Author: naa

Casts:
EXO K – Byun Baekhyun
EXO K – Park Chanyeol
All of EXO members
Genre: Brothership, Comedy absurd (?)
Rate: General
Length: Ficlet (1.360 words)
Disclaimer: This is pure my idea. Chanyeol Oppa and Kris Oppa belongs to themselves, except Baekhyun Oppa ( :p ), he is mine. hehehe.
I am newbie ^^ in this blog, so let me have some opinions from all of you ^^
Enjoy your reading!
***
“For the person who always beside me, thank you.”
***
Chanyeol merentangkan kedua tangannya ke samping sembari membuka mulutnya pelan. Menguap dengan santainya.
“Heish! Singkirkan tanganmu, Park Chanyeol,” tukas Baekhyun yang merasa ternoda (?) dengan sentuhan tangan kanan Chanyeol karena posisi duduknya tepat di samping pria tampan itu.
Sudut mata pria itu melirik malas roommatenya, memperhatikan jari telunjuk Baekhyun yang bergerak lincah di atas layar IPad.
“Kau sedang melihat apa, Baekhyun~ah?” tanya Chanyeol langsung berdehem begitu menemukan suaranya serak.
Baekhyun hanya diam, tampak sama sekali tidak berminat menjawab pertanyaannya. Chanyeol mendengus sebal, semenarik apa benda berbentuk persegi panjang itu dibandingkan dengan dirinya? Pikir Chanyeol.
Dengan gerakan cepat, tangan Chanyeol meraih Ipad dalam genggaman kedua tangan Baekhyun dan langsung melemparkan benda tersebut ke arah bawah hingga mengenai selimut tebal milik lead vocalist EXO itu yang tergeletak begitu saja di lantai kamar mereka.
*Alhamdulillah*
Pria imut yang memiliki suara emas itu mengerucutkan bibirnya beberapa centi ke depan melihat tindakan semena-mena yang dilakukan oleh sahabatnya. Tubuhnya terulur maju hendak mengambil Ipadnya kembali, namun lagi-lagi tangan Chanyeol berulah dengan gesit. Kali ini, dia memegang lengan Baekhyun dan menyandarkan tubuhnya secara paksa pada headboard ranjang milik Baekhyun. Kepalanya menyentuh bahu Baekhyun seraya menutup kedua matanya perlahan.
Baekhyun menghela napas pasrah, sepertinya kelelahan sedang menyelimuti tubuh Chanyeol saat ini yang tak jauh berbeda dengan dirinya.
Hidung Baekhyun tidak sengaja menghirup rambut coklat Chanyeol, dan tanpa sadar bibirnya menarik segaris senyuman manis.
“Rambutmu harum sekali, wangi maskulin, seperti wanginya parfum Kris Hyung,” ujar Baekhyun yang semakin giat mencium rambut Chanyeol.
Chanyeol tersenyum, “Aku memakai parfum Kris Hyung sebagai shampoo baruku,” celetuk Chanyeol asal.
“Mwoya??”
Chanyeol terkikik geli dan semakin memejamkan matanya. “Jangan mengangguku lagi, Byun Baekhyun. Aku ingin tidur beberapa jam saja di bahumu,” katanya.
“Bahuku akan kram, Chanyeol~ah. Tidurlah di ranjangmu sendiri,” tukas Baekhyun tidak terima.
Chanyeol menghembuskan napas pelan dengan sengaja pada leher Baekhyun, “Aku tidak mau. Aku ingin tidur di sini,” paksanya.
Baekhyun tidak mau menyerah atas paksaan Chanyeol, “Kau kuizinkan tidur di ranjangku. Bagaimana?” tawarnya semangat.
“Bonusnya apa?”
“Heish! Park Chanyeol! Apa maksudmu dengan bonus??” tandas Baekhyun kesal.
“Bagaimana jika kau menemaniku tidur?” tanya Chanyeol.
Baekhyun membelalakkan matanya kaget, “Aku masih normal, bodoh!” pekiknya seraya menjitak kepala Chanyeol.
“Ckk! Memangnya aku tidak??” teriak Chanyeol masih bertahan dalam posisi nyamannya. “Tidur saja di sampingku, dan kau boleh pergi jika aku sudah benar-benar terlelap tidur,” jelasnya.
“Arasseo!” ujar Baekhyun tidak berpikir lebih lama lagi, “Cepatlah menyingkir dari bahuku!” perintahnya galak.
Chanyeol tersenyum sumringah tanpa membuka matanya, “Dalam ekspresi apapun, wajahmu tetap yang paling imut, Byun Baekhyun,” puji Chanyeol sambil menarik lengan Baekhyun dan memeluknya erat, membuat pria itu mau tidak mau harus berbaring di samping Chanyeol.
Mata binar Baekhyun melirik Chanyeol yang sudah mulai terlelap, tangannya membelai rambut Chanyeol dengan pelan. “Jaljayo, Park Chanyeol,” ujarnya seraya mengendurkan saraf-sarafnya dan mengikuti apa yang dilakukan Chanyeol saat ini. Terbang ke alam mimpi.
***
Keesokan harinya,
“Hyung!! Bogoshipda,” pekik Chanyeol memeluk tubuh tinggi Kris yang sedang bercanda dengan Suho.
Kris mengeluarkan senyumnya yang menyilaukan mata, “Aku juga merindukanmu, Chanyeol~ah,” ujarnya. “Kau dan Baekhyun sehat?”
Chanyeol mengangguk dalam pelukannya, “Mengapa tidak memberi kabar jika kalian akan ke Korea secepat ini?” tanyanya.
“Luhan berinisiatif memberi kejutan untuk Sehun,” jawab Kris seraya melepaskan pelukan Chanyeol dan terkekeh melihat Luhan mengendap-endap masuk ke dalam kamar Suho dan Sehun.
Chanyeol menoleh ke arah belakang dan mendapati Luhan sudah menutup kamar leader-magnae EXO itu. “Mencurigakan,” ungkap Chanyeol mengerutkan dahinya, “Apa yang sedang direncanakan Luhan Hyung kepada magnaeku?”
Kris berdecak tidak setuju, “Sehun bukan magnaemu saja, Chanyeol~ah. Dia magnae kami,” ralatnya.
“Luhan Hyung tidak akan menculik seorang Oh Sehun di dalam kamar, bukan? Jika sampai hal itu terjadi, Kris Hyung harus mengeluarkan kekuatan naga saat ini juga,” timpal Chanyeol serius.
“Jangan mengada-ada Park Chanyeol! Kekuatan itu hanya terjadi dalam MV kita saja,” celetuk Baekhyun yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Kris. “Lagipula, bagaimana caranya Luhan Hyung menculik Sehun di dalam kamar?” tanyanya konyol.
“Teleportasi, apalagi memangnya?” cerocos rapper EXO K itu.
Baekhyun mendesah panjang sementara Kris meninggalkan mereka dengan tersenyum kecil. “Itu milik Kkamjong, Luhan Hyung tidak mempunyai kekuatan teleportasi,” tandasnya.
“Dia bisa menyewa pada uri Kkamjong, memangnya tidak boleh??”
“Mana ada sewa-menyewa kekuatan!”
Chanyeol berpikir sejenak, “Bisa!” sahutnya kemudian.
“Bagaimana caranya??” tanya Baekhyun antusias.
Chanyeol menyunggingkan seringai kecil dan mendekatkan bibirnya ke arah telinga Baekhyun. “Kita bisa latihan koreografi bersama dengan konsep penyewaan kekuatan,” bisik Chanyeol. Dia menjauhkan tubuhnya kembali sembari tersenyum bangga yang hanya dibalas tatapan jengah oleh Baekhyun.
“Kau membuatku gila, Park Chanyeol!” teriaknya kencang.
“Waegurae? Aku hanya menyampaikan pendapatku!” gerutu Chanyeol.
Lagi-lagi, Baekhyun mendesah panjang karena mengingat sesuatu. “Sudah kubilang, kekuatan itu hanya terjadi di MV MAMA saja! Tidak lebih dan tidak akan pernah terjadi di kehidupan nyata!! Aish, jinjja!! Bagaimana bisa aku terjebak dalam pembicaraan konyol ini??” keluh Baekhyun frustasi.
Gelagak tawa Chanyeol memenuhi indra pendengaran Baekhyun dan member EXO lainnya yang sedang berbincang-bincang hangat melepas kerinduan. Mereka melirik ke arah pasangan BaekYeol sejenak dan bergegas menuju meja makan mendengar ajakan Lay dan D.O.
“Chanyeol~ah, tolong panggilkan Luhan Hyung dan Sehun untuk sarapan bersama kita,” perintah Suho yang dibalas anggukan semangat oleh Chanyeol.
“Kajja!” ajak Chanyeol menarik tangan Baekhyun dan berjalan menuju kamar yang dimaksud Suho.
“Yak!! Yang disuruh Suho Hyung itu kau! Bukan aku!” pekik Baekhyun kencang.
Chanyeol menjauhkan tubuhnya namun tetap menggenggam tangan Baekhyun. “Byun Baekhyun, aku tau kau lead vocalist EXO K. Tetapi, kau tidak harus memamerkan suara tinggimu yang mencapai sepuluh oktaf padaku, bukan?” sahut Chanyeol sinis.
Baekhyun menatap Chanyeol bingung, “Aku tidak yakin suaraku mencapai sepuluh oktaf,” ujarnya.
“Cih! Memangnya aku peduli?” cibir Chanyeol sembari memutar gagang kamar milik Suho dan Sehun.
Kepala Chanyeol melongok ke dalam dan mendapati Luhan yang sedang duduk di tepi ranjang milik Sehun.
“Luhan Hyung, Suho Hyung mengajakmu dan Sehun untuk sarapan bersama kami,” bisik Chanyeol pelan.
Luhan menarik segaris senyum manis di bibirnya, membuatnya lebih bersinar seperti bintang. “Nanti aku menyusul setelah berhasil membangunkan Sehun,” ujar Luhan tak kalah pelan.
Chanyeol mengangguk, mengedipkan sebelah matanya dan menutup pintu kamar perlahan.
“Yak!! Mengapa tidak masuk saja dan sekalian membantu Luhan Hyung untuk membangunkan uri Sehunnie!!” pekik Baekhyun kesal.
Chanyeol melepaskan tangan Baekhyun dengan kasar dan mendelik tajam ke arahnya, “Berhenti berteriak tidak jelas, Byun Baekhyun!” bentaknya. Dia langsung meninggalkan pasangan roommatenya itu dan bergegas menarik kursi meja makan.
Lay menyerahkan sepiring nasi goreng (ceritanya Lay dan D.O bikin nasgor) kepada Chanyeol yang baru saja menenggak segelas air putih. Sedetik kemudian, Baekhyun ikut bergabung dan duduk di tempat biasa, di samping Chanyeol. Namun, sepertinya Chanyeol tidak ingin duduk di sebelahnya akibat insiden kecil tadi, sehingga dia lebih memilih pindah dan duduk di sebelah Kris setelah mengusir Tao dengan ancaman akan menyekap Kris selamanya di dorm mereka. *apabanget Chanyeol -_- *
Dan akhirnya, seluruh member EXO K dan EXO M sarapan bersama setelah Luhan berhasil menggiring Sehun keluar dari kamarnya.
***
Baekhyun gelisah dalam tidurnya, berulang kali tubuhnya bergerak tidak karuan hingga menimbulkan decitan kecil pada ranjangnya. Pelipisnya penuh dengan keringat, kaos putih tipisnya terlihat basah akibat gerakan tidurnya yang hiperaktif. Chanyeol mengerjapkan matanya pelan, mendengar suara berisik dari dalam kamarnya, dan mendapati Baekhyun mengigau dengan lirihan kecil dari mulutnya.
“Umma,” bisiknya pelan. Chanyeol terkesiap mendengarnya. Segera, kakinya melangkah cepat menuju ranjang Baekhyun dan menempelkan tangannya di dahi Baekhyun, mengecek suhu tubuh pria itu.
Chanyeol mendesah lega, “Kukira kau demam,” ujarnya pelan. “Kau kenapa, Baekhyun~ah? Tidak biasanya seperti ini,” lanjut Chanyeol seraya duduk di tepi ranjang Baekhyun.
Tangannya dengan lembut menghapus jejak peluh yang menempel di wajah Baekhyun, “ACnya tidak kuturunkan suhunya, tetapi mengapa kau berkeringat seperti ini?” keluhnya. Dia meniup-niup rambut Baekhyun dan menyingkirkan poni yang menutupi dahinya.
Perlahan, Baekhyun kembali tenang, napasnya mulai berangsur teratur dan terlelap damai setelah Chanyeol mengecup kedua matanya dengan lembut dan ikut berbaring di samping Baekhyun.
“Jaljayo, Byun Baekhyun.”
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar