Pengikut

Sabtu, 03 November 2012

White Champaca 3

White Champaca
Pair and main cast: ChanBaek :HunBaek KyuminTeuk(umma-anak): HunHan KyuMin BaDeul KangTeuk DongSeob YooSu HanChul Kiseung HaeHyuk OnKey 2Min YunJae KaiDo KrisTao
Category : Family/Romance
Disclaimer Their parents and GOD
Rate: T mungkin kedepan menjadi M
WARNING! YAOI OOC TYPOS dan bahasa seenak author GAJE and JUST FANFICTION!
Backsound A-Yo - SHINee
A/N : Kembali dengan ff chapter baru! Mian lama x) baru sempat nih, kyk y pada mau HunHan this and that ya? insyaAllah author buat untuk chap kedepannya xD oke?
Summary : Luhan Amnesia dan Baekhyun tidak sadar-sadar, Chanyeol terus menjaga Baekhyun dan cempaka putih-pun mengering tak terurus pemiliknya. Sandeul mencium bau kebohongan dari Heechul dan sampai mengikuti Heechul ke tempat kerjanya! Baro tak ingin membiarkan Sandeul sendirian dan makhirnya ikut Sandeul dan saat mereka menemukan Heechul, emreka sangat terkejut sampai tak bisa bernafas. KyuMin KiSeung HunHan and Badeul couple in this chapter!
.
.
.
.

Chapter 3
The Liars
Preview chapter 2:
"UHUK!" semua namja ada disitu termasuk Luhan dan Chanyeol menoleh kearah suara, menatap Baekhyun yang kesulitan bernafas sambil menangis pelan, alat pengukur detak jantung semakin tergambar lurus dan hanya 18% kemungkinan ia akan selamat.
"BAEKHYUN!"
.
.
.
"Untung saja masih sempat, walau detak jantungnya lemah" kata Hangeng sambil melepaskan stethoscope-nya, Semua namja menunggu diruang tunggu. Heechul menatap Hangeng penuh harap, berharap agar bisa menyelamatkan Dongsaengnya.
"T-tapi aku tidak bisa menjaganya... aku terlalu sibuk sampai tak bisa memperhatikannya, dan aku baru sadar bahwa ia butuh perhatian" isak Heechul, untung saja hanya mereka bertiga didalam kamar rawat Baekhyun, jika Kyuhyun dan Dongwoon melihat Heechul menangis pati harga diri seorang Kim Heechul akan jatuh(?).
"Ssssh, sudahlah. Chanyeol setiap hari rela menghabiskan waktunya hanya menemani Baekhyun walau tak pernah bangun selama 2 Minggu ini" kata Hangeng sambil mengusap air mata Heechul.
"Ah, Chanyeol? Dimana anak itu!" kata Heechul segera berjalan keluar dan menuju ruang tunggu rumah sakit.
.
.
.
"Ah, Baekhyun Baekhyun... Kim Baekhyun" lirih Luhan menatap kearah kertas yang diberikan Chanyeol dengan tatapan kosong, Chanyeol hanya menatap Luhan sinis.
"Sudahlah hyung, tak usah dipikirkan. Lebih baik Hyung istirahat saja" kata Jaejoong juga Yoseob.
"Iya hyung" kata Junsu menganggukan kepalanya pelan.
"Anneyong" kata seseorang namja yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.
"A-ah! Kau Baro!" kata Luhan terkejut sambil menunjuk namja tampan dihadapannya.
"M-Mwo.. itu Choi Siwon hyung, kalau itu Baro sih mustahil" kata Dongwoon sambil mengangkat kedua bahunya, Baro menatap Dongwoon tajam.
"Ah, kalau Baro itu Siwon~ dengan senang hati aku bersedia melakukannya setiap hari" kata Sandeul dengan semburat pink diwajahnya, namun Baro segera menatapnya tajam.
"Kau berniat selingkuh? Apa maksudmu?" tanya Baro dingin.
"Ahahahaha! Baru kali ini melihat seorang namja yang terkenal Cool dan playboy cemburu pada temannya sendiri, aneh bukan?" kata Luhan asal sambil tertawa renyah. Siwon hanya heran menatap Luhan dan segera memberi suatu isyarat pada Heechul kemudian pergi dari situ, Sandeul menatap keduanya heran.
"Mereka pacaran Luhan(hyung/gege)" kata semua namja disitu kecuali BaDeul dan Luhan.
"Pacaran?" tanya Luhan.
"AAhh" kesal mereka semua frustasi. Baru ingat jika Luhan itu sedang amnesia.
"Pokoknya begitulah" kata Dongwoon tiba-tiba.
"CHANYEOL!" Tiba-tiba Heechul datang berlari kearah Chanyeol.
"Chanyeol aku mohon... kau jaga Baekhyun selagi aku tak sempat, karena aku sangat sibuk" katanya dengan nada memohon, namun saat Chanyeol akan berdiri, tak sengaja buku harian kecil/Diary milik Baekhyun terjatuh tepat dibawah Heechul. Chanyeol terkaget dan segera mengambilnya tetapi Heechul lebih cepat mengambilnya dan segera membacanya. Karena kemampuan membaca Heechul diatas orang biasa, sehingga Heechul bisa menyimpulkan semua yang ada didalam Diary bahwa Baekhyun sangat kesepian juga sedih.
Segera ia berjalan cepat mendekati Luhan yang sedang tertawa lepas dan ..
.
.
.
.
.
PLAK
.
.
.
.
.
"A-Aww itu sakit" kata Luhan sambil mengusap pipinya, Heechul hanya menatapnya datar.
"Mulai dari sekarang..." kata Heechul menjeda kalimat yang akan dilontarkannya karena ia ingat jika Luhan sedang mengalami amnesia, tapi peduli setan. Kata-kata Heechul membuat semua namja tercenggang karena mereka merasakan aura yang sangat tajam yang berasal dari Heechul.
"Dan untuk kedepannya jika kau sudah sadar...Kuharap kau menjauh dari Baekhyun. Atau aku dan dia memilih pindah ke Inggris" kata Heechul skartis, semua namja yang ada disitu terkejut termasuk Chanyeol.
"Dan kau Chanyeol, kenapa kau tak pernah memberi tahu jika Umma-ku termasuk umma Baekhyun sudah meninggal, jika Baekhyun tidak pernah menceritakannya, mungkin saja kau bisa memberitahuku karena kau sudah kuanggap sebagai Dongsaengku Yeol" kata Heechul menatap sendu langit-langit ruang tunggu rumah sakit.
"A-ah, sabar Heechul hyung. Aku tahu ini berat tapi mau bagaimana lagi" kata Sungmin menenangkan "Tolong maafkan Luhan" tambahnya lagi sambil mebungkukkan badan berkali-kali.
"Gwaenchana, selama Baekhyun tidak terbangun tidak masalah" jawabnya santai, dan Heechul segera melenggang pergi, beberapa namja disitu juga pergi kecuali Luhan KangTeuk Chanyeol BaDeul KyuMin Sehun dan hyunseung.
"Jadi... " kata Hyunseung. "Sebenarnya... Baekhyun banyak penderitaan bukan?" tanya Hyunseung. Heechul hanya menunduk dan menutup kedua wajahnya dengan kedua tangannya.
"Ini salahku, seharusnya aku tidak menjauhinya" katanya sambil terisak pelan.
"M-maksudmu?" tanya Leeteuk.
"Hiks, ia sempat menyembunyikan berkas pentingku. Aku tahu ia bercanda namun aku sangat kesal disaat itu dan menjauhinya agar ia tak menggangguku" isak Heechul "Jeongmal mianhae Baekkie~"
"Kenapa semuanya jadi begini, aku tahu Baekhyun salah tetapi sebenarnya yang dia inginkan adalah sosok yang selalu memperhatikannya seperti orang tua!" kata Sandeul dengan semangat "Bagaimana jika aku menjadi ummanya" kata Sandeul, Baro terbengong mendengar ucapan Sandeul.
"Aku jadi Appanya!" kata Khyuhyun 'bebarti aku kakek' pikir Kangin, Baro segera memberi deathglare mematikan pada Kyuhyun.
"A-Ah bukan itu maksudku~" kata Kyuhyun sambil menatap Sandeul.
"Kau menjadi Appanya" kata Sandeul memegang kedua bahu Baro yang lebih tinggi darinya.
"Hmm" katanya sambil mengangguk.
"Jadi, kita bergantian untuk menjaga Baekhyun, bagaimana?" tanya Sungmin.
Luhan yang mendengarkan hanya terbengong, ia bingung harus bagaimana. Pikirannya hanya terbayang wajah Baekhyun yang pucat seperti mayat. Tak sadar air mata meluncur dipipi chubbynya, ia memukul kepalanya berkali-kali.
"Agh... aku tak ingat apapun! Sadarkan akuu! Aaaahh!" kesalnya sambil memukul-mukul kepalanya, Sehun mendekati Luhan dan berusaha menghentikan tindakan Luhan.
"Lepaskan!" teriaknya sambil melepaskan diri dari pelukan Sehun.
"Aku tidak akan melepaskanmu sampai kau mengakui bahwa selama ini kau mencintaku" kata Sehun sambil mengeratkan pelukannya, Sehun memeluk Luhan dari belakang, perlahan Luhan mulai diam dan tak berani menatap Sehun. Semua namja yang berada disitu menatap mereka terkejut, ponsel Heechul berbunyi menandakan telepon masuk ia segera membuka ponsel Flip-nya dan menjawab teleponnya.
"Ya, maafkan aku. Aku akan kesana malam ini" kata Heechul lalu menutup teleponnya.
"Ada apa hyung?" tanya Sandeul.
"Memang kenapa?" tanya Leeteuk.
"A-Aku harus menemui seseorang... untuk memberi berkasku, Mian aku titipkan pada kalian semua, anneyong! " kata Heechul lalu bergegas pergi, Sandeul hanya menatap serius punggung Heechul.
"Hmm... Sepertinya ada yang aneh" kata Sandeul sebenarnya ia mendengar apa yang Heechul bicarakan dengan yang diseberang sana, tak salah jika pendengarannya terbilang tajam.
"Maksudnmu?" tanya Baro yang tepat berada disampingnya.
"Heechul hyung selalu sibuk bahkan sangat sibuk, aku ingin tahu sebenarnya apa yang ia kerjakan. Harus aku pecahkan, Chanyeol, Baro dan semuanya aku titip Baekhyun" kata Sandeul berlari mengejar Heechul.
"Hoi! Sandeul-ah! Aku tak bisa biarkan kau pergi sendirian" panggil Baro lalu mengejarnya. Sehun segera melepaskan pelukannya dan menatap Sandeul berlari dan Baro yang mengejarnya.
"Baro! Tolong jaga Sandeul!" teriak Leeteuk #a/n: karena Sandeul adik Leeteuk.
"Ada apa dengan mereka?" tanya Sehun dan Luhan.
"Sepertinya ada sebuah kebohongan lagi di sini" kata Chanyeol pelan, Kyuhyun dan Sungmin yang masih bisa mendengarnya hanya saling bertatap melemparkan pandangan heran diantara keduanya, Hyunseung hanya diam tak mengerti dan tiba-tiba seorang namja menabraknya karena kehilangan keseimnbangan Hyunseung terjatuh kelantai.
"Hyunseung!" kaget Sungmin.
"A-ah Mianhae kau tidak apa-apa?" tanya namja yang menabrak Hyunseung.
"Gwaenchana, pikiranku sedang kosong jadi aku kehilangan keseimbangan hahahaha" katanya sambil tertawa pelan, KyuMin HunHan dan Chanyeol menatap heran Hyunseung.
"Baiklah, aku akan menemani Baekhyun ya" kata Chanyeol segera pergi menuju ruang rawat Baekhyun.
"Sehun Luhan Hyunseung ayo kita pulang, Kyu bisakah kau ikut bersamaku?" tanya Sungmin.
"Dengan senang hati Hyung~" kata Kyuhyun sambil merangkul Sungmin.
"Kalian sudah ingin pulang?" tanya Leeteuk.
"Ne Umma" jawab keduanya.
"Kalian hati-hati ya" kata Leeteuk sambil mengusap kepala KyuMin dan Kangin pun juga.
Hyunseung mengangguk dan berbalik berjalan menuju KyuMin namun tangan namja tadi menarik Hyunseung.
"Lee Gikwang" kata namja tadi memperkenalkan diri.
"Oh Hyunseung" kata Hyunseung , sebentar menundukan badan sopan dan berlari mengejar KyuMin yang sudah menjauh, Gikwang menjilat bibir bawahnya pelan sambil menatap bokong =_= Hyunseung#pervert.
"Ayo kita pulang Kangin" ajak Leeteuk sambil meliha Kangin yang tertunduk membaca sesuatu. "Ada apa Kangin?" tanya Leeteuk lagi.
"Chagy, lihat foto ini" kata Kangin memberikannya pada Leeteuk.
DEGH
Detak jantung keduanya berpacu sangat cepat saat melihat foto tersebut.
"H-Heechul... Baekkie?"
.
.
'Suara kereta semakin mendekat, saatnya aku menaikinya. Kau tidak ikut umma?'
.
.
Suasana senja di kota Seoul terbilang dingin, bintang –bintang dan bulan yang biasanya terlihat samar-samar terhalang oleh awan gelap dan angin bertiup lumayang kencang membuat warga yang tinggal disekitarnya mengenakan jaket tebal bahkan syal. Namun tidak bagi dua orang namja yang hanya mengenakan jaket dan sweater tipis dengan syal.
"B-Bagaimana ini, kita kehilangan jejak Heechul Hyung!" kata Sandeul panik sambil menatap Baro, syal Pinknya tiba-tiba tertiup angin dan terjatuh didepan sebuah gedung club malam dipingir jalan kota Seoul bagian selatan tepatnya seberang jalan mereka.
"Syalkuu~" kata Sandeul sambil mengejar syalnya, Baro yang melihat Sandeul hampir tertabrak mobil segera berlari dan mendorong Sandeul.
"AAA!" jerit keduanya dan akhirnya mereka selamat walau dalam posisi Sansdeul tertimpa tubuh Baro.
"Mian" kata Sandeul sambil menundukkan kepalanya tak berani menatap Baro.
"Lain kali perhatikan sekitar!" kesal Baro, Sandeul segera berdiri, bersamaan dengan Baro lalu menatap sebuah gedung yang yak terlalu besar itu.
"Aku merasa Heechul hyung didalam" kata Sandeul memastikan.
"Jangan berfikir yang tidak-tidak Sandeul!" kata Baro kesal sambil merangkul Sandeul.
"Jadi kau tidak percaya padaku... hiks" kata Sandeul mulai menangis sambil meremas syalnya.
"Ti-tidak bukan begitu, aaagh ayo kita masuk" kata Baro sambil menarik Sandeul dan saat mereka baru sampai pintu masuk, mereka menemukan Heechul duduk dianttara kedua pria yang sedang mencumbu badannya. Baro dan Sandeul sangat terkejut sampai mereka tak bisa menarik nafas, dengan segera mereka menyamar. Baro mengenakan syalnya, Baro menyerahkan jaket pada Sandeul dan memakainya, Baro hanya memakai kaus polos biru dan kacamata yang kebetulan ia bawa, Mereka memantau Heecul dan juga duduk tak jauh dari Heechul.
"Ada yang ingin kalian pesan?" tanya seorang yeoja sambil mendekati Baro, Sandeul yang tak suka segera menarik Baro dan menatap tajam sang yeoja lalu menarik Baro untuk bersembunyi dibalik tembok yang menghalangi antara tempat Heechul dan Bar. Heechul kemudian ditarik oleh kedua pria tersebut kedalam suatu ruangan.
"B-Bagaimana jika kita ikuti" kata Sandeul masih dengan menggenggam tangan Baro.
"Ayo" kata Baro sambil berjalan berhati-hati. Dan beruntunglah keadaan sekitar agak sepi dan mengintip dari kaca kecil di pintu tersebut dan mereka terus melihat keadaan Heechul sampai-sampai Empat orang namja besar mendekati mereka dan menepuk pundak Baro dan Sandeul.
"Kalian... beraninya" geram keempat namja bertubuh besar sambil menatap tajam penuh amarah Baro dan Sandeul. Sandeul dan Baro berbalik, menatap kaget keempat namja tersebut, Baro segera memposisikan agar Sandeul dibelakang tubuhnya bermaksud melindungi Sandeul.
.
.
.
.
.
TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar