergossipnya itu.
From: My Eomma
Kyungsoo chagi, eomma sudah sampai di sekolahmu. Kamu dimana? Bisa temui eomma sekarang?
Kyungsoo langsung membalas pesan eommanya. Tangannya dengan lihai menyentuh layar sentuh handphonenya.
To: My Eomma
Aku di kantin eomma. Ne aku akan segera menemui eomma. Eomma tunggu di kantor guru saja, ne?
Sent. Tak lama kemudian muncul balasan lagi dari eommanya.
From: My eomma
Ajak Jongdae juga ya, eomma perlu bicara dengannya.
To: My Eomma
Ne~ pasti^^
Kemudian Kyungsoo menyeret Jongdae menuju kantor guru setelah meminta izin untuk meminjam Jongdae pada ketiga hyungnya itu.
"Kyungsoo
lebih baik kau juga ajak Suho hyung. Dia kan ketua asrama sekolah ini.
Biar eommamu juga mengenalnya." Kyungsoo mengangguk setuju atas saran
Kyungsoo. Ia biarkan Jongdae menemui eommanya sendirian di kantor guru.
Sedangkan dirinya pergi ke kelas 3A untuk menemui Suho.
Tapi sayangnya, sesampainya ia di kelas 3A. Kelas itu tak menampakkan sosok Suho di sana.
"Mencari
Suho ya?" Kyungsoo sontak menoleh pada suara baritone yang cukup ia
kenal. Ia membalikkan badannya segera dan menemukan Kris sudah berdiri
di belakangnya.
"E-eh Kris hyung mengagetkan saja. Ne~ aku mencarinya, hyung tau Suho hyung dimana?"
"Setauku,
setelah menasehatiku panjang lebar, ia pergi ke perpustakaan. Kalau
tidak ada di sana, kau bisa ke kamar asramanya. Lantai dua nomor kamar
15 gedung ketiga di belakang sekolah ini." Kyungsoo tersenyum kemudian
membungkuk sebagai tanda terima kasih. Kemudian ia memulai pencariannya.
Mencari sosok Suho di perpustakaan terlebih dahulu.
Jongdae sudah sampai di kantor guru, dengan sopan ia masuk ke dalam
dan menghampiri Nyonya Do yang tak lain adalah eommanya Kyungsoo.
"Annyeong ahjumma, sudah lama menunggu ya?" Nyonya Do berdiri dan menggeleng pelan.
"Baru saja datang. Mana Kyungsoo?" tanya Nyonya Do dengan wajah khawatir karna ia tak melihat Kyungsoo datang bersama Jongdae.
"Ia sedang mencari ketua asrama sekolah ini ahjumma." Nyonya Do hanya mengangguk mengerti.
"Permisi,
anda benar Nyonya Do ? Saya wali kelas dari Do Kyungsoo." Seorang namja
paruh baya menghampiri Nyonya Do dan Jongdae yang sedang ada di ruang
tunggu untuk menyambut para tamu yang datang ke sekolah. Terlihat
beberapa saat kemudian Nyonya Do mengobrol hangat dengan wali kelas
Kyungsoo dan Jongdae. Setelah selesai, Nyonya Do kembali menghampiri
Jongdae dan mengajaknya untuk berbicara empat mata seperti yang ia
bilang pada Kyungsoo lewat sms.
"Memangnya ahjumma mau bicara apa
pada saya?" tanya Jongdae sopan setelah mereka berada di halaman
sekolah. Mereka duduk di sebuah bangku panjang di bawah pohon sakura
yang berguguran.
Nyonya Do menghela napas berkali – kali, bola
matanya berputar perlahan seraya menimbang kata – kata yang pas untuk
menyampaikan hal penting pada Jongdae.
"Ahjumma mau minta tolong. Kamu mau menolong ahjumma kan?"
"Tanpa
diminta pun, saya akan selalu menolong ahjumma." Nyonya Do tersenyum
sebelum akhirnya ia kembali berpikir untuk mengatakan apa yang harus
dilakukan Jongdae untuknya.
"Ahjumma mau kamu menolong ahjumma mengawasi Kyungsoo. Kesehatannya kemarin kembali drop."
"Mwo?"
Kyungsoo pov
Aku memasuki perpustakaan sekolah. Mengisi daftar
hadir dan mulai mencari sosok Suho hyung. Setelah ku telusuri di
berbagai sudut di perpustakaan ini. Aku tak menemukan sosoknya. Tiba –
tiba saja aku teringat tugas yang diberikan Choi seonsaengnim. Mumpung
aku sedang berada di sini, aku sekalian saja mencari buku yang aku
perlukan untuk mengerjakan tugas itu.
Aku menulusuri tiap rak buku
yang berdiri kokoh di perpustakaan ini. Ku edarkan juga pandanganku
pada pengunjung yang terbilang ramai hari ini. Aku melirik jam bundar di
tanganku, tepat pukul empat sore, waktunya para anggota perpustakaan
yang dari luar sekolah -selain siswa sekolah- berkunjung. Terlihat dari
pakaian yang mereka pakai. Cukup banyak pengunjung yang tak seseragam
dengan pakaianku.
"Ah itu dia." Seruku saat melihat buku yang aku
cari. Aku mendekati rak yang menyimpan buku itu. Tapi sayang sekali,
setelah ku coba untuk mengambilnya dengan berjingjit pun tak bisa.
Letaknya terlalu tinggi untuk ukuran namja yang hanya mempunyai tinggi
173 cm sepertiku. Perlu Kris hyung atau Chanyeol hyung yang
mengambilnya. Atau mungkin sepuluh senti di atasku.
"Eoh nanti
sajalah mengambilnya." Ucapku pasrah sambil berbalik badan untuk pergi.
Tapi baru dua langkah aku berjalan, buku incaranku sudah di depan mata.
"Ini
sunbae buku yang kau cari." Seseorang yang ku yakini namja menyodorkan
buku incaranku tepat di depan wajahku. Aku berbalik dan menatapanya.
Matanya tak sebulat mataku namun aku suka warna bola matanya, agak
coklat kehitaman. Tubunya tinggi tegap. Kulitnya berwarna coklat namun
membuat kesan manis dan .. sexy.
"Sunbae~ ini bukunya." Aku
tersadar dari acaraku memperhatikannya. Aku segera mengambil bukunya dan
membungkuk sebagai tanda terima kasihku.
"Gomawo. Eng .. apa ya
yang harus aku lakukan untuk membalas kebaikanmu?" ucapku basa – basi.
Ntah kenapa tatapan matanya itu seperti menghipnotisku untuk tidak
segera pergi dari tempat itu.
"Kita kenalan dulu sunbae. Jeoneun
Kim Jong In imnida. Tapi sunbae bisa memanggilku, Kai." Ia mengulurkan
tangannya sebagai tanda awal perkenalan.
"Do Kyungsoo. Kyungsoo
imnida^^" aku membalas uluran tangannya dengan menjabat tangannya. Tak
lupa ku sunggingkan senyuman ku yang menurutku manis ini. Ia juga
tersenyum, sama manisnya dengan senyumanku. (Kyungsoo oppa narsis-_-).
"Ah sunbae, a-aku boleh minta tolong?"
"Ne~ tolong apa Kai?"
"A-aku
kelas tiga SMP. Aku akan menghadapi ujian akhir yang walau sebenarnya
masih lama, sekitar tujuh sampai delapan bulan lagi. Tapi ada beberapa
materi pelajaran yang aku tidak mengerti. Sunbae sepertinya siswa kelas
satu sekolah ini. Yang ku dengar juga, siswa – siswa di sekolah ini
berotak encer. Sunbae mau kan mengajariku materi pelajaran yang aku tak
bisa itu?"
Aku kembali memperhatikannya. Kalau di lihat memang
seragamnya itu sangat berbeda dengan seragam yang ku pakai. Ada logo
sekolahnya juga. YM Junior High School. Eh tunggu, bukankah itu sekolah
yang dibicarakan Chanyeol hyung saat di kantin tadi? Tapi apa mungkin
namja baik dan semanis Kai ke sini hanya untuk menguntit? Tapi kan tadi
ia bilang kalau ia mau belajar. Err .. aku bingung u.u
"Tentu, kebetulan materiku tak jauh dari pelajaran siswa kelas tiga SMP. Kapan mulai belajarnya?"
"Sekarang
saja~" serunya semangat, aku hanya bisa tersenyum dan mengangguk
setuju. Sepertinya dia memang bukan stalker yang Chanyeol hyung maksud.
Kemudian
kami pergi ke meja kosong yang ada di sudut ruangan perpustakaan dan
mulai belajar. Kai belajar dengan cepat, ia juga aktif bertanya jika
tidak mengerti. Senyuman terus terkembang di bibirku. Tak peduli ia
melihatnya atau tidak, yang penting aku memasang wajah manis di
depannya.
"Nah coba kau kerjakan soal yang ku buat ini. Kalau sudah selesai akan aku periksa."
"Ne~ sunbae."
Dddrtt ddrtt …
Handphoneku
bergetar mengisyaratkan sebuah pesan masuk. Aku yang sedang asyik
mengajari Kai matematika atau lebih tepatnya memperhatikannya
mengerjakan soal segera mengambil benda berbentuk persegi itu dari saku
ku.
From: Jongdae
Hei kau mencari Suho hyung kemana saja, eoh? Lama sekali sih?
"Aigoo~ aku lupa." ucapku sambil menepuk jidatku. Kai yang sedang asyik mengerjakan soal langsung menoleh bingung ke arahku.
"Waeyo sunbae?"
"Ngg
… Kai sepertinya cukup sampai di sini perjumpaan kita. Maksudku, kita
sudahi saja belajar kita hari ini. Lagi pula ini sudah sore dan aku baru
ingat kalau aku harus menemui seseorang." Kai tampak berpikir kemudian
mengangguk setuju, "mianhae, Kai" tambahku dengan nada bersalah.
"Gwenchana sunbae. Hmm tapi besok bisa ajari lagi tidak?"
"Tentu, di tempat dan jam yang sama, otte?"
"Ne~
tapi bolehkah aku meminta nomor telepon sunbae?" aku membulatkan mataku
yang – memang- sudah bulat. Otak ku berfantasi liar memikirkan tujuan
Kai meminta nomor teleponku. Ini mungkin cuma modus. Belajarnya pun ini
jangan – jangan cuma modus. Yang sebenarnya, ia berniat untuk mengapa -
apakanku. Jangan – jangan ia benar – benar stalker yang Chanyeol hyung
maksud. Aku kan termasuk namja yang cukup err manis dan mungkin saja ..
menggairahkan?
Aku refleks menyilangkan kedua tanganku di depan
dada untuk menutupi bagian sensitifku. Adegan – adegan pemaksaan dan
pemerkosaan yang diputar di sebuah film melayang – layang di kepalaku,
"hanya untuk mempermudah komunikasi."
Blush
Aku
langsung tertunduk untuk menutupi rona merah yang terasa di kedua
pipiku. Aku malu karna ketahuan berpikiran macam – macam olehnya.
"A-ah
i-iya b-boleh kok. Ini, kau ketikkan saja nomormu di sini. Nanti aku
yang menghubungimu." Ucapku sambil menyodorkan handphoneku dengan wajah
masih tertunduk. Aku melirik Kai, ia mulai menyentuh screen handphoneku.
Kemudian mengembalikannya tanpa kurang satu apapun.
"Mau keluar bersama?" aku mengangguk mengiyakan. Kemudian kami segera keluar dari perpustakaan.
Suho pov
Aku
baru saja ingin menemui Kyungsoo yang katanya Kris menungguku di
perpustakaan. Tetapi sampai di sana, aku menemukannya sedang mengobrol
dengan siswa dari sekolah lain. Yang membuatku sedih adalah senyum yang
selalu terkembang di bibir Kyungsoo dan itu hanya ditujukan untuk orang
tersebut. Parahnya lagi, Kyungsoo yang menurutku itu pemalu ternyata
mudah akrab juga dengan orang baru. Terlihat dari cara ia berbicara
dengan orang itu tanpa canggung sedikit pun. Aku yang tadinya ingin
menemuinya akhirnya pergi untuk mencari Jongdae.
"Jongdae-ah"
seruku setelah ku temukan sosok Jongdae yang tengah berjalan sendirian
di koridor sekolah yang sudah sangat sepi. Ia tersenyum dan berlari
menghampiriku.
"Hyung kau tidak ketemu dengan Kyungsoo?" aku
menggeleng untuk 'sedikit' berdusta. Aku melihatnya tapi tidak
menemuinya, itu sedikit berbohongkan?
"Oh, ku kira kau bertemu dengannya. Soalnya dia mencarimu untuk diperkenalkan pada eommanya."
"D-diperkenalkan
dengan eommanya? Dengan Nyonya Do?" Jongdae mengangguk mantap. Kemudian
aku sudah melayang jauh ke masa lalu. Saat aku pertama kali mengenal
Kyungsoo dan keluarganya. Senyuman yeoja paruh baya itu, senyuman yang
hangat yang sama seperti senyum eommaku.
"Hyung, kau sakit?" Jongdae menempelkan telapak tangannya di dahiku dan bergumam kecil, "tapi tidak panas kok."
"Aku sehat kok. Lalu kemana Kyungsoo dan eommanya sekarang?"
"Mereka
sih sudah bertemu tadi di gerbang. Mungkin eommanya sudah pulang. Kalau
Kyungsoo mungkin sedang membereskan pakaiannya di kamar asrama." Ada
perasaan sedih di hatiku, aku sangat ingin bertemu dengan Nyonya Do.
Mungkin saja dia masih mengingatku dan bilang pada Kyungsoo kalau aku
ini .. "hyung aku mau bicara soal Kyungsoo padamu." Aku menatap dalam
kedua mata Jongdae. Perasaan khawatir dan tak enak merasuki pikiranku.
Dari tatapan Jongdae mengatakan kalau hal yang ingin ia bicarakan
'sangat' penting.
"Kita bicara sambil jalan – jalan saja."
.
.
.
.
.
TBC
Apa yang sebenarnya terjadi pada Kyungsoo? Hayoo gimana part 3 nya?
.
.
.
Ah saya mau balasin review dulu yaw~
Oiya waktu di chapter saya ntah kenapa saya gak bisa liat yang review -"
ffn nya aneh #plak
atau mungkin karna saya author baru yang 'sedikit' buta bahasa inggris jadi gak ngerti cara liat review, hehe #plak
Jadi, saya balas reviewnya sekalian aja ya hehe XD
SuDo Ship: Iya Suho sekamar sama Minseok. Jongdae sama D.O eh tapi gak cemburu lah, malah bagus toh? *maksudnya?*
makasih udah baca ff abal saya, kamu sudo hardcore shipper? saya juga #hug
Jung Jaejin: Tenang tenang, D.O nya gak dibuat mati kok, itu bias sayaaaaahhhh *teriak pakai toa*
makasih udah mau baca ff saya yang abal ini u.u
kamu sud.o shipper juga? saya juga #hug
AEGYA SUDO: Huwaahh aku juga suka pair ini #hug
makasih udh baca ff ini. iya jarang yang buat soalnya kaisoo shipper lebih kuat #tendang #plak
Guest sonnim: ini udah dilanjut~ makasih udah mau baca dan review #bow
Reita: Kyungsoo emang cocok sama siapa aja, apalagi sama author #plak #abaikan
ZhieCho: wah kenapa dengan Kris gege? Dia baik kok, cuma ya itu suka tepe2 -_-
kyuaniee fiee: kai sama xiumin? O.o saya gak ngerti #plak
setau saya xiumin sama jongdae aka chen, hehe ..
SparKSomniaA0321: iya Suhonya jadi seme, Suho jadi uke kalau di pair sama Kris #digebukinTao
D.O kan emak - emak #plak jadi dibuat uke di sini, hehe ..
Makasih semua yang udah review ya~ maaf nih updatenya telat soalnya saya ada tes gitu, hehe ..
ditunggu lagi reviewnya^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar